Hukum & Kriminal

Savannah Guthrie: ‘Our hearts are in ruins’ setelah catatan tebusan Nancy Guthrie dirilis polisi Arizona

×

Savannah Guthrie: ‘Our hearts are in ruins’ setelah catatan tebusan Nancy Guthrie dirilis polisi Arizona

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: 'Our hearts are in ruins,' Savannah Guthrie says after kidnapped mother's ransom notes released

jurnalistik.co.id – Kepolisian di Arizona merilis dua catatan tebusan yang diyakini terkait penculikan Nancy Guthrie, ibu dari pembawa acara berita AS Savannah Guthrie. Rilis berkas ini dilakukan dengan harapan publik dapat mengenali tulisan atau pola bahasa dari penculik.

Menurut Pima County Sheriff’s Office, dua catatan tersebut diserahkan kepada sebuah stasiun televisi lokal di Tucson dalam beberapa hari setelah Nancy Guthrie dinyatakan hilang. Petugas menyebut mereka tidak dapat memverifikasi klaim kematian Nancy yang muncul di catatan kedua, sehingga penyelidikan tetap berjalan.

Di pengumuman terpisah, sheriff mengatakan pihaknya meyakini “distinct linguistic characteristics may be recognisable” oleh orang-orang yang mungkin mengenali cara menulis atau ekspresi tertentu. Sheriff juga menegaskan kemungkinan ada keterkaitan informasi dari lingkungan terdekat korban.

Dalam keterangannya, Pima County Sheriff’s Office menyebut: “A friend, family member, coworker, classmate, or acquaintance may recognise these patterns of expression and possess information that could help identify the individual responsible.” Pernyataan itu menyertakan ajakan agar siapa pun yang merasa memiliki petunjuk—termasuk dari sudut pandang bahasa—segera melapor.

Catatan pertama, yang dianggap tampak kredibel, meminta uang tebusan bernilai jutaan dolar dalam bentuk Bitcoin. Di catatan itu, penculik menyatakan bahwa Nancy Guthrie “She is safe but scared” dan akan dibebaskan tanpa cedera setelah pembayaran.

Catatan tersebut memuat tenggat pembayaran yang spesifik. Penculik menulis: “You will need to send bitcoin in the amount of $4 million USD before 5PM on Thursday the 5th.” Jika pembayaran tidak masuk sesuai batas waktu awal, ancaman meningkat menjadi nilai tebusan lain.

Masih dalam catatan pertama, pihak penculik menambahkan bahwa bila pembayaran tidak diterima, tebusan akan dinaikkan: “the ransom will be increased to 6 million USD which will need to be paid by 5PM on Monday the 9th.” Setelah deposit dilakukan ke alamat Bitcoin yang disebut, Nancy disebut akan dilepas “within 12 hours of deposit to a safe drop off location back in Tucson”.

Apabila syarat terakhir pada tenggat yang ditetapkan tidak dipenuhi, catatan itu juga memuat ancaman langsung. Penculik menulis bahwa jika pembayaran tidak diterima sebelum batas akhir: “she will be killed.”

Di bagian catatan, penculik menegaskan kontrol komunikasi dengan korban. Catatan itu menyatakan: “You will not be able to contact me from here on out, there will be no negotiation. Do not play games, law enforcement will not be able to help you,” sebelum ditutup dengan detail lain yang dicantumkan penculik.

Catatan pertama juga memuat perincian yang disebut setelah kemungkinan kalimat yang telah disensor. Di bagian penutup, catatan tersebut menyebut: “She had a white smart watch on the floor of the foot of her bed and the white flood light in backyard was destroyed.”

Catatan kedua datang empat hari setelah catatan pertama. Dalam catatan itu, penculik menyatakan keluarga korban tidak sepenuhnya memahami “the seriousness of her physical condition” dan menegaskan “We never intended to hurt her, that was not our intention.”

