Internasional

Inggris Siapkan Pajak Wisatawan: Wewenang Walikota Soal Iuran Menginap Ditegaskan Kamis

×

Inggris Siapkan Pajak Wisatawan: Wewenang Walikota Soal Iuran Menginap Ditegaskan Kamis

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Tourist tax plans for England set to be outlined

jurnalistik.co.id – Pemerintah Inggris menyiapkan rincian kebijakan pungutan bagi wisatawan yang menginap, yang disebut Overnight Visitor Levy, dan kewenangan penerapannya akan berada di tangan para walikota di wilayah tersebut. Rencana itu dijadwalkan dipaparkan pada Kamis.

Gagasan ini memberi ruang kepada para pemimpin lokal untuk memutuskan bagaimana pendapatan yang terkumpul dari pungutan menginap akan dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan daerah. Di bawah usulan yang akan diumumkan, pengenaan biaya dilakukan kepada wisatawan yang tinggal semalam.

Skema yang dimaksud—sering dirujuk sebagai ā€œtourist taxā€ā€”pada prinsipnya mengarah pada skema mirip yang sudah berjalan di Skotlandia. Jika diterapkan, tarif pungutan dikenakan sebagai persentase dari biaya akomodasi, bukan angka tetap, dengan alasan pemerintah ingin skema tersebut tidak terlalu membebani pilihan liburan berbiaya terbatas.

Pemerintah menyatakan bahwa, secara teori, tidak ada batas maksimum atas tarif pungutan. Namun, pihak menteri disebut meyakini para walikota tidak akan menetapkan tarif yang terlalu mahal bagi wisatawan.

Penjelasan lebih lanjut akan diumumkan setelah Menteri Perumahan, Angela Rayner, bertemu dengan para walikota pada Kamis. Seorang sumber pemerintah menyampaikan bahwa ā€œit will be up to local leaders and local votersā€ di Inggris ā€œto decide what is right for their areaā€.

Lewat kebijakan ini, liburan di Inggris bisa menjadi lebih mahal apabila para pemimpin lokal memutuskan untuk menjalankan pungutan tersebut. Overnight Visitor Levy sendiri sudah disebut dalam King’s Speech pada Mei, sehingga jadwal rinciannya kali ini menjadi bagian dari langkah menuju implementasi.

Sebelumnya, Sir Keir Starmer merencanakan membawa rancangan undang-undang untuk menghadirkan levy tersebut sebelum posisinya digantikan oleh Andy Burnham sebagai perdana menteri. Akan tetapi, rancangan itu belum juga dibawa lebih lanjut.

Starmer membingkai kebijakan ini sebagai bagian dari agenda devolusi yang lebih luas. Sebelumnya, pihak No 10 juga menyatakan bahwa para pemimpin lokal ā€œwould be ā€˜able to set out plans for how revenues will be invested by March 2028ā€™ā€.

Dalam konteks devolusi, walikota-walikota regional menyebut pungutan ini diperlukan untuk menambah sumber pendanaan guna berinvestasi pada prioritas daerah serta mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, kelompok industri layanan pariwisata memperingatkan bahwa biaya tambahan dapat menekan minat berlibur ketika rumah tangga masih bergulat dengan tantangan biaya hidup.

UK Hospitality, misalnya, mengingatkan bahwa pungutan semacam ini berpotensi menaikkan ongkos liburan. Mereka menilai biaya tambahan bisa melemahkan daya saing internasional dan pada akhirnya membuat liburan domestik, terutama bagi keluarga dan generasi muda, menjadi kurang menarik.

Pemerintah juga menempatkan pungutan ini sebagai sesuatu yang lazim di Eropa dan berbagai belahan dunia. Contohnya, New York, Amsterdam, dan Roma diketahui menerapkan biaya menginap untuk mendanai layanan lokal.

Walikota London, Sir Sadiq Khan, mendukung skema pungutan bagi tamu yang menginap. Menurut analisis pada Januari, skema tersebut berpotensi menggalang lebih dari Ā£350 juta per tahun untuk ibukota. Angka itu berasal dari Central London Forward (CLF), yang mewakili 12 otoritas lokal di London bagian tengah, dan didasarkan pada tarif 3% dari biaya kamar—baik untuk hotel maupun sewa jangka pendek.

Skema berbasis persentase sudah berjalan di beberapa wilayah

Di Skotlandia, otoritas lokal memiliki kemampuan memperkenalkan visitor levy untuk akomodasi menginap dengan tarif persentase. Kota Edinburgh tercatat menjadi yang pertama memperkenalkannya pada Juli.

Pada periode tersebut, para tamu yang menginap di hotel, bed and breakfast, serta akomodasi mandiri dikenai tambahan 5% di atas biaya pemesanan awal. Meski demikian, pungutan tersebut dibatasi hanya untuk maksimal lima malam.

Di tempat lain, Skotlandia, pungutan 5% di Glasgow dijadwalkan mulai berlaku pada Januari 2027. Sementara itu, di Wales, rencana pungutan yang dibatasi ditetapkan sebesar £1,30 per orang per malam, dan akan diperkenalkan pada April tahun depan.

Jejak kebijakan sebelumnya di wilayah Inggris

Andy Burnham pernah menjabat sebagai walikota Manchester saat kota itu memperkenalkan City Visitor Charge pada April 2023. Kebijakan tersebut berbentuk biaya £1 per kamar per malam, yang dimaksudkan untuk membiayai langkah-langkah guna menarik lebih banyak pengunjung.

Dengan pendekatan devolusi yang memberi peran lebih besar kepada pemimpin lokal, pemerintah kini menempatkan Overnight Visitor Levy sebagai kebijakan yang dapat diadopsi dengan pertimbangan wilayah masing-masing. Rincian yang akan dipaparkan pada Kamis menjadi langkah berikutnya setelah pengenalan konsep dalam King’s Speech pada Mei lalu.