jurnalistik.co.id – Harapan Neymar tampil di Piala Dunia 2026 kembali diselimuti tanda tanya setelah kondisi fisiknya masuk perhatian timnas Brasil. Di tengah euforia publik Brasil yang sempat menyambut pemanggilannya, kabar terbaru justru memunculkan kehati-hatian baru dari tim medis dan federasi sepak bola setempat.
Federasi Sepak Bola Brasil (CBF) mengonfirmasi bahwa Neymar tidak mengikuti sesi latihan perdana timnas Brasil yang digelar Rabu waktu setempat di Teresopolis. Dalam pernyataan resminya, CBF menyebut pemain berusia 34 tahun itu dibawa ke klinik di kota tersebut untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.
“Federasi Sepak Bola Brasil menginformasikan bahwa Neymar Jr tidak mengikuti sesi latihan tim nasional Brasil pada Rabu sore di Teresopolis. Pemain dibawa ke klinik di kota tersebut untuk menjalani pemeriksaan tambahan,” tulis pernyataan CBF.
CBF juga menegaskan bahwa tidak akan ada informasi tambahan sampai tim medis timnas Brasil menyelesaikan evaluasi terhadap kondisi Neymar. Sikap itu memperlihatkan bahwa pihak federasi memilih menunggu hasil pemeriksaan sebelum memberi kepastian lebih jauh soal keadaan sang penyerang.
Cedera Betis Jadi Kekhawatiran Baru
Dalam beberapa hari terakhir, Neymar memang diketahui mengalami masalah fisik pada bagian betis. Cedera itu membuat pemain Santos tersebut absen dalam laga Copa Sudamericana melawan San Lorenzo. Situasi tersebut langsung menambah daftar kekhawatiran Brasil, mengingat Neymar berada dalam fase penting menuju Piala Dunia 2026.
Meski begitu, pihak Santos sebelumnya sempat mencoba meredakan kecemasan publik. Dokter tim Santos, Rodrigo Zogaib, bahkan menyebut Neymar diperkirakan akan tiba di timnas Brasil dalam kondisi fit atau setidaknya sangat dekat dengan kondisi fit.
“Neymar akan bergabung dengan tim nasional dalam kondisi fit atau sangat dekat dengan kondisi fit. Bahkan masih ada kemungkinan dia bermain melawan Deportivo Cuenca pekan depan,” ujar Zogaib.
Optimisme itu kini bertemu dengan perkembangan terbaru yang justru memunculkan keraguan baru soal kesiapan Neymar. Apalagi, nama sang pemain memang selalu menjadi sorotan besar setiap kali Brasil mendekati turnamen penting.
Menjelang Laga Pembuka Melawan Maroko
Kondisi Neymar menjadi semakin penting karena Brasil tengah mempersiapkan diri menghadapi laga pembuka Piala Dunia 2026 melawan Maroko. Dengan statusnya sebagai salah satu pemain paling berpengalaman dan paling dikenal dalam skuad Brasil, kebugaran Neymar otomatis berdampak besar pada rencana tim.
Di sisi lain, perjalanan Neymar menuju turnamen itu memang tidak berjalan mulus. Ia belum pernah kembali bermain untuk Brasil sejak Oktober 2023, saat mengalami cedera ligamen lutut anterior atau ACL ketika menghadapi Uruguay dalam laga kualifikasi Piala Dunia.
Sejak kembali memperkuat Santos pada Januari tahun lalu, mantan pemain FC Barcelona dan Paris Saint-Germain itu terus bergulat dengan persoalan kebugaran. Masa-masa setelah kepulangannya ke klub lamanya di Brasil belum benar-benar lepas dari gangguan fisik yang membuat ritme bermainnya tak selalu stabil.
Meski demikian, catatan kontribusinya tetap menunjukkan bahwa Neymar masih memberi pengaruh besar ketika berada di lapangan. Sepanjang periode tersebut, ia mencatat 17 gol dari 38 pertandingan di semua kompetisi. Angka itu menjadi pengingat bahwa Neymar masih punya kapasitas memberi pembeda, meski kondisi tubuhnya kerap menjadi tanda tanya.
Respons Neymar di Tengah Sorotan
Dalam beberapa hari terakhir, Neymar juga sempat mengunggah video latihan di pusat kebugaran melalui media sosialnya. Unggahan itu memberi kesan bahwa ia tetap berupaya menjaga kebugaran di tengah kabar yang beredar mengenai kondisi fisiknya.
Usai kemenangan Santos di Copa Sudamericana, Neymar juga sempat menepis kabar mengenai situasinya. Ia membalas pertanyaan wartawan dengan nada singkat, seolah ingin meredam spekulasi yang berkembang.
“Saya baik-baik saja, saya baik-baik saja. Masalah apa yang sedang kalian bicarakan?” ujar Neymar kepada wartawan.
Namun, terlepas dari respons itu, pemeriksaan tambahan yang dijalani di Teresopolis membuat Brasil tetap harus menunggu dengan waswas. Bagi tim yang menaruh harapan besar pada pengalaman dan kualitas Neymar, setiap kabar soal kebugarannya akan menjadi bahan pemantauan ketat sampai benar-benar ada kepastian dari tim medis.
Situasi ini menempatkan Brasil dalam posisi hati-hati menjelang Piala Dunia 2026. Di satu sisi, Neymar tetap menjadi nama besar yang diharapkan memberi kontribusi. Di sisi lain, masalah betis dan riwayat cedera yang terus membayangi membuat seluruh pihak memilih bersabar menanti hasil pemeriksaan lanjutan sebelum mengambil kesimpulan apa pun.












