Entertainment

Penggemar memadati perayaan hidup Bonnie Tyler di Mumbles

×

Penggemar memadati perayaan hidup Bonnie Tyler di Mumbles

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Bonnie Tyler's celebration of life attended by fans in Mumbles

jurnalistik.co.id – Para penggemar mulai berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada penyanyi legendaris Bonnie Tyler saat ia memulai perjalanan pulang menuju rumahnya di Mumbles.

Bonnie Tyler, yang dikenal lewat lagu “Total Eclipse of the Heart”, meninggal “unexpectedly” pada 8 Juli, pada usia 75 tahun, di sebuah rumah sakit di Portugal.

Meski kariernya membawanya ke berbagai negara, warga di kota pesisir Wales, tempat ia besar, menggambarkan Tyler sebagai “Swansea girl through and through” dan seseorang yang “never forgot where she came from”.

Sejak Sabtu sore, masyarakat di Newton dan Mumbles diundang untuk “pay their respects” dengan berbaris di sepanjang jalan. Sejumlah orang lain mulai berkumpul lebih pagi di luar rumahnya.

Angela Powell termasuk di antara yang pertama tiba. Ia mengatakan Tyler terasa “just like a friend you’d known all of your life”, sembari menceritakan hubungan keluarganya dengan dunia malam di kota tersebut.

Powell menjelaskan bahwa ibunya pernah memotong rambut “Gaynor’s husband Bobbie” sehingga Bobbie dapat mengizinkan mereka masuk ke klub malam tanpa antre. Ia juga menyebut Bonnie pernah bertemu ayahnya di “The Townsend”, tempat Bonnie “would regularly perform”.

“My father is unwell so my mam is home looking after him and can’t be here, so I wanted to come on behalf of us all to thank her,” kata Powell. Ia menambahkan bahwa ia pernah bertemu Tyler beberapa kali, termasuk di “Marks and Spencer” dan saat penerbangan ke Portugal.

Andrea Witts dari Bryncoch dan Maggie Phillips dari Gorseinon menyampaikan hal serupa. Keduanya mengaku tumbuh dengan musik Tyler dan ingin menghormatinya.

Phillips mengatakan, “Many years ago I worked in Skewen and taught her niece. The whole family were lovely. I would often bump into her in local shops and restaurants and was she was always lovely.”

Rangkaian penghormatan dan prosesi pemakaman

Perayaan kehidupan Tyler akan berlanjut mulai pukul tengah hari pada Senin, di Gereja St Mary di Swansea. Setelah itu, ia akan kembali ke kampung halamannya di Neath Port Talbot, melintasi desa sekitar pukul 13:20 BST sebelum menjalani layanan keluarga secara pribadi.

Menurut pengumuman pemakaman dari William Pressdee Funeralcare atas nama keluarga Tyler, ia akan dikenang sebagai “a warm, generous artist whose music touched generations and continues to fill dance floors and karaoke booths around the world”.

Sabine Neumann dan putranya, Enