jurnalistik.co.id – Sam Altman menyatakan bahwa OpenAI tidak akan melakukan IPO pada tahun ini. Menurut CEO perusahaan tersebut, keputusan itu diambil karena fokus utama saat ini adalah upaya keselamatan dalam pengembangan teknologi AI.
Altman menyampaikan penilaiannya dalam wawancara yang dipublikasikan oleh Fortune dalam bentuk video. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa waktu “kurang tepat” untuk membawa perusahaan ke pasar publik, sehingga penawaran umum perdana saham baru dipertimbangkan pada tahun berikutnya.
Dalam penjelasannya, Altman menempatkan keselamatan sebagai pertimbangan strategis yang tidak bisa ditunda. Ia mengaitkan agenda go public dengan kesiapan perusahaan dalam mengelola risiko yang berkaitan dengan teknologi kecerdasan buatan.
Altman juga menyebut adanya batasan moral yang menurutnya harus dipenuhi sebelum perusahaan mengambil langkah yang berdampak luas. Ia menilai, perusahaan tidak boleh mengambil tindakan yang berpotensi mendorong skenario terburuk terhadap keselamatan manusia.
Ia mengungkapkan keyakinannya bahwa risiko yang berada di kisaran sekitar 10% untuk “memusnahkan semua orang” pada akhir dekade ini tidak dapat diterima. Pernyataan tersebut muncul sebagai alasan langsung mengapa peluncuran IPO tidak dilakukan dalam periode saat ini.
Lebih jauh, Altman mengatakan bahwa saat ini mereka tengah memasuki fase baru, sehingga cara bertindak perlu disesuaikan. Ia menekankan bahwa ketika dunia berada pada era yang berbeda, perusahaan juga harus mengambil pendekatan yang berbeda agar dampak yang dihasilkan tetap selaras dengan manfaat bagi seluruh umat manusia.
Baginya, perubahan era seharusnya diiringi perubahan cara pengelolaan teknologi. Altman mengaitkan kebutuhan bertindak secara berbeda itu dengan upaya memastikan tidak ada pihak yang mengambil risiko mendekati tingkat yang ia sebutkan dalam konteks keselamatan.
Dalam wawancara tersebut, ia tidak hanya membahas soal jadwal IPO, tetapi juga memposisikan keselamatan sebagai fondasi keputusan bisnis. Dengan demikian, langkah menuju pencatatan saham diperlakukan sebagai kelanjutan dari evaluasi tanggung jawab yang lebih besar.
Altman menilai, perencanaan masa depan perusahaan harus mempertimbangkan skala dampak teknologi AI. Karena teknologi ini, kata dia, berpotensi memengaruhi kehidupan manusia secara luas, maka tahapan yang berkaitan dengan penambahan tekanan publik dan pasar perlu disesuaikan dengan kesiapan keselamatan.
Ia juga menyiratkan bahwa proses menuju pencatatan saham bukan sekadar urusan keuangan atau operasional, melainkan merupakan bagian dari strategi yang harus dipastikan tidak meningkatkan risiko yang tidak perlu. Dalam konteks itu, ia mengulang bahwa alasan “tidak dapat diterima” menjadi dasar kuat untuk menunda IPO.
Menurut pernyataan Altman, keputusan untuk tidak melantai tahun ini juga terkait dengan pandangan bahwa perusahaan sedang menjalani periode transisi menuju era baru. Ia menyebut pentingnya bertindak berbeda sebagaimana pengalaman ketika perusahaan sebelumnya menghadapi perubahan era- era sebelumnya.
Berita Terkait
- Dario Amodei Peringatkan Bahaya AI: Pengembangan Harus Diperlambat
- Jacob Coxon, mantan peneliti Anthropic, bilang pekerja AI “genuinely frightened” soal masa depan umat manusia (BBC)
- Jacob Coxon, mantan OpenAI yang kini di Anthropic, mengingatkan AI bisa menghancurkan manusia—tapi investor Silicon Valley skeptis
Dengan penundaan IPO, OpenAI memilih memastikan bahwa apa yang dikerjakan berjalan seiring dengan tujuan yang ia yakini. Ia menekankan tujuan tersebut bukan hanya soal efektivitas teknologi, melainkan juga soal memastikan manfaatnya dapat dirasakan luas sekaligus mencegah risiko yang terlalu tinggi.
Altman mengatakan bahwa pencatatan saham tidak akan dilakukan hingga tahun depan. Pernyataan ini sekaligus menjadi petunjuk bahwa manajemen perusahaan menunggu kondisi tertentu sebelum mengambil langkah IPO.
Dalam kerangka yang lebih besar, sikap itu menunjukkan bahwa OpenAI berupaya menyeimbangkan aspirasi pengembangan dengan tanggung jawab terhadap dampak jangka panjang. Altman menempatkan keselamatan sebagai elemen yang harus lebih dulu terpenuhi sebelum perusahaan memasuki fase yang melibatkan sorotan pasar modal.
Ia juga menyampaikan pandangan bahwa pengambilan risiko perlu memiliki batas yang jelas. Rasa tidak menerima atas kemungkinan risiko yang ia sebutkan muncul sebagai garis merah yang memandu arah keputusan perusahaan.
Lebih dari sekadar menahan rencana IPO, Altman tampaknya ingin menegaskan bahwa perusahaan tidak boleh terdorong oleh faktor eksternal yang membuat evaluasi keselamatan terabaikan. Ketika sebuah teknologi memiliki potensi dampak ekstrem, menurutnya, proses pengambilan keputusan harus lebih hati-hati.
Dalam wawancara tersebut, fokus pada keselamatan juga memberi gambaran bahwa strategi OpenAI tidak hanya bertumpu pada kecepatan inovasi, melainkan pada cara inovasi dijalankan. Altman menggambarkan bahwa mereka sedang menghadapi babak baru yang menuntut pendekatan yang berbeda.
Ia menambahkan bahwa perusahaan perlu memastikan tidak ada orang yang mengambil risiko mendekati tingkat tersebut. Pernyataan ini menempatkan keselamatan sebagai isu yang melampaui individu, karena menyangkut potensi keputusan kolektif dan konsekuensi yang luas.
Dengan demikian, rencana IPO yang bergeser ke tahun depan menjadi bagian dari narasi besar tentang kehati-hatian. OpenAI, melalui Altman, menyatakan bahwa saat ini prioritas utama adalah memastikan teknologi AI dikembangkan secara bertanggung jawab.
Jika pada tahun ini IPO tidak dilakukan, maka tahun depan menjadi titik yang disebut Altman untuk mempertimbangkan pencatatan saham. Pada saat yang sama, pesan yang lebih menonjol adalah bahwa keputusan tersebut berakar pada penilaian risiko dan komitmen pada keselamatan.
Wawancara dengan Fortune itu menjadi rujukan langsung bagi pernyataan Altman mengenai jadwal IPO. Dalam video yang dipublikasikan pada Sabtu, ia menguatkan bahwa keputusan menunda tidak semata-mata perhitungan pasar, melainkan terkait kebutuhan memastikan keselamatan tetap menjadi prioritas.
Altman akhirnya menutup pandangannya dengan menegaskan bahwa era baru memerlukan tindakan yang berbeda agar dampak teknologi dapat memberikan manfaat bagi seluruh umat manusia. Sikap tersebut sekaligus menjadi dasar mengapa OpenAI memilih menahan IPO tahun ini dan mengarahkan rencana pencatatan pada tahun depan.












