jurnalistik.co.id – Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, terlihat kembali memimpin rapat persiapan Gorontalo Half Marathon (GoHM) 2026. Rapat tersebut juga membahas Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) 2026 dan digelar di Aula Rumah Jabatan Gubernur pada Rabu, 26/8/2026, bersama Gubernur Gusnar Ismail serta Sekdaprov Sofian Ibrahim.
Kehadiran Idah berlangsung setelah ia menjalani masa pemulihan pascaoperasi. Dalam rentang waktu sekitar dua pekan, ia tidak mengikuti agenda pemerintahan, sehingga kembalinya ke forum koordinasi menjadi perhatian banyak pihak.
Gubernur Gusnar Ismail menyambut langsung kedatangan Wagub pada awal rapat. Sejumlah pimpinan OPD yang hadir juga tampak menyalami Idah dan menyampaikan ucapan selamat atas kondisi yang disebut telah membaik.
Rangkaian penyambutan itu turut menghadirkan suasana hangat dan penuh rasa syukur. Gusnar menyampaikan rasa terima kasih sekaligus pengakuan bahwa kondisi Idah kini telah kembali pulih dan siap menjalankan agenda Pemprov Gorontalo.
Dalam pertemuan kali ini sudah hadir Ibu Wagub. Alhamdulillah sudah sehat, setelah beberapa waktu lalu sempat harus dirawat karena insiden. Selamat datang kembali, Ibu Wagub, ujar Gusnar.
Setelah sesi sapaan, rapat kemudian mengarah pada penyelarasan persiapan GoHM 2026. Idah menyampaikan masukan kepada OPD penanggung jawab agar pelaksanaan berjalan sukses sekaligus mampu mengundang minat peserta dari luar daerah.
Idah menekankan strategi promosi sebagai hal yang perlu diperkuat, termasuk cara penyampaian informasi kepada publik. Ia meminta materi publikasi dibuat lebih menarik dan tidak terlalu kaku, agar pesan yang disebarkan lebih nyambung dengan cara berkomunikasi generasi muda.
Kalau kita ingin GoHM ini lebih menarik dan sukses, iklannya harus menarik. Bahasanya atau editannya jangan terlalu kaku. Kita bisa mengikuti gaya bahasa kekinian, seperti yang sekarang digunakan anak-anak Gen Z,” kata Idah.
Berita Terkait
Menurut Idah, penyesuaian gaya bahasa tersebut membantu agar informasi acara lebih mudah dipahami calon peserta.
Selain menyempurnakan pendekatan promosi, Wagub juga mendorong agar publikasi tidak berhenti pada kanal digital semata. Ia meminta jangkauan informasi diperluas hingga provinsi-provinsi tetangga agar masyarakat di luar Gorontalo mengetahui acara sekaligus terdorong untuk ikut.
Di provinsi lain, utamanya provinsi yang bertetangga dengan kita, kita juga pasang iklan. Tidak perlu besar, billboard kecil saja di tempat yang strategis. Supaya provinsi lain tahu dan tertarik untuk ikut,” ujarnya.
Idah juga mendukung rencana menghadirkan guest star atau artis pada rangkaian GoHM 2026. Ia mengingatkan agar figur yang dipilih tidak hanya sekadar tampil sebagai pengisi acara, melainkan memiliki ketertarikan pada olahraga, khususnya lari.
Dengan pertimbangan itu, Idah berharap seluruh tahapan persiapan berlangsung matang. Ia menyinggung target GoHM 2026 yang menargetkan 7.500 peserta, sehingga koordinasi dan kesiapan dari semua pihak perlu dipastikan sejak awal.
Rapat yang sama juga meninjau kesiapan Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) 2026. GKK diposisikan sebagai event Kalender Nasional yang diharapkan dapat mendorong kegiatan pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, sekaligus memperkuat promosi budaya daerah.
Melalui pembahasan bersama, upaya penguatan GKK diarahkan agar dampak yang diharapkan bisa dirasakan di berbagai sektor. Kesiapan teknis perlu dipastikan, sehingga acara mampu berjalan sesuai perencanaan dan memberi ruang promosi yang lebih luas.
Di Aula Rumah Jabatan Gubernur, Gubernur Gusnar Ismail, Sekdaprov Sofian Ibrahim, dan Wagub Idah Syahidah Rusli Habibie saling menyelaraskan langkah dengan OPD penanggung jawab. Rapat menjadi titik koordinasi agar GoHM 2026 dan GKK 2026 terlaksana sukses.












