jurnalistik.co.id – Pemerintah Provinsi Gorontalo terus mematangkan rangkaian persiapan kunjungan kerja Solidaritas Perempuan untuk Indonesia Kabinet Merah Putih (Seruni KMP) ke daerah itu. Kegiatan dijadwalkan berlangsung pada 13–14 Oktober 2026.
Agenda persiapan dibahas melalui rapat rencana organisasi pendamping para menteri Seruni KMP di Auditorium Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, pada Jumat (25/9/2026). Rapat tersebut dihadiri Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bersama sejumlah pimpinan OPD.
Selain Gubernur, rapat juga melibatkan Ketua Dekranasda Nani Ismail Mokodongan dan Sekdaprov Sofian Ibrahim. Hadir pula Kadis Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bambang Trihandoko serta Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak–PMD Yana Yanti Suleman.
Koordinasi juga diikuti Staf Khusus Gubernur Bidang Infrastruktur Bonny Ointu. Dalam pertemuan tersebut, turut hadir pendamping atau istri para menteri, termasuk Ketua Bidang I Seruni KMP Liza Thohir serta Wakil Ketua Bidang I Seruni KMP Mardiana Estilistiati Pambudy.
Yana menjelaskan bahwa kunjungan kerja Seruni KMP ke Gorontalo akan diisi rangkaian kegiatan sosial yang menyasar langsung masyarakat. Salah satu agenda utama adalah layanan kesehatan serta kunjungan ke wilayah untuk penyerahan bantuan dan pemeriksaan kesehatan gratis.
“Untuk kegiatan Seruni di Gorontalo, ada beberapa agenda yang akan dilaksanakan, di antaranya peresmian dan penyerahan rumah bagi keluarga berisiko stunting,” ujar Yana. Ia menambahkan bahwa kegiatan juga mencakup operasi katarak untuk 82 masyarakat.
Dalam rencana lapangan, Seruni KMP dijadwalkan mengunjungi Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango. Di wilayah tersebut, kegiatan diarahkan untuk penyerahan bantuan serta pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.
Berita Terkait
Selain dukungan kesehatan dan penyerahan bantuan, Seruni KMP juga menyiapkan agenda peresmian rumah bagi keluarga berisiko stunting. Sebanyak lima unit rumah telah dibangun dan akan diserahkan kepada keluarga berisiko stunting di Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo.
Rangkaian kegiatan turut melibatkan sekitar 300 anak atau remaja utusan sekolah. Pelaksanaannya dirangkaikan dengan penyerahan buku serta sosialisasi dari sejumlah kementerian.
“Alhamdulillah kalau dilihat persiapan kegiatan kunjungan kerja Seruni di Gorontalo ini sudah 80 sampai 90 persen,” ungkap Yana. Pernyataan itu menggambarkan kesiapan berbagai unsur pendukung yang dibutuhkan menjelang hari pelaksanaan.
Pemerintah Provinsi Gorontalo berharap kunjungan tersebut dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Kunjungan kerja Seruni KMP diharapkan sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam penanganan persoalan sosial, kesehatan, pemberdayaan perempuan, serta pencegahan stunting.
Lebih lanjut, masyarakat dan kelompok UMKM yang terlibat didorong untuk memanfaatkan momentum kunjungan. Dorongan tersebut mencakup penguatan usaha serta edukasi penyediaan makanan bergizi guna mendukung penanganan tengkes.
Seruni KMP sendiri merupakan organisasi yang diinisiasi dan dipimpin oleh pendamping Wakil Presiden RI Selvi Ananda. Dengan struktur pendamping para menteri yang hadir dalam rapat koordinasi, persiapan kunjungan diharapkan berjalan selaras dengan target kegiatan yang telah disusun.
Dalam pembahasan tersebut, unsur pemerintah daerah dan pihak pendukung juga diarahkan agar setiap rangkaian di lapangan berjalan terkoordinasi. Koordinasi melibatkan pimpinan OPD terkait di Gorontalo, termasuk mereka yang menangani aspek lingkungan hidup, pemberdayaan perempuan, serta perlindungan anak. Kehadiran pendamping/istri para menteri beserta perwakilan bidang dalam Seruni KMP turut menjadi penguat agar pelaksanaan antar-kegiatan selaras dengan agenda yang telah dirancang.
Rangkaian kegiatan dirancang tidak hanya berfokus pada penyerahan bantuan, tetapi juga layanan pemeriksaan kesehatan dan program sosial yang menyasar kebutuhan masyarakat. Di Bone Bolango, kegiatan diarahkan pada layanan kesehatan gratis dan pemberian bantuan, sementara pada Kecamatan Limboto, penyerahan lima unit rumah untuk keluarga berisiko stunting menjadi bagian yang menonjol. Pada waktu yang sama, ada pula agenda operasi katarak bagi 82 masyarakat, serta pelibatan sekitar 300 anak atau remaja utusan sekolah yang kegiatan waktunya disatukan dengan penyerahan buku dan sosialisasi dari sejumlah kementerian. Momentum kunjungan juga dimanfaatkan untuk mendorong kelompok UMKM agar mendukung penyediaan makanan bergizi sebagai bagian dari edukasi guna membantu upaya penanganan tengkes.












