jurnalistik.co.id – Mantan Menteri Bisnis Peter Kyle menilai pemerintahan Andy Burnham saat ini belum cukup menempatkan fokus pada upaya mendorong pertumbuhan ekonomi. Ia juga mengajak pemerintahan untuk bergerak lebih cepat, menjelang konferensi tahunan Partai Buruh yang akan berlangsung di Liverpool.
Dalam wawancara dengan BBC, Kyle—yang kini kembali ke kursi parlemen sebagai anggota parlemen untuk Hove dan Portslade—menyampaikan penilaiannya dua bulan setelah ia dicopot dari kabinet dalam perombakan kabinet Burnham saat memasuki masa jabatan.
Kyle menegaskan bahwa ia tidak berniat “kritik”, melainkan ingin menyoroti peluang yang menurutnya masih bisa dimaksimalkan oleh negara dan pemerintah. Ia menyatakan, “If the destination means prosperity, it means freedom for people to do new things, and it means security for people and families, then why wouldn’t we put our foot down and get there quicker”.
Pidato Andy Burnham di konferensi dijadwalkan pada hari Selasa. Burnham sebelumnya mengatakan bahwa sambutannya akan membuat semua orang paham mengenai arah yang ia upayakan dalam perannya, termasuk cara ia melihat pertumbuhan ekonomi yang diinginkan.
Dalam pandangannya, Burnham menekankan bahwa pengalaman menjadi Wali Kota Greater Manchester memberinya “a clear theory of growth”, terutama keyakinannya pada pentingnya penyerahan wewenang ke wilayah-wilayah lokal. Ia berargumentasi bahwa ketika daerah dan negara bagian memiliki kontrol yang lebih besar, maka kondisi bagi “good growth in every postcode” dapat lebih mudah terbentuk.
Sementara itu, Kyle sendiri pernah menjabat sebagai Menteri Sains, sebelum kemudian memegang posisi Menteri Bisnis pada masa pemerintahan Sir Keir Starmer. Setelah keluar dari kabinet Burnham, ia kembali ke peran anggota parlemen dan kembali berada di barisan backbencher.
Dalam percakapan bersama Laura Kuenssberg untuk BBC, Kyle menyampaikan bahwa pemerintahan semestinya bersedia mengambil keputusan yang menimbulkan “short-term” pain demi pencapaian pertumbuhan dalam jangka yang lebih dekat. Ia juga memberi isyarat bahwa ada opsi untuk menunda penerapan sejumlah perubahan terkait hak pekerja, dibandingkan menjalankannya sepenuhnya tanpa mempertimbangkan urutan kebijakan.
Ia menyebut perlunya pembahasan yang jujur dengan serikat pekerja mengenai bagaimana hak-hak tersebut diurutkan. Kyle mengatakan, “We might need to look and have honest conversations with unions about how we sequence some of the rights going forward in order to make sure that we get growth into the economy in the shorter term,”.
Berita Terkait
Di sisi regulasi, Kyle mengingatkan bahwa Employment Rights Act telah disahkan pada Desember 2025, tetapi beberapa perubahan di dalamnya baru akan mulai berlaku pada tahun berikutnya. Ia memposisikan jeda tersebut sebagai ruang untuk menyusun prioritas kebijakan yang lebih sejalan dengan dorongan pertumbuhan ekonomi.
Kyle juga mengusulkan mekanisme evaluasi kebijakan pajak yang lebih berorientasi pada dampak ekonomi. Ia menyebut gagasan memasukkan “tax growth test” untuk mengukur pengaruh setiap kebijakan pajak terhadap ekonomi, sekaligus meminta para ahli pemerintah meninjau “obstacles” terhadap pertumbuhan.
Ketika ditanya apakah pemerintah memiliki fokus yang cukup terhadap pertumbuhan, Kyle memberikan jawaban yang tegas. Ia menyatakan, “I don’t think there is and that isn’t a criticism – it is pointing to the potential that we have as a country and as a government”. Ia menambahkan, “I think we need to up our ambition, I think that we need to act with more urgency when it comes to economic growth.”
Seruan tersebut muncul di tengah situasi ekonomi dan persiapan kebijakan fiskal pemerintah. Kanselir John Healey dijadwalkan menyampaikan Budget pertamanya pada 28 Oktober, sementara ia menghadapi tekanan biaya utang yang meningkat dan peringatan mengenai laju pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat.
Menurut proyeksi Organisation of Economic Co-operation and Development (OECD), ekonomi Inggris diperkirakan tumbuh sebesar 1%, sedikit lebih rendah dibandingkan perkiraan sebelumnya sebesar 1,1%.
Gambaran mengenai arah dan ritme kebijakan di internal Partai Buruh juga turut diwarnai komentar dari sejumlah tokoh. Darren Jones—yang disebut sebagai sekutu Starmer—kepada New Statesman menilai bahwa Sir Keir seharusnya diberi waktu lebih lama menjabat, dan mengkritik pendekatan yang dianggap membuat publik “queasy” lalu mengganti pemimpin terlalu cepat. Jones juga menyatakan bahwa, dalam praktik sebelumnya, pemerintahan bisa menjadi tidak populer di pertengahan masa jabatan karena pemerintah perlu mengambil keputusan struktural jangka panjang yang sulit.
Jones kemudian menambahkan bahwa terlepas dari apa pun yang terjadi dan bagaimana jalannya situasi, Partai Buruh ingin memastikan semuanya berhasil. Ia menyampaikan adanya tanggung jawab bersama untuk membantu mewujudkan target tersebut, serta menjelaskan bahwa para backbencher di Parliamentary Labour Party (PLP) berharap “Andy and his team” bisa memastikan hal itu dilakukan dengan tepat. Jones menutup dengan penekanan agar mereka “get it right”.
Di konferensi yang akan menjadi panggung strategi pemerintahan, Kyle berusaha menempatkan isu pertumbuhan sebagai agenda yang harus dijalankan dengan urgensi. Ia mendorong pemerintah untuk menilai ulang langkah-langkahnya, menata urutan kebijakan, dan menempuh keputusan yang—menurutnya—dapat mempercepat jalan menuju kemakmuran, dengan tetap mempertimbangkan biaya jangka pendek yang mungkin menyertai perubahan tersebut.












