jurnalistik.co.id – Apple akhirnya menjejakkan iPhone Duo ke segmen ponsel lipat. Kehadirannya langsung berhadapan dengan Galaxy Z Fold8 dan Huawei Mate XT 2 yang lebih dulu lebih mapan di pasar perangkat lipat.
Dengan masuknya iPhone Duo, daftar pemain foldable makin panjang, termasuk Samsung yang membawa Galaxy Z Fold8, Xiaomi lewat Xiaomi 18 Fold, dan Huawei melalui Mate XT 2. Meski sama-sama sama-sama memakai konsep lipat, ketiganya datang dengan pendekatan bentuk yang tidak sepenuhnya serupa.
iPhone Duo, Galaxy Z Fold8, dan Xiaomi 18 Fold memilih desain lipat dua seperti buku. Sementara itu, Huawei Mate XT 2 mempertahankan konsep tiga layar yang dapat dibuka hingga menjadi perangkat berukuran lebih besar.
Desain dan rasa genggaman
Ketika perangkat masih tertutup, iPhone Duo diciptakan agar terasa praktis untuk pemakaian satu tangan. Apple juga menekankan kenyamanan perangkat untuk dibawa karena ukuran luarnya diklaim dapat “muat di saku”.
Begitu dibuka, fokus berpindah pada area tampilan yang lebih lega. Peralihan dari penggunaan harian saat tertutup ke penggunaan layar lebar saat terbuka menjadi salah satu titik pembeda iPhone Duo dibanding format lipat lainnya.
Layar iPhone Duo: luar lebih ringkas, dalam lebih luas
Di bagian luar, iPhone Duo mengusung layar Super Retina XDR berukuran 5,4 inci. Pada detail yang disebutkan, area layar luar itu menghadirkan sekitar 90% dari ruang layar iPhone 18 Pro.
Untuk mode terbuka, iPhone Duo memakai layar dalam Super Retina XDR 7,6 inci. Apple menyebut ukuran layar dalam ini setara dengan peningkatan sekitar 50% dibanding iPhone 18 Pro Max, sehingga pengalaman membaca maupun bekerja terlihat lebih dominan pada tampilan yang lebih lebar.
Berita Terkait
Galaxy Z Fold8: layar utama besar dengan panel Dynamic AMOLED
Sementara itu, Galaxy Z Fold8 mengandalkan layar utama 7,6 inci bertipe QXGA+ Dynamic AMOLED 2X dengan resolusi 1.848 Ă— 2.448 piksel. Pada bagian luar, perangkat ini juga menyertakan layar 5,5 inci yang memungkinkan aktivitas dasar tanpa perlu membuka lipatannya sepenuhnya.
Dari sisi pengaturan tampilan, perbedaan pendekatan terlihat jelas: iPhone Duo menonjolkan proporsi ukuran layar luar yang terkait langsung dengan iPhone 18 Pro, sedangkan Galaxy Z Fold8 menekankan spesifikasi panel pada layar utama 7,6 inci dengan resolusi yang disebut secara spesifik.
Masuknya iPhone Duo ke pasar foldable turut mengubah peta persaingan perangkat lipat. Dengan pilihan desain lipat dua ala “buku” dan konfigurasi layar luar-dalam yang dirancang untuk transisi dari perangkat saku ke layar lebih besar, Apple menargetkan pengguna yang menginginkan kenyamanan saat tertutup sekaligus ruang tampilan saat terbuka.
Di saat yang sama, Galaxy Z Fold8 dan Huawei Mate XT 2 tetap membawa ciri khasnya masing-masing. Galaxy Z Fold8 mempertahankan format layar utama besar berbasis Dynamic AMOLED 2X, sedangkan Mate XT 2 mengusung konsep tiga layar yang ketika dibuka berubah menjadi perangkat berukuran lebih besar.
Pada akhirnya, persaingan iPhone Duo bukan hanya tentang status “foldable”, melainkan cara tiap merek merancang bentuk dan pengalaman layar. Apple, lewat iPhone Duo, hadir dengan paket yang menyatukan penggunaan satu tangan saat tertutup serta perluasan area tampilan saat dibuka, sehingga posisinya berada tepat di tengah ekosistem ponsel lipat yang sudah lebih dulu ramai.
Dengan makin banyaknya pilihan foldable, pengguna juga akan lebih mudah membandingkan karakter masing-masing model dari cara mereka merespons kebutuhan harian. Ada yang menitikberatkan kenyamanan saat perangkat masih tertutup, sementara yang lain menekankan sensasi layar besar setelah dibuka.
Pada iPhone Duo, ukuran luar dan proporsi ruang tampilan dibuat agar peralihan dari saku ke layar lebih besar terasa mulus. Pola ini memperjelas bahwa format lipat tidak selalu diarahkan pada satu pengalaman yang sama, melainkan bisa dibentuk sesuai prioritas pemakaian.
Di sisi lain, Galaxy Z Fold8 dan Mate XT 2 memperlihatkan arah berbeda dalam mengelola ruang layar. Foldable dua layar memberi fokus pada satu bidang utama saat terbuka, sedangkan pendekatan tiga layar cenderung mengarah pada perubahan ukuran perangkat yang lebih terasa ketika pengguna menjangkau tampilan yang lebih lebar.












