jurnalistik.co.id – Saham-saham terkait komoditas tembaga bergerak positif pada perdagangan Selasa (8/9/2026). Penguatan ini muncul di tengah kabar harga tembaga yang kembali menyentuh rekor atau all-time-high (ATH) pada tahun berjalan.
Sepanjang sesi kemarin, PT Amman Mineral International Tbk (AMMN) dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) sama-sama menguat. Kenaikan keduanya belakangan didorong oleh pergerakan harga tembaga yang kembali menembus level tertinggi sepanjang masa.
Jika dilihat dari data bursa, saham AMMN mencatat kenaikan 5,9% dan ditutup pada level Rp4.670 per saham. Pergerakan tersebut menandai kelanjutan tren pemulihan yang terjadi sejak awal tahun, setelah sempat mengalami penurunan hingga level Rp3.060 per saham.
Dalam rentang tiga bulan terakhir, saham AMMN tercatat sudah menguat 41,95%. Kenaikan itu merujuk pada fase ketika harga saham sebelumnya tertekan akibat sentimen MSCI sejak awal tahun, sebelum kemudian berbalik menguat.
Tiga broker disebut mengumpulkan saham AMMN dalam jumlah besar pada perdagangan kemarin. UBS Sekuritas Indonesia (AK), Mandiri Sekuritas (CC), serta CLSA Sekuritas Indonesia (KZ) tercatat berperan dalam akumulasi tersebut seiring berlangsungnya penguatan harga saham.
Perlu dicatat, penguatan yang dialami AMMN dan MDKA terjadi dalam konteks pasar yang masih merespons dinamika komoditas, khususnya tembaga yang kembali mencetak rekor. Kondisi ini membuat pergerakan saham-saham sektor tambang cenderung bergerak mengikuti arah harga komoditas acuannya.
Bagi AMMN, rangkaian pergerakan yang tercermin dari level Rp3.060 menuju Rp4.670 menunjukkan adanya pemulihan yang relatif terukur dalam beberapa bulan terakhir. Kenaikan sebesar 5,9% pada perdagangan kemarin menjadi salah satu bagian dari momentum yang lebih besar, yaitu kenaikan kumulatif 41,95% dalam tiga bulan terakhir.
Berita Terkait
Di sisi lain, MDKA turut menguat pada perdagangan yang sama. Sejalan dengan AMMN, penguatan MDKA juga disebut terkait dengan dorongan dari harga tembaga yang kembali menyentuh ATH tahun ini, sehingga sentimen pasar pada emiten berbasis tembaga cenderung mendapat dukungan.
Dengan latar tersebut, pergerakan hari Selasa (8/9/2026) dapat dibaca sebagai kelanjutan dari fase ketika harga komoditas memberi tenaga tambahan pada saham-saham terkait. Akumulasi oleh sejumlah sekuritas untuk AMMN menambah gambaran bahwa minat pelaku pasar tetap mengarah pada emiten tersebut di tengah penguatan yang sedang berlangsung.
Secara keseluruhan, perdagangan kemarin menampilkan dua emiten tambang yang sama-sama menguat, yaitu AMMN dan MDKA. Pada saat harga tembaga kembali menembus level tertinggi sepanjang masa, AMMN mencatat kenaikan 5,9% ke Rp4.670 per saham, sekaligus melanjutkan rebound setelah sempat terpuruk ke Rp3.060 akibat sentimen MSCI sejak awal tahun.
Ketika harga tembaga kembali menembus level tertinggi sepanjang masa, arah sentimen di bursa ikut bergeser. Dalam kondisi seperti itu, pelaku pasar cenderung lebih cepat merespons pergerakan komoditas acuan, sehingga saham emiten berbasis tembaga ikut memperoleh dorongan beli yang lebih terarah.
Pada AMMN, rangkaian pemulihan yang sudah berjalan sejak awal tahun terlihat makin jelas dari rentang pergerakan yang tercermin di harga saham. Setelah sempat terkoreksi hingga Rp3.060 per saham, penguatan berikutnya mengantar AMMN ke Rp4.670, yang sekaligus menegaskan berlanjutnya fase rebound dalam beberapa bulan terakhir.
Penguatan AMMN juga dibaca seiring dengan adanya aktivitas penumpukan oleh pihak sekuritas. Disebutkan UBS Sekuritas Indonesia, Mandiri Sekuritas, serta CLSA Sekuritas Indonesia berperan dalam akumulasi pada perdagangan kemarin, selaras dengan momentumnya saat harga tembaga kembali menguat dan mencetak rekor pada tahun berjalan.
Sementara itu, MDKA bergerak dengan pola yang selaras karena karakter bisnisnya tetap terkait dengan dinamika tembaga. Ketika harga tembaga menyentuh ATH, pasar memberi respons serupa pada saham-saham sektor terkait, sehingga penguatan di MDKA menjadi bagian dari reaksi yang lebih luas terhadap komoditas.












