jurnalistik.co.id – Chelsea resmi mendatangkan striker Danny Welbeck dari Brighton, dan memastikan pemain berusia 35 tahun itu masuk ke skuad The Blues untuk dua musim ke depan.
Pengumuman itu datang setelah Welbeck menutup musim bersama Brighton dengan catatan produktivitas yang menonjol di Liga Premier.
“When you hear of the interest from Chelsea, it’s something that fills you with such immense pride,” ujar Welbeck. “I know a few of the boys already and I’ve had fantastic conversations with the manager and already feel that connection.”
Ia menambahkan, “I’ve got that fire in my belly and I’m ready to give it everything for this club to make everyone at Chelsea, and the supporters, proud.”
Dalam kesepakatan tersebut, Chelsea menandatangani Welbeck dengan durasi dua tahun di Stamford Bridge. Baik Chelsea maupun Brighton tidak menyampaikan nominal biaya transfer yang dibayarkan untuk pemain tersebut.
Welbeck menjadi perekrutan ketiga Chelsea pada musim panas ini, setelah sebelumnya mendatangkan Morgan Rogers dari Aston Villa serta Marco Palestra dari Atalanta.
Pada musim lalu, Welbeck mencatatkan pencapaian terbaik dalam kariernya di kompetisi domestik. Ia membukukan 13 gol liga dari 37 pertandingan bersama Brighton, dengan hanya tiga pemain Inggris lain yang menghasilkan gol lebih banyak di Premier League.
Angka itu juga sejalan dengan performanya yang efisien, karena kontribusinya datang dari 12.5 expected goals (xG), yang memperlihatkan kecenderungan penyelesaian yang tetap berada pada ekspektasi.
Dari sisi peluang, tingkat konversi big chance Welbeck tercatat 47.6%. Presentase itu berada sedikit di belakang Joao Pedro (53.9%), tetapi lebih tinggi dibandingkan Nicolas Jackson (41.2%) yang musim lalu sempat menjalani masa peminjaman ke Bayern Munich.
Datangnya Welbeck sekaligus memunculkan pertanyaan mengenai masa depan opsi penyerang tengah Chelsea lainnya. Joao Pedro disebut sebagai pilihan utama klub, sementara Chelsea juga memiliki Liam Delap, Emmanuel Emegha, Marc Guiu, dan Nicolas Jackson di skuat.
Di sisi strategi, kedatangan Welbeck dipandang sebagai perubahan arah transfer dibanding pola yang dominan sejak kepemilikan baru mengambil alih klub pada 2022. Dalam periode tersebut, Chelsea lebih sering mengarah pada rekrut pemain yang relatif lebih muda.
Berita Terkait
Bagi banyak penggemar, usia Welbeck yang sudah masuk kepala tiga mungkin terasa tidak sesuai dengan profil skuad yang selama tiga tahun terakhir dibangun dengan kombinasi pemain muda.
Namun, karakter permainan Welbeck menjadi alasan mengapa transfer ini menarik untuk dianalisis. Menurut penilaian yang menyoroti kebutuhan gaya bermain, Welbeck dinilai menawarkan ketepatan dan gerakan yang lebih konsisten dibanding yang tidak selalu tersedia dari penyerang Chelsea saat ini.
Catatan musim lalu menunjukkan bahwa Welbeck tetap mampu meregangkan pertahanan. Ia membuat 132 runs in behind yang membantu ancaman ke ruang di belakang lini lawan, sekaligus berperan dalam kontribusi operan penghubung yang sederhana namun efektif.
Ia juga tercatat menciptakan 20 peluang open play untuk Brighton, dan menjaga efisiensi dalam penyelesaian akhir dengan mengarahkan tembakan tepat sasaran pada hampir setengah upayanya.
Dari aspek kerja tanpa bola, Welbeck juga dinilai relevan untuk struktur tekanan. Ia rata-rata melakukan 32 pressures per 90 di sepertiga akhir permainan, angka yang disejajarkan dengan Joao Pedro dan berada di atas Nicolas Jackson.
Selain itu, ketahanan fisik menjadi poin penting dalam performanya. Welbeck bermain dalam 37 pertandingan liga, dengan 26 laga di antaranya dimulai sebagai starter.
Secara perjalanan karier, Welbeck berawal dari akademi Manchester United sebelum pindah ke Arsenal. Ia bergabung dengan Arsenal pada 2014 melalui kesepakatan senilai ÂŁ16 juta, dan menjalani masa lima tahun di London Utara sebelum melangkah ke Watford.
Setelah satu musim bersama Watford, Welbeck kemudian pindah ke Brighton pada 2020, dan sejak saat itu namanya terus menguat di panggung Premier League.
Bersama tim nasional Inggris, Welbeck mencetak 16 gol dalam 42 penampilan. Penampilan terakhirnya untuk Inggris terjadi pada 2018, dan ia tidak dipilih untuk skuad Piala Dunia 2026 yang dipimpin Thomas Tuchel.
Dengan kedatangan Welbeck, Chelsea memperoleh dimensi baru dalam susunan penyerang yang bisa membantu fase serangan sekaligus menjaga ritme tekanan. Kualitas yang ditekankan dari profilnya adalah kedisiplinan taktis, kecenderungan bekerja tanpa pamrih, serta kemampuan menghubungkan fase-fase permainan.
Meski tidak diharapkan sepenuhnya mengubah arah serangan Chelsea, Welbeck diposisikan sebagai pemain yang menambah variasi dan stabilitas pada paket ofensif The Blues.












