Hukum & Kriminal

“We’re powerless”: di garis depan pencurian toko di Greggs

×

“We’re powerless”: di garis depan pencurian toko di Greggs

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: 'We're powerless': On the shoplifting front line in Greggs

jurnalistik.co.id – “We’re powerless”, keluh yang terdengar dari dalam sebuah toko Greggs saat para pencuri beraksi di hadapan staf dan pelanggan. Rekaman yang dibuat BBC menggambarkan momen ketika toko tersebut diserbu tanpa banyak upaya untuk menyembunyikan wajah.

Insiden itu terjadi di outlet Greggs di Bearwood, dekat Birmingham. BBC datang untuk berbicara dengan staf dan pengunjung mengenai pencurian toko, namun kru justru berhadapan langsung dengan dua pria yang sedang melakukan pengambilan barang.

Dua orang tersebut memakai ransel dan tidak berusaha menutup wajah saat melakukan aksinya. Mereka langsung masuk dan merampas barang di depan orang-orang di lokasi.

Menurut rekaman yang dikumpulkan, aksi yang berlangsung sekitar 55 detik dilakukan secara terang-terangan. Dalam waktu singkat itu, keduanya menyisir area toko, termasuk lemari pendingin, seolah mencari lebih banyak barang.

Ketika seorang pekerja mencoba menghentikan mereka, salah satu pelaku membalas dengan kata-kata kasar. Situasi tersebut terjadi tepat di outlet saat staf berupaya menahan kejadian agar tidak berlanjut.

Raid 55 detik yang dilakukan berulang

Staf toko menceritakan kepada BBC bahwa serangan yang berani dan berlangsung sekitar 55 detik itu sudah menjadi bagian dari rutinitas pelaku. Mereka menyebut para pelanggar menargetkan outlet tersebut berkali-kali setiap hari.

Dalam laporan tersebut, tindakan para pencuri digambarkan bukan sebagai insiden tunggal. Sebaliknya, pola serupa dikatakan berulang dan membuat staf merasa situasi di lapangan begitu sulit dikendalikan.

BBC merekam momen ketika para pelaku melakukan pengambilan tanpa bersembunyi, sambil tetap berada di ruang yang sama dengan pekerja yang bertugas. Para staf yang berada di tempat menilai tindakan itu sangat berani karena dilakukan di depan orang.

Rekaman juga menampilkan bagaimana para pelaku tetap melanjutkan pencarian barang meski ada upaya penghentian dari pekerja. Ketika pekerja mencoba menghalangi, mereka terdengar mengeluarkan umpatan marah.

Umpatan itu muncul saat pekerja perempuan berusaha menahan pelaku agar tidak terus mengambil barang. Meski ada intervensi tersebut, para pencuri tetap menjalankan aksinya selama puluhan detik.

Dari keterangan staf kepada BBC, pencurian seperti ini terjadi berulang kali di outlet itu. Mereka menyatakan para pelaku menyasar tempat yang sama berkali-kali setiap hari.

Greggs kemudian menanggapi masalah ini dengan menyatakan perusahaan menaruh perhatian besar terhadap persoalan pencurian toko. Perusahaan menyebut problem tersebut “extremely seriously”, dan mengaku telah meningkatkan langkah keamanan di berbagai outlet.

Selain penguatan keamanan internal, Greggs juga menyampaikan bekerja sama dengan polisi. Dalam pernyataannya, perusahaan menempatkan penanganan bersama aparat sebagai bagian dari upaya menghadapi pencurian toko.

Dengan demikian, insiden di Bearwood yang terekam menjadi gambaran situasi ketika aksi pencurian dilakukan secara terbuka di hadapan staf. Staf menggambarkan serangan yang berlangsung sekitar 55 detik dan berulang setiap hari, sementara Greggs menegaskan responsnya melalui peningkatan keamanan serta koordinasi dengan kepolisian.

“We’re powerless” muncul sebagai ringkasan rasa tidak berdaya yang dirasakan di lapangan saat pencurian terjadi tanpa hambatan yang berarti. Di tengah proses itu, upaya pekerja untuk menghentikan aksi tetap berhadapan dengan pelaku yang bertindak cepat dan terang-terangan.

Rekaman yang disiapkan BBC memperlihatkan bagaimana pelaku bertindak seperti tidak ada yang perlu ditakuti saat bekerja berlangsung. Mereka bergerak di dalam toko dengan wajah yang tetap terlihat, sementara staf dan pelanggan berada pada jarak dekat. Dalam durasi singkat itu, aktivitas pengambilan barang tampak terencana karena perhatian mereka tidak hanya tertuju pada satu titik, tetapi menyisir bagian lain yang tersedia di outlet.

Dari cerita staf kepada tim BBC, gangguan itu tidak berhenti setelah satu kejadian. Serangan serupa disebut kembali terjadi dengan frekuensi yang membuat suasana kerja menjadi tegang dan menguras tenaga, karena pelaku yang sama atau kelompok yang bertindak dengan pola mirip datang untuk mengincar lokasi yang dianggap selalu dapat dimasuki. Kondisi tersebut membuat staf sulit mengendalikan situasi di lapangan, terutama ketika pelaku terus melanjutkan aksi meski sudah ada upaya penghentian.

Menanggapi pemberitaan tersebut, pihak Greggs menyatakan perusahaan memperlakukan pencurian toko dengan sangat serius dan mengaku telah memperkuat langkah keamanan di berbagai outlet. Di saat yang sama, perusahaan juga menegaskan adanya kerja sama dengan polisi, dengan pendekatan penanganan bersama sebagai bagian dari upaya menghadapi kejadian berulang seperti di Bearwood. Dengan demikian, insiden yang terekam bukan hanya menggambarkan satu aksi, melainkan kondisi yang berulang dan respons yang berupaya menutup celah di tingkat keamanan.