jurnalistik.co.id – Nikon tengah meninjau ulang video pemenang kontes fotografi ilmiah tahunan Small World In Motion setelah muncul kritik dari sejumlah ilmuwan yang mempertanyakan apakah pemenang menggunakan bantuan AI secara tidak sesuai aturan.
Kontes yang telah berlangsung selama 15 tahun itu menerima foto dan video yang dibuat dengan mikroskop berdaya tinggi. Tahun ini, kemenangan diberikan kepada sebuah video pendek dari Dr Ning Xu, peneliti di Tsinghua University, Tiongkok.
Dalam unggahannya, Xu mengklaim video tersebut merupakan rekaman struktur halus menyerupai rambut yang disebut cilia bergerak di saluran napas seorang anak yang memiliki penyakit langka.
Dalam proses peninjauan, Xu menyatakan bahwa ia tidak bermaksud melanggar aturan lomba. Meski begitu, Nikon tetap membuka evaluasi lanjutan setelah kritik publik dan masukan dari pihak-pihak di bidang sains.
Klaim penggunaan AI dan respons Nikon
Xu tidak menanggapi permintaan komentar dari BBC. Namun, ia telah memposting bantahan atas tuduhan pelanggaran aturan di kanal publik setelah Nikon mengunggah pernyataan terkait kasus tersebut.
Menurut respon Xu yang ia sampaikan menanggapi unggahan Nikon di LinkedIn, ia mengatakan bahwa penggunaan AI tidak dipakai untuk membangkitkan materi inti percobaan maupun gerak yang ditampilkan dalam video.
Xu menyatakan, “AI was not used to generate the experimental movie, the cilia, or their motion.” Ia juga menyebut bahwa video tetap berada dalam koridor aturan kontes.
Xu juga mengakui adanya peran AI dalam bagian tertentu dari pemrosesan visual. Ia menambahkan, “to distinguish and visualize features in the reconstructed grayscale images”.
Nikon dalam pernyataannya menyebut bahwa Xu “respectfully complying” dengan proses pemeriksaan. Nikon menyatakan bahwa Xu telah menyediakan dokumen teknis tambahan untuk mendukung evaluasi.
Pada saat yang sama, Nikon juga menyatakan bahwa belum ada pelanggaran yang dinilai terbukti. Dalam rilisnya, Nikon mengatakan, “At this time, we don’t see that any rules were violated,” sambil menyebut akan ada pembaruan dalam waktu dekat.
Warna terang, rekonstruksi, dan kritik ilmiah
Video yang dipersoalkan menampilkan warna yang tampak lebih cerah secara buatan. Dalam kontes Small World In Motion, pewarnaan seperti itu disebut diperbolehkan, karena praktik serupa umum dalam mikroskopi menggunakan pewarna dan zat pewarna pada sampel.
Di tengah pembelaan Xu, beberapa ilmuwan mengangkat keberatan terhadap aspek yang mereka anggap tidak sesuai dengan perilaku sel normal. Mereka menilai bentuk dan gerak yang muncul di video tidak cocok dengan struktur biologis yang semestinya terlihat.
Berita Terkait
Edward Phelps, associate professor di Florida University, menyoroti efek visual yang ia lihat pada video. Ia mengamati bahwa sejumlah struktur tampak “pop in and out of existence” dan cilia terlihat “appear from nowhere”.
Selain itu, Ian Donovan, mahasiswa program doktoral dari UT Southwestern Medical Centre, menyebut bahwa sumber gambar yang dipakai tampak mengandung watermark yang mengindikasikan hasil AI. Temuan ini digunakan Donovan sebagai dasar bahwa proses pembuatan gambar mungkin melibatkan generasi berbantuan AI.
Keberatan serupa juga datang dari dua mantan juri kontes yang pernah bertugas dalam ajang ini. Mereka menyatakan adanya kekhawatiran mengenai apakah gambar dalam video pemenang merepresentasikan realitas pengamatan mikroskop atau justru hasil olahan yang tidak sepenuhnya sesuai konteks.
Pandangan pemenang peringkat kelima dan soal keadilan
Dr Patrick Hickey, yang menempati posisi kelima pada Small World In Motion 2026, menilai bahwa nilai pengakuan dalam kontes ini tidak hanya soal hadiah, melainkan juga kesempatan memperkenalkan temuan ilmiah kepada publik.
Hickey menyampaikan, “If you spend a lot of your time in a dark room looking down a microscope, it’s really nice to be able to show people and to show the public,” sebelum menambahkan, “There’s an interesting fusion between science and art, and a lot of the images that scientists are making have some very abstract and artistic qualities to them.”
Ia juga menyinggung risiko ketidakadilan jika kemudian terbukti video pemenang telah diubah secara tidak semestinya menggunakan AI. Hickey mengatakan, “it would be unfair on other entrants if it turned out the winning video was unfairly altered by AI.”
Menurut Hickey, kontes memiliki seperangkat aturan yang spesifik. Ia menjelaskan, “There’s a specific set of rules in the contest, and one of them was quite clearly that you couldn’t use generative AI to produce things, and the other was obviously that it has to be taken under a microscope.”
Ia menggarisbawahi bahwa ketentuan itu menjadi fondasi bagi penilaian yang setara antar peserta, khususnya karena Small World In Motion menempatkan mikroskop sebagai basis utama proses pengambilan data visual.
Hadiah dan proses evaluasi
Small World In Motion adalah kontes yang memberi pengakuan untuk karya ilmiah dalam bentuk gambar dan video mikroskopis. Dalam laporan BBC, kemenangan tersebut terkait hadiah senilai $3,000 (ÂŁ2,250).
Meski peninjauan sedang berjalan, Nikon saat ini masih menilai bahwa prosedur pemeriksaannya dilakukan sesuai langkah yang telah ditetapkan. Pada saat yang sama, pihaknya mengindikasikan bahwa informasi tambahan akan dipublikasikan setelah penilaian teknis selesai.
Kontroversi ini memperlihatkan ketegangan yang lebih luas antara kreativitas visual dalam mikroskopi dan batas penggunaan teknologi generatif dalam proses produksi materi kontes. Di tengah perdebatan tersebut, keputusan akhir Nikon akan menentukan apakah video pemenang memenuhi standar yang ditetapkan penyelenggara.
Sampai pembaruan keluar, respons Xu dan keberatan sejumlah ilmuwan tetap menjadi fokus utama dalam evaluasi, termasuk klaim bahwa AI digunakan hanya untuk menonjolkan fitur pada citra hasil rekonstruksi, serta tuduhan adanya indikasi yang tidak sejalan dengan karakter struktur sel yang wajar.
