Hukum & Kriminal

Warga Kings Heath merasa polisi “meninggalkan mereka” di tengah gelombang kriminalitas

×

Warga Kings Heath merasa polisi “meninggalkan mereka” di tengah gelombang kriminalitas

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: We feel abandoned by police in crimewave, say Kings Heath residents

jurnalistik.co.id – Gelombang kejahatan yang berlangsung berbulan-bulan di Kings Heath, Birmingham, membuat sebagian warga kian gelisah—bukan hanya soal meningkatnya insiden, tapi juga rasa mempertanyakan siapa yang sebenarnya memegang kendali di lingkungan mereka.

Di tengah ramainya aktivitas di pusat perbelanjaan, staf salah satu toko makanan cepat saji di Kings Heath mengaku sudah terlalu sering menghadapi aksi yang mereka anggap di luar batas kewajaran.

Seorang pekerja menyebut para pelaku menyeberang melampaui konter untuk mengambil rangkaian makanan ringan, termasuk ketika remaja melompati meja dan meraih seluruh nampan berisi keripik serta kue. “We’ve had a number of staff leave recently,” kata pekerja itu. “They should not have to come to work in fear.”

Menurut laporan yang disampaikan kepada BBC, selama musim panas kulkas minuman berkarbonasi berkali-kali dibobol, sementara pintu depan dan jendela mengalami kerusakan akibat aksi vandalisme. Pelanggan yang sempat menyaksikan serangan juga disebut mengalami pelecehan verbal, bahkan ada yang sepeda motornya dirusak.

Di lokasi lain, sebuah gerai roti cepat saji juga menjadi sasaran ketika sebuah kelompok berlari masuk untuk mengambil makanan dalam jumlah besar. Pada satu kejadian, seorang pekerja perempuan yang mencoba mengunci pintu agar menghentikan pelaku justru diserang oleh seorang gadis remaja.

Toko kelontong yang menjadi target berulang juga harus menjaga pintu tetap terkunci sepanjang sore hingga malam. “…the manager says as he scrolls through CCTV images of thefts and vandalism,” sebagaimana disampaikan dalam pemberitaan, menggambarkan bagaimana petugas mengandalkan rekaman pengawasan untuk memantau rangkaian pencurian dan perusakan.

Di salon rambut Coustis, adik-beradik Tina Bartlam dan Antonio Constantinou yang sudah menekuni usaha itu selama 40 tahun juga mengalami dampak serupa. Jendela bangunan disebut harus dipasang papan penutup setelah dilempari dan dirusak.

Kings Heath dikenal memiliki sekolah yang baik, toko-toko independen, serta suasana seni musik dan komunitas yang aktif. Namun, dalam beberapa bulan terakhir, tindakan segelintir orang membuat banyak warga merasa tidak aman dan bingung menentukan pihak mana yang seharusnya turun tangan.

Di media sosial, terutama grup komunitas, warga dikatakan saling berbagi laporan kesaksian tentang kejahatan yang terjadi hampir setiap hari. Aktivitas yang terus muncul itu, menurut narasi yang disajikan, memicu kemarahan sekaligus pertanyaan mengapa tampaknya tak ada pihak yang mampu menghentikannya.

Insp Hayley Thompson, yang memimpin kepolisian di Kings Heath, menyatakan kepolisian menanggapi perilaku anti-sosial “incredibly seriously” dan berupaya membuat wilayah itu lebih aman. Meski begitu, Matt Powell dari Enjoy Kings Heath—lembaga Business Improvement District (BID) setempat—mengungkap keraguannya.

“This community has been let down by the police,” ujarnya. “People feel like they’ve been abandoned.”

Powell mengatakan ia selama bertahun-tahun memiliki hubungan baik dengan aparat. Tetapi, menurutnya, kurangnya kepastian dan jaminan kepada publik terkait gelombang kejahatan belakangan ini menciptakan “vacuum” sehingga sebagian orang mempertimbangkan tindakan main hakim sendiri.

Ia juga menilai persoalan yang lebih berat adalah peredaran obat yang terjadi secara terbuka di jalan-jalan. Dalam pandangannya, tindakan pencurian kecil juga menjadi isu lain yang sulit diabaikan.

“Powell says he understands the pressures of modern day policing and assumes something is happening behind the scenes they may not be privy to,” demikian inti penjelasannya. Namun ia menegaskan: “the lack of visible policing is surely making people feel like they can get away with it”.