Namun, catatan kedua juga mengklaim adanya perubahan nasib Nancy segera setelah penculikan. Penculik menulis: “She perished shortly after she was taken. We believe it was heart related.” Catatan tersebut juga menyebut: “She is buried in nature now.”

Selain itu, catatan kedua menekankan bahwa hasil akhir tidak dapat diubah. Penculik menyatakan: “Nothing you could have done could have changed the outcome. We want your family to know this and hope you all can find peace. We are truly sorry.”

Guthrie disebut sebagai ibu dari Savannah Guthrie, dan Nancy terakhir kali terlihat pada 31 Januari. Ketika dinyatakan hilang, Nancy berusia 84 tahun, dan penjemputan terakhirnya dikaitkan dengan kejadian di dekat Tucson.

Pihak sheriff menyampaikan bahwa penyelidik percaya Nancy Guthrie diambil secara paksa dari rumahnya, tetapi mereka tidak membagikan dugaan motif. Polisi juga belum mengumumkan penahanan terhadap tersangka.

Secara waktu, catatan pertama diterima pada 2 Februari, sementara catatan kedua tiba empat hari setelahnya. Dari keterangan yang beredar, Nancy Guthrie disebut menghilang setelah keluarga gagal mendapati Nancy pada paginya, termasuk ketika rencana hadir ke rumah seorang teman untuk menyaksikan layanan gereja virtual tidak terjadi.

Setelah catatan-catikatan itu keluar, Savannah Guthrie merespons melalui media sosial. Pada 7 Februari, ia menyatakan: “We received your message and we understand,” serta meminta penculik “to return our mother to us… This is very valuable to us, and we will pay.”

Beberapa hari kemudian, Savannah juga merilis video yang berisi permohonan agar penculik “do the right thing” serta mengungkap lokasi keberadaan ibunya. Pada Sabtu, ia kembali menyampaikan kesedihannya.

Dalam unggahan Instagram pada Sabtu pagi, Savannah menulis: “We have lived every moment, every breath, and every heartbeat in agony and despair.” Ia melanjutkan dengan menyebut kekuatan yang ia pelajari dari ibunya, namun menegaskan kondisi emosional keluarganya.

Ia menuliskan: “Every day, we wake up and try to be strong and go on – because that’s what our joyful and resilient Mom taught us to do. But make no mistake – our hearts are in ruins.” Kalimat “Our hearts are in ruins” juga menjadi bagian dari pernyataan yang ia sampaikan pada saat catatan ditebusan dirilis.

Dalam pernyataan pada Sabtu, Savannah juga menyebut dirinya dan keluarga berada dalam kondisi “desperate” serta “begging for help.” Ia menegaskan keluarga berupaya mengetahui apa yang terjadi agar bisa memberi ibunya “the dignity of a proper goodbye — a celebration of her remarkable life that she so deserves”.

Selain itu, Savannah mengimbau siapa pun yang memiliki informasi atau kecurigaan untuk segera melapor. Ia juga menyebut bahwa tip dapat diberikan tanpa menyebut identitas, dan masih ada hadiah yang disiapkan untuk informasi yang mengarah pada pemulihan Nancy Guthrie.

Rilis catatan tebusan ini sekaligus mengingatkan bahwa otoritas kerap menggunakan tulisan dan petunjuk komunikasi untuk membantu identifikasi pelaku. Dalam laporan terdahulu, pihak berwenang menyebut manifesto yang memuat identitas Ted Kaczynski—yang dikenal sebagai “Unabomber”—teridentifikasi setelah dipublikasikan oleh media, lalu dikenali oleh saudara pelaku.

Otoritas juga pernah merilis gambar seorang tersangka yang bermasker dan bersenjata, termasuk ciri bahwa ia menutup kamera pintu depan di rumah Nancy sebelum penculikan terjadi. Namun, ditemukan pula bahwa sarung tangan yang dijumpai di sekitar lingkungan tempat tinggal Nancy tidak menghasilkan bukti DNA.