jurnalistik.co.id – Chairman Oracle, Larry Ellison, membatalkan rencana divestasi yang sebelumnya diumumkan terkait kepemilikannya di perusahaan teknologi tersebut. Pembatalan ini terjadi tak lama setelah Oracle merilis informasi rencana pelepasan saham sang pendiri.
Dalam pengumuman terbaru, Oracle menyatakan bahwa tidak ada saham Oracle yang dijual berdasarkan program yang sebelumnya disebutkan. Perusahaan juga menegaskan bahwa Ellison tidak memiliki rencana lain untuk melepas saham Oracle miliknya.
Menurut pernyataan Oracle, “Tidak ada saham Oracle yang dijual berdasarkan rencana tersebut, dan dia tidak memiliki rencana lain untuk menjual saham Oracle miliknya,” kata perusahaan dalam sebuah pernyataan. Pernyataan itu disampaikan sehari setelah Oracle mengungkap rencana Ellison untuk melepas saham.
Oracle sebelumnya mengumumkan rencana divestasi saham milik pendirinya melalui program perdagangan yang memungkinkan penjualan hingga 50 juta saham. Program tersebut memberi jangka waktu pelaksanaan hingga 24 Oktober.
Rencana pelepasan tersebut sebelumnya diproyeksikan bernilai US$7,5 miliar atau sekitar Rp132,08 triliun. Perhitungan itu menggunakan asumsi kurs Rp17.611 per dolar AS sebagaimana tercantum dalam laporan terkait pengungkapan Oracle.
Dengan pembatalan yang diumumkan satu hari setelah pengumuman divestasi, skenario penjualan saham yang semula menjadi perhatian pasar berubah arah. Langkah tersebut mengakhiri spekulasi mengenai potensi pelepasan dalam jumlah besar melalui mekanisme perdagangan terjadwal.
Program divestasi hingga 24 Oktober
Dalam rilis sebelumnya, Oracle menyebut bahwa rencana Ellison berjalan melalui program perdagangan yang memungkinkan penjualan sampai batas maksimum yang telah ditetapkan. Mekanisme program itu juga terkait tenggat waktu, yaitu hingga 24 Oktober.
Berita Terkait
Namun, perubahan yang terjadi kemudian menunjukkan bahwa program yang sudah diungkap tidak berujung pada eksekusi penjualan. Oracle menyampaikan bahwa pada akhirnya, rencana tersebut tidak diikuti dengan transaksi sesuai rencana yang diumumkan.
Nilai rencana divestasi yang sebelumnya disebutkan juga menjadi indikator besarnya posisi yang tengah dibicarakan. Perhitungan sekitar Rp132,08 triliun memberi gambaran betapa besar jumlah saham yang direncanakan untuk dilepas, yakni sampai 50 juta lembar.
Meski demikian, pembatalan rencana berarti tidak ada penjualan yang dilakukan sesuai skema yang dipaparkan dalam pengumuman sebelumnya. Oracle juga menambahkan penegasan bahwa tidak ada rencana pelepasan lain di luar program tersebut.
Bagi pasar, konfirmasi dari perusahaan biasanya menjadi penanda penting karena mengurangi ketidakpastian terkait arus transaksi di masa mendatang. Pernyataan Oracle menghadirkan kepastian bahwa rencana pelepasan yang diumumkan tidak terlaksana dan tidak digantikan oleh rencana penjualan lain.
Dengan demikian, fokus perhatian bergeser dari rencana divestasi yang sempat disebutkan menuju respons resmi yang menutup skenario tersebut. Pembatalan ini sekaligus menegaskan bahwa keputusan Ellison terkait penjualan saham Oracle tidak dilanjutkan setelah Oracle mengungkap rencana divestasi.
Oracle kini menutup informasi yang sempat memunculkan sorotan, lewat dua poin utama dalam pernyataannya: pertama, tidak ada saham yang dijual berdasarkan rencana; kedua, Ellison tidak memiliki rencana lain untuk menjual saham Oracle. Dalam konteks program yang sebelumnya disebut hingga 24 Oktober, pembaruan ini menjadi penentu akhir dari rencana yang telah dipublikasikan.
Dalam klarifikasi yang kemudian muncul, Oracle menempatkan pembatalan sebagai informasi yang meluruskan rencana sebelumnya. Penegasan ini menutup kemungkinan interpretasi bahwa program yang sudah dipublikasikan tetap akan diikuti dengan transaksi pada periode pelaksanaan yang sempat disebut.
Bagi publik dan pelaku pasar, pembaruan semacam ini berperan meredakan perkiraan yang sempat terbentuk setelah pengumuman awal. Dengan tidak adanya penjualan yang terjadi sesuai skenario awal, fokus perhatian bergeser dari potensi pelepasan terjadwal menjadi kepastian bahwa tidak ada rencana penjualan lain yang menyertainya.