Dari sisi kebijakan, pada bulan Juli West Midlands Police and Crime Commissioner (PCC) Simon Foster menyebut pendanaan sebesar £12.2m digunakan untuk menambah 150 petugas polisi baru pada tim lingkungan, serta 20 petugas pendukung komunitas kepolisian (PCSOs). Dalam waktu berikutnya, 139 petugas lain disebut akan dipindahkan untuk memperkuat tim lokal dengan pendekatan “prevention and problem solving”.

Warga yang berbicara di jalan utama juga menyatakan ada kekhawatiran karena Kings Heath kehilangan stasiun polisi pada 2025. Stasiun itu disebut tertutup selamanya, sepuluh tahun setelah meja depan tidak lagi menerima pengajuan dari publik.

Petugas dari tim kepolisian berbasis lingkungan dikatakan bertugas di Moseley Police Station yang berjarak lebih dari satu mil. Namun, menurut keluhan, Kings Heath tampaknya tidak menjadi prioritas utama sehingga kebutuhan penanganan tidak terasa hadir di lapangan.

Keprihatinan itu turut dipertegas oleh insiden di Kings Heath Park. Orang tua dari empat anak laki-laki dikatakan menjadi korban ancaman menggunakan pisau di taman tersebut.

Kejadiannya menimpa anak-anak berusia 11 hingga 14 tahun, pada sore hari 29 Agustus ketika orang tua mereka sedang menghadiri acara di pub Red Lion. Mereka mendatangi taman itu lebih awal, lalu didekati oleh tiga remaja dan terjadi adu fisik.

Seorang pelaku disebut mengangkat pisau dan memberi perintah kepada salah satu anak untuk “get on your knees”. Anak tersebut, dalam ketakutannya, menjalankan perintah itu.

Menurut keluarga yang diwawancarai, para korban berhasil kabur. Kakak laki-laki berlari dan mengetuk pintu rumah terdekat, tetapi tidak ada orang di dalam. Setelah itu, mereka kembali ke pub.

Kakak perempuan dari salah satu anak menyampaikan cerita bahwa anaknya yang berusia 11 tahun serta seorang teman akhirnya berlari dalam ketakutan, lalu menemukan pasangan yang sedang berjalan dengan anjing. Pasangan itu kemudian mengantar mereka kembali dengan aman kepada orang tua.

Keluarga menyatakan bahwa pada malam kejadian mereka sempat berbicara dengan polisi, tetapi mereka tidak melihat adanya pencarian atau penangkapan di area tersebut. Satu minggu setelah insiden, keluarga mengaku belum ada kontak dari aparat.

Pihak kepolisian menyampaikan kepada BBC bahwa mereka tidak dapat memberikan komentar terkait kasus tersebut.

Layanan yang terasa “menipis” dan upaya meredakan ketegangan

Selain laporan kejahatan yang berulang, muncul pula kekhawatiran menyangkut penggunaan fasilitas transportasi baru. Skuter dan sepeda Lime yang baru dipasang di sekitar stasiun kereta Kings Heath disebut terlihat dipakai anak-anak yang masih berusia sekitar 12 tahun.

Penggunaan itu disebut berisiko karena mereka disebut kerap menenun di tengah lalu lintas dan menendang mobil. Lime disebut hanya mengizinkan sepeda dan skuter dipakai oleh mereka yang berusia di atas 18 tahun, serta mensyaratkan identifikasi untuk membuka akun.

Lime menyatakan bekerja sama dengan kepolisian untuk membantu mencegah penggunaan di bawah umur dan meminta publik melaporkan insiden. Lime juga mengimbau orang dewasa tidak membukakan akses kendaraan untuk anak-anak, dengan penekanan bahwa ini adalah “shared responsibility”.

Ketegangan di tengah warga juga mendorong langkah politik. Councillor Jordan Phillip menulis surat terbuka kepada West Midlands Police untuk meminta pertemuan guna membahas rencana aksi penanganan.

Dalam surat itu, ia menulis bahwa ada persepsi yang berkembang di kalangan warga bahwa masalah tidak ditangani dan situasi dibiarkan “continuing unchecked”.

