jurnalistik.co.id – Sejumlah surat kabar Inggris pada Rabu menjadikan pengumuman Menteri Luar Negeri Ed Miliband terkait sanksi untuk pemukiman ilegal di Tepi Barat sebagai sorotan utama. Di saat yang sama, isu kendali lalu lintas udara di sejumlah bandara juga banyak mendominasi halaman depan.
Menurut laporan halaman depan, The Times menulis bahwa Israel “bereaksi dengan kemarahan” dan menggambarkan pemerintahan Partai Buruh sebagai “hostile”. Sejumlah kertas lain juga menyoroti respons Israel sebagai luapan emosi setelah Inggris mengumumkan langkah sanksi tersebut.
Dalam keterkaitannya, komentar Chief Rabbi Sir Ephraim Mirvis ikut menjadi headline. Ia menyatakan bahwa kebijakan itu akan “embolden those ‘who use hatred as a weapon against Jews’” atau menguatkan pihak yang memakai kebencian sebagai senjata terhadap orang Yahudi.
Surat kabar The i memimpin dengan judul “Israeli fury after UK accuses settlers of ethnic cleansing”. Dalam pembacaan mereka, Miliband menuduh pemerintah Israel “turning a blind eye” terhadap tindakan yang dilakukan “settler terrorists”. Koran itu juga menyebut pengumuman bisa berujung pada “first major dispute with Trump” milik Andy Burnham.
Di bagian lain, The Guardian memuat tulisan dari perdana menteri yang menyebut Inggris “fearful of being accused of being anti-Israel”. Ia juga menegaskan bahwa dirinya “would not stand by as horrific suffering continues” atau tidak akan berdiam saat penderitaan mengerikan terus berlangsung.
Guardian menambahkan konteks kerja sama internasional: Inggris disebut berada dalam proses pemberlakuan sanksi bersama 12 negara lain. Rujukannya adalah “a summer of intense diplomacy” yang terjadi di tengah meningkatnya kekerasan pemukim di Tepi Barat.
Sementara itu, Daily Mail menampilkan judul “Miliband accused of putting Jews in UK in danger”. Koran tersebut menuduh Miliband “caving in to Left-wing activists” atau tunduk pada aktivis sayap kiri. Daily Mail juga menonjolkan pernyataan Chief Rabbi yang menyebutnya “truly a dark day for British Jews”.
Metro menyoroti cara Miliband menggambarkan arah kebijakan: dua negara (two-state solution) disebut sebagai “North Star” pemerintah. Dalam penjelasan kepada anggota parlemen, ia mengaku sebagai “a proud British Jew” tetapi juga menyatakan “a deep sense of shame” atas kondisi warga Palestina.
Daily Express turut menekankan kritik yang datang dari komunitas Yahudi Inggris. Dalam penampilannya di Commons pada Selasa, Miliband mendapat pertanyaan soal apakah ia memperkirakan sikap tegas pemerintah terhadap Israel akan memunculkan ancaman yang lebih besar bagi orang Yahudi di Inggris.
Berita Terkait
- Trump Perintahkan Larangan Impor Produk Kanada, Termasuk Alkohol dan Kendaraan, Mulai 29 September
- Tim Montgomerie Mundur dari Reform UK Usai Diskors; Desak Nigel Farage “get a grip”
- Paul Adams: Hubungan Inggris–Israel di Titik Terendah Puluhan Tahun usai Larangan Dagang Terkait Permukiman Tepi Barat
Di antara berbagai isu politik luar negeri itu, beberapa surat kabar juga memuat foto Prince George pada hari pertamanya di Eton College. Times, misalnya, disebut menampilkan foto Prince George pada first day at Eton sebagai bagian dari perhatian halaman depan Rabu.
Gangguan lalu lintas udara dan dampaknya
Di luar isu Timur Tengah, kontrol lalu lintas udara di wilayah Inggris menjadi tema utama pada sejumlah headline. Daily Telegraph memimpin dengan “Air traffic collapse grounds flights”, dan koran itu menafsirkan penyebabnya membuat “tens of thousands of airline passengers were left stranded last night”.
Surat kabar The Sun juga menampilkan gangguan bandara pada Selasa sebagai topik utama. Koran tersebut menyebut adanya “fury at latest jet farce” dan mengaitkannya dengan “a string of similar outages” pada layanan nasional air traffic control.
Menurut The Sun, keterlambatan dan pembatalan penerbangan diperkirakan masih berlanjut hingga Rabu. Dengan demikian, dampak operasional dari masalah kendali lalu lintas udara dilaporkan tidak hanya terjadi pada satu malam.
Sorotan ekonomi dan figur publik
Financial Times memusatkan perhatian pada kemungkinan lonjakan inflasi bagi ekonomi Inggris. Gubernur Bank of England, Andrew Bailey, diberitakan menyampaikan kepada anggota parlemen bahwa konflik yang berlangsung antara AS dan Iran, serta cuaca ekstrem, dapat menambah tekanan pada keuangan publik.
Di ranah hiburan, Daily Star menulis bahwa Tom Jones “furious he’s been kicked out of his chair” di acara The Voice. Disebutkan penyanyi asal Wales itu dilaporkan menolak untuk digeser dari kursinya di program tersebut.
Terakhir, Daily Mirror mengangkat kabar terkait hubungan keluarga kerajaan. Koran tersebut menyebut bahwa Duke of Sussex dan King Charles “have not spoken” sejak pangeran tersebut kembali ke Inggris, dan mereka menjuluki kisah itu sebagai “royal rumble exclusive”.












