Bisnis & Ekonomi

Investor Asing Catat Net Buy Ratusan Miliar Sehari, Borong 10 Saham Ini – Market

×

Investor Asing Catat Net Buy Ratusan Miliar Sehari, Borong 10 Saham Ini – Market

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Net Buy Ratusan Miliar Sehari, Investor Asing Borong 10 Saham Ini - Market

jurnalistik.co.id – Pada perdagangan Selasa, 8 September 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat dan kembali bertahan di zona hijau. IHSG naik 66,77 poin atau 1,01% ke level 6.686.

Di tengah menguatnya pasar, aktivitas investor asing menunjukkan kecenderungan akumulasi. Secara total di seluruh pasar, asing mencatat beli bersih (net buy) sebesar Rp398,12 miliar.

Dari sisi segmentasi transaksi, pergerakan juga terlihat lebih kuat pada pasar reguler. Investor asing pada pasar reguler membukukan net buy Rp379,39 miliar.

Fokus pembelian asing pada BBCA

Di antara emiten yang paling menarik minat asing, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi penyumbang net buy terbesar. Nilai net buy BBCA mencapai Rp269,68 miliar, sejalan dengan penguatan sahamnya yang naik 0,75% ke level Rp6.675 per saham.

Kuatnya minat terhadap BBCA ikut memberi warna pada laju indeks pada penutupan. Pergerakan positif tersebut juga mencerminkan bahwa pembelian asing tidak berdiri sendiri, tetapi tersebar pada beberapa saham unggulan lainnya.

Saham dengan net buy asing tertinggi

Sepanjang perdagangan kemarin, investor asing mencatat net buy terbesar pada 10 saham berikut. BBCA meraih Rp269,68 miliar, disusul PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp166,02 miliar, lalu PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) senilai Rp118,98 miliar.

Berikutnya, PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) mencatat net buy Rp51,75 miliar. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) membukukan net buy Rp44,73 miliar, sementara PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) mencatat Rp32,96 miliar.

Di kelompok berikutnya, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) mencatat net buy Rp31,45 miliar. PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) membukukan Rp27,52 miliar, dan PT Indika Energy Tbk (INDY) menyusul dengan net buy Rp27,07 miliar.

Melengkapi daftar 10 saham teraktif, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) mencatat net buy Rp25,28 miliar. Pola ini memperlihatkan bahwa pembelian asing pada penutupan kemarin tidak hanya terkonsentrasi pada satu emiten, melainkan menyebar ke beberapa saham dengan karakter berbeda.

Emiten yang mengalami net sell terbesar

Meski asing secara keseluruhan mencatat net buy, tidak semua saham menjadi sasaran akumulasi. Investor asing justru mencatat net sell terbesar pada PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan nilai Rp178,07 miliar.

Menariknya, pergerakan saham BUMI tetap bergerak positif di akhir perdagangan. Saham BUMI menguat 2,73% dan berada di posisi Rp226 per saham, meski asing melakukan net sell terbesar.

Kondisi tersebut menunjukkan adanya perbedaan arah transaksi antara pelaku asing dan dinamika harga yang terbentuk dari total aktivitas pasar. Dengan IHSG yang menguat 1,01%, pasar tampak lebih dominan ditopang sentimen beli bersih asing pada mayoritas emiten utama.

Secara keseluruhan, penutupan kemarin menampilkan kombinasi penguatan indeks dan belanja bersih asing bernilai besar. Dengan net buy Rp398,12 miliar, serta BBCA sebagai kontributor terbesar Rp269,68 miliar, perhatian pasar dapat terus tertuju pada emiten yang menjadi pusat akumulasi investor asing.

Komposisi transaksi asing pada penutupan juga memperlihatkan bahwa dukungan terhadap pasar datang dari lebih dari satu arah. Setelah BBCA, arus akumulasi masih berlanjut pada emiten lain seperti BBRI dan AMMN yang masing-masing mencatat net buy Rp166,02 miliar dan Rp118,98 miliar.

Di sisi lain, keberadaan saham yang justru mengalami net sell menjadi pengingat bahwa arus modal asing tidak selalu sejalan dengan pergerakan harga di tiap emiten. Pada BUMI, meski investor asing melepas dengan nilai net sell Rp178,07 miliar, saham tetap menguat 2,73% ke level Rp226 dan menutup perdagangan di area positif.

Dengan total net buy asing mencapai Rp398,12 miliar dan mayoritasnya terkonsentrasi di pasar reguler sebesar Rp379,39 miliar, aktivitas beli bersih tampak memberi kontribusi pada penguatan IHSG yang kembali berada di zona hijau. Pola ini membuat perhatian pasar tetap terarah pada saham-saham yang menjadi fokus akumulasi investor.