Rekan Green Party-nya, Councillor Hamzah Sheikh, disebut menjadi penanggung jawab isu perilaku anti-sosial untuk wilayah tersebut sekaligus duduk dalam West Midlands Police and Crime Panel. Ia menyatakan, “I’ve lived here for three years,” dan menambahkan bahwa kawasan ini berubah sampai membuat warga tidak merasa aman saat berjalan di sepanjang high street.

Ketika ditanya apakah wilayah ini “let down” oleh polisi, ia mengiyakan. “Neighbourhood policing is at breaking point,” katanya. “They have a hard job and they don’t have the resources to do what they’ve got to do.”

Sheikh juga menyatakan telah berbicara dengan orang tua beberapa anak muda yang dituduh membuat keributan. Ia menyebut salah satu ibu menerima ancaman kematian, yang mungkin dipicu oleh kemarahan di media sosial.

“The mother is distraught. She’s doing everything she can,” ujar Sheikh.

Sejumlah warga lainnya menyatakan dukungan untuk membantu, dan beberapa menganggap dibutuhkan pendekatan lintas pihak. Mereka menyebut penanganan tidak semata urusan kepolisian, tetapi juga melibatkan pendidikan, struktur, serta dukungan dari layanan sosial dan komunitas.

Di kalangan pelaku usaha yang terdampak, Tina Bartlam dari Coustis mengaku merasakan ditinggalkan dan berada dalam situasi rentan. Ia mengatakan bahwa upaya yang cepat dan tegas diperlukan untuk memulihkan kondisi.

“This is redeemable, but it needs to be done quickly,” katanya. “We need a short, sharp shock.”

Respons aparat, tudingan soal pendanaan, dan sorotan politik

Menurut MP Birmingham Selly Oak, Al Carns—yang wilayahnya mencakup sebagian Kings Heath—ia memahami persoalan tersebut. Ia menyebut lebih dari 100 pelanggaran diduga dilakukan oleh kelompok yang sama. “It started as petty anti-social behaviour pre-Christmas and has escalated to significant shoplifting and theft. We’ve got to put an end to it,” katanya.

Al Carns juga menyatakan petugas lingkungan bertambah 49 persen dalam setahun terakhir, dan mendesak warga untuk menghubunginya bila masih mengalami masalah.

Pada Rabu, dua anak laki-laki berusia 13 dan 14 tahun disebut didakwa melakukan pencurian kendaraan bermotor sebagai bagian dari upaya penegakan hukum di area tersebut.

Insp Thompson menegaskan bahwa polisi ingin warga dapat menikmati tinggal maupun berkunjung tanpa merasa terintimidasi. “We want everyone to enjoy living or visiting Kings Heath and not be intimidated,” ujarnya. “Making our communities safer is a priority for us and we’ll continue to work with partners to achieve this.”

Dari sisi PCC, disebut bahwa kekhawatiran serius yang disampaikan kepada publik segera diteruskan kepada Chief Superintendent di Birmingham Local Policing Area. PCC juga menegaskan bahwa ia mengharapkan tim Neighbourhood untuk menangani kejahatan dan perilaku anti-sosial “as a matter of urgency”.

PCC menilai West Midlands Police memiliki 500 polisi dan 500 PCSOs lebih sedikit dibanding kondisi pada 2010. Ia juga menyatakan bahwa sebagian besar wilayah kepolisian lain justru memiliki jumlah petugas yang lebih tinggi daripada sebelumnya.

Ia menyebut selama lebih dari lima tahun berulang kali meminta pemerintah memastikan wilayahnya memperoleh bagian petugas dan pendanaan yang adil, tetapi ia menilai pemerintah tidak mendengar dan tidak bertindak.

Juru bicara Home Office menyatakan pihaknya sedang menghadirkan reformasi terbesar dalam lebih dari 200 tahun untuk memungkinkan pasukan fokus melindungi komunitas. Mereka menyebut pendanaan kekuatan kepolisian tahun ini berada pada level tertinggi secara historis, yaitu £18.5bn, dan West Midlands Police mengalami kenaikan dana tunai sebesar 4.1 persen.

Selain itu, disebut akan ada tinjauan lebih luas terhadap formula pendanaan kepolisian agar lebih “fair and responsive to local needs”.

Di tengah tarik-menarik antara laporan warga dan rencana aparat, komunitas Kings Heath berupaya menggalang dukungan bersama. Sebuah petisi disebut dimulai untuk mendorong otoritas bekerja sama melindungi warga, sementara para councillor menegaskan komitmen membantu membalikkan keadaan.