Daerah

Union Jack Raksasa Birmingham Dirangkai dari Bendera Lampu Pos yang Terbuang

×

Union Jack Raksasa Birmingham Dirangkai dari Bendera Lampu Pos yang Terbuang

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Birmingham union jack art made from discarded lamp-post flags

jurnalistik.co.id – Seorang perajin tekstil di Birmingham mengubah bendera lampu pos yang sudah compang-camping menjadi karya besar berbentuk Union Jack. Lewat proyek bertajuk Re-Union Jack, Clare Elisabeth ingin menyampaikan pesan persatuan sekaligus menyoroti efek yang ditimbulkan dari aksi pemasangan bendera tanpa izin.

Karya tersebut dibuat dari puluhan bendera yang sebelumnya digantung pada lampu-lampu pos secara tidak resmi. Elisabeth menyebut ide utamanya adalah memberi “hidup baru” pada benda-benda yang sudah terlanjur dipakai dalam gerakan yang ia nilai memicu perpecahan di komunitas-komunitas.

“I thought rather than throw them away, there’s got to be a way that I can repurpose them into something more positive because they have been causing a lot of division,” ujar Elisabeth, sebagaimana tertuang dalam penjelasan mengenai proyeknya. Ia menilai, alih-alih membiarkan bendera-bendera itu hilang begitu saja, lebih baik menjadikannya sesuatu yang membawa dampak lebih konstruktif.

Dalam proyek yang terhubung dengan International Day of Birmingham, Elisabeth menggabungkan dan merangkai bendera-bendera tua tersebut menjadi sebuah komposisi berukuran 4 meter kali 7 meter. Karya itu diproduksi oleh tim kecil yang dipimpin oleh sang seniman, yang biasanya bekerja menggunakan kain-kain vintage.

Nama-nama dari beragam figur Birmingham

Karya Re-Union Jack tidak hanya menampilkan bentuk Union Jack, tetapi juga memuat nama-nama dari ratusan tokoh penting di wilayah West Midlands. Sebagian orang bahkan datang langsung untuk mendukung gagasan ini dengan menambahkan tanda tangan mereka pada karya tersebut.

Elisabeth menyatakan bahwa proyeknya berangkat dari respons terhadap gerakan pengibaran bendera yang—menurutnya—telah menyebabkan pembelahan di berbagai komunitas di seluruh negeri. Ia juga mengaitkan karya ini dengan semangat Birmingham sebagai “magical melting pot”, atau ruang percampuran budaya dan identitas yang hidup berdampingan.

Daftar penandatangan mencakup keturunan penemu James Watt, serta anggota grup musik reggae seperti Steel Pulse dan UB40. Nama lain yang disebut dalam karya itu antara lain Ozzy Osbourne, Duran Duran, dan Jorja Smith.

Menurut laporan yang menyertai pameran karya tersebut, beberapa waktu terakhir bendera Union Jack dan salib St George mulai bermunculan di berbagai wilayah melalui pemasangan yang tidak mendapat persetujuan, termasuk di West Midlands. Di sejumlah lingkungan Birmingham, keberadaan bendera-bendera tersebut berujung pada bentrokan antara kelompok yang berbeda pandangan, serta warga yang menilai kehadirannya lebih bersifat memecah daripada patriotik.

Dalam konteks itu, Dewan Birmingham juga mengeluarkan perintah pengadilan untuk melarang aktivis memasang bendera-bendera di lampu pos. Namun, di tengah riuhnya polemik, Elisabeth memilih merumuskan ulang simbol yang sama melalui pendekatan seni tekstil.

Peragaan karya berlangsung di Council House pada hari Kamis dan Jumat, yang menjadi bagian dari perayaan International Day of Birmingham. Dengan warna Union Jack yang dibangun dari sisa-sisa bendera lampu pos, karya ini menempatkan nama-nama tokoh dari Midlands sebagai penegasan bahwa identitas wilayah dapat dirayakan secara lebih menyatukan—bukan memecah.

Elisabeth merangkai gagasan itu dengan cara yang berbeda dari pemasangan bendera pada ruang publik: ia memilih memindahkan bahan-bahan yang sebelumnya ditempelkan secara tidak resmi ke dalam bentuk kain, lalu menyusunnya menjadi satu komposisi besar. Ukuran karya 4 meter kali 7 meter membuat setiap detail lebih mudah dibaca, sekaligus menekankan bahwa simbol yang sama bisa dibawa ke arah yang lebih mengajak berdialog.

Dalam prosesnya, nama-nama yang dicantumkan berfungsi seperti jejak budaya lokal. Karya tersebut tidak berhenti pada bentuk Union Jack, tetapi juga menghadirkan ratusan figur penting dari West Midlands, termasuk keturunan James Watt dan musisi yang dikenal dari kancah reggae seperti Steel Pulse serta UB40, juga tokoh yang disebut seperti Ozzy Osbourne, Duran Duran, dan Jorja Smith. Kehadiran pengunjung yang datang untuk menambahkan tanda tangan menunjukkan dukungan langsung terhadap pesan yang ingin dibangun.

Langkah merumuskan ulang simbol itu muncul di tengah situasi yang memanas, ketika Dewan Birmingham pernah mengeluarkan perintah pengadilan agar para aktivis tidak memasang bendera di lampu pos. Alih-alih menambah ketegangan lewat tindakan serupa, Elisabeth menempatkan ulang simbol tersebut dalam konteks perayaan International Day of Birmingham di Council House, dengan harapan identitas wilayah dapat dirayakan sebagai “magical melting pot” yang saling berdekatan, bukan arena yang memecah.