Bisnis & Ekonomi

Kamis (10/9) IHSG Dibuka Menguat, Naik 0,31% ke 6.698 Saat Bursa Asia Merah

×

Kamis (10/9) IHSG Dibuka Menguat, Naik 0,31% ke 6.698 Saat Bursa Asia Merah

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: IHSG Dibuka Menguat Kala Bursa Asia Tertekan di Zona Merah - Market

jurnalistik.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (10/9/2026) dibuka dengan kenaikan, di tengah kondisi mayoritas bursa Asia yang masih berada dalam tekanan dan bergerak negatif pada awal sesi.

Hingga pukul 9.15 WIB, IHSG tercatat naik 20,38 poin atau setara 0,31% ke level 6.698. Kenaikan ini membuat IHSG bertahan di area hijau ketika indeks-indeks lain cenderung melanjutkan pelemahan.

Di bagian lain kawasan, nyaris seluruh indeks saham utama yang sudah dibuka terlihat tergelincir ke zona merah. Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa sentimen di berbagai pasar Asia pagi ini cenderung tidak seragam, namun mayoritas masih mengarah ke penurunan.

Deretan bursa yang dibuka dengan pelemahan mencakup KOSPI (Korea Selatan), Hang Seng (Hong Kong), KOSDAQ (Korea Selatan), Shenzhen Composite (China), serta TW Weighted Index (Taiwan). Selain itu, NIKKEI 225 (Jepang), PSEi (Filipina), Straits Times (Singapura), dan KLCI (Malaysia) juga berada di wilayah negatif.

Tekanan serupa tampak pada CSI 300 (China) dan Shanghai Composite (China), kemudian Topix (Jepang). Di Asia Tenggara, Ho Chi Minh Stock Index (Vietnam) juga turut melemah pada jam-jam awal perdagangan.

Aktivitas perdagangan awal sesi

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah lima belas menit berjalan, aktivitas di pasar saham sudah menunjukkan perputaran yang cukup tinggi. Volume perdagangan tercatat mencapai 5,51 miliar saham, dengan nilai transaksi sebesar Rp3,35 triliun.

Frekuensi transaksi pada periode tersebut tercatat sebanyak 271.204 kali. Angka ini menggambarkan adanya aktivitas jual-beli yang berlangsung pada banyak kejadian transaksi sejak pembukaan sesi.

Kondisi pergerakan saham

Secara pergerakan harga saham, tercatat sebanyak 277 saham menguat. Sementara itu, saham yang mengalami penurunan berjumlah 196, dan sebanyak 237 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga.

Komposisi tersebut memberi gambaran bahwa pada fase awal perdagangan, meski bursa Asia cenderung melemah, sejumlah saham di BEI tetap bergerak positif sehingga IHSG dapat dibuka dalam tren kenaikan.

Dengan IHSG yang berada di level 6.698 pada pukul 9.15 WIB, investor tampaknya masih memberi ruang bagi saham-saham tertentu untuk melanjutkan kenaikan pada awal sesi. Pada saat yang sama, pasar tetap mencerminkan dinamika lintas kawasan yang lebih banyak tertekan di berbagai indeks Asia.

Hingga laporan saat ini, pergerakan IHSG yang naik 0,31% menjadi penanda bahwa penguatan indeks terjadi bersamaan dengan kondisi pasar global yang didominasi pelemahan. Posisi IHSG di zona hijau tetap menjadi kontras utama dibanding mayoritas indeks regional yang sudah terlanjur bergerak di wilayah merah sejak awal.

Perkembangan selanjutnya akan menjadi perhatian, terutama karena pergerakan indeks regional dan intensitas transaksi di BEI terus terbaca dari data menit ke menit selama sesi berjalan. Pada tahap awal ini, IHSG telah mencatat kenaikan 20,38 poin menuju 6.698 dengan aktivitas senilai Rp3,35 triliun dan volume 5,51 miliar saham.

Di tengah kecenderungan pelemahan yang meliputi sejumlah indeks utama di Asia, penguatan IHSG pada awal sesi terlihat lebih menonjol karena indeks-indeks regional lain bergerak dominan di bawah level pembukaan. Situasi ini juga menggambarkan bahwa arah pasar tidak sepenuhnya seragam, sehingga ada ruang perbedaan reaksi investor antarwilayah. Ketika IHSG sudah naik 20,38 poin ke 6.698 pada pukul 9.15 WIB, pelaku pasar tampaknya masih menempatkan sebagian saham dalam posisi yang mendukung tren kenaikan, meski sentimen global cenderung hati-hati.

Aktivitas perdagangan pada fase awal juga menunjukkan dinamika yang cukup intens. Setelah sekitar lima belas menit berjalan, transaksi di BEI mencatat nilai Rp3,35 triliun dengan volume mencapai 5,51 miliar saham, disertai frekuensi 271.204 kali. Di sisi pergerakan harga saham, tercatat 277 saham menguat, 196 saham terkoreksi, dan 237 saham lainnya tidak berubah. Komposisi ini memperlihatkan bahwa pergerakan IHSG tidak hanya bertumpu pada beberapa emiten saja, melainkan ditopang oleh sebaran pergerakan yang relatif berimbang pada jam-jam awal perdagangan.