Bisnis & Ekonomi

IHSG Sesi I Menguat 0,71 Persen berkat BBRI, TLKM, dan ISAT

×

IHSG Sesi I Menguat 0,71 Persen berkat BBRI, TLKM, dan ISAT

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: IHSG Sesi I Naik 0,71 Persen, Ditopang Saham BBRI, TLKM, Hingga ISAT

jurnalistik.co.id – Jakarta, Jumat (7/8/2026). Pada perdagangan sesi pertama hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menguat dan berada di jalur positif sepanjang sesi.

IHSG naik 0,71 persen atau bertambah 45 poin ke level 6.388. Kenaikan ini membuat mayoritas indeks sektoral ikut bergerak di zona hijau.

Sektor infrastruktur menjadi pendorong utama dengan menguat 2,17 persen. Kenaikan tersebut disusul sektor properti yang bertambah 1,54 persen.

Di sisi lain, sektor barang baku juga mencatat penguatan sebesar 1,11 persen. Selanjutnya, sektor barang konsumsi primer naik 0,88 persen, sementara sektor energi bertambah 0,85 persen.

Perbaikan sentimen turut terlihat pada sektor industri yang menguat 0,49 persen. Sektor transportasi naik 0,39 persen, diikuti teknologi yang bertambah 0,31 persen.

Kenaikan indeks juga meluas ke sektor keuangan yang bertambah 0,12 persen. Sektor kesehatan kemudian ikut menguat 0,11 persen pada sesi pertama.

Sementara itu, sektor barang konsumsi non-primer (cyclical) menjadi satu-satunya yang melemah. Indeks sektor tersebut turun 0,39 persen dan berada di zona merah.

Dari daftar saham yang menjadi penggerak, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menguat 1,97 persen menuju level Rp 3.100. Penguatan ini mendukung laju indeks pada awal sesi.

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) juga bergerak lebih tinggi dengan naik 2,26 persen ke posisi Rp 2.710. Adapun PT Indosat Tbk (ISAT) melonjak 16,32 persen ke area Rp 2.210.

Meski demikian, beberapa saham berkapitalisasi besar justru menjadi penahan laju indeks. PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) turun 1,99 persen ke area Rp 19.750.

Berikutnya, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) melemah 3,55 persen ke level Rp 1.630. Saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) juga terkoreksi 0,99 persen ke posisi Rp 7.500.

Pergerakan IHSG pada sesi pertama bermula dari level 6.352,376. Indeks sempat mencapai titik tertinggi di 6.408,083 sebelum bergerak ke area terendah pada 6.347,429.

Aktivitas perdagangan terpantau cukup ramai dengan volume transaksi sebesar 23,506 miliar saham. Nilai transaksi mencapai Rp 8,762 triliun dengan frekuensi perdagangan sebanyak 1.314.481 kali.

Secara komposisi pergerakan saham, sebanyak 338 saham bergerak menguat, 247 saham melemah, dan 204 saham lainnya stagnan. Kombinasi tersebut menggambarkan adanya arus beli yang lebih dominan dibandingkan penjualan pada sesi pertama.

Pada akhir sesi pertama, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat mencapai Rp 11.193,206 triliun. Dengan demikian, penguatan IHSG hari ini ditopang terutama oleh pergerakan saham-saham utama serta menguatnya beberapa sektor, khususnya infrastruktur dan properti.

Pergerakan IHSG pada sesi pertama menunjukkan dinamika yang cukup terukur. Setelah dibuka pada level 6.352,376, indeks sempat menembus area tertinggi 6.408,083, sebelum kembali turun ke titik terendah 6.347,429. Meski sempat berbalik arah di tengah sesi, IHSG akhirnya bertahan di jalur kenaikan hingga menyentuh level 6.388.

Aktivitas transaksi memperlihatkan tingkat partisipasi yang relatif tinggi. Volume perdagangan tercatat 23,506 miliar saham, dengan nilai transaksi mencapai Rp 8,762 triliun. Frekuensi perdagangan sebanyak 1.314.481 kali turut menggambarkan adanya pergantian posisi yang dinamis antar pelaku pasar sepanjang sesi pertama.

Dari sisi emiten, pergerakan indeks pada awal perdagangan juga ditopang oleh beberapa saham berarah positif. BBRI menguat 1,97 persen ke Rp 3.100, TLKM naik 2,26 persen ke Rp 2.710, dan ISAT melonjak 16,32 persen menuju Rp 2.210. Di saat yang sama, beberapa saham berkapitalisasi besar justru melemah, seperti SMMA turun 1,99 persen ke Rp 19.750, MAPI terkoreksi 3,55 persen ke Rp 1.630, serta EMAS turun 0,99 persen ke Rp 7.500.

Secara komposisi, 338 saham bergerak menguat, sementara 247 saham melemah dan 204 saham lainnya stagnan. Pola ini selaras dengan dominasi penguatan pada sebagian besar sektor, terutama infrastruktur yang menjadi penggerak utama serta properti yang ikut bertambah. Meski demikian, sentimen terlihat terbatas pada satu sektor yang melemah, yakni barang konsumsi non-primer (cyclical) yang turun 0,39 persen dan berada di zona merah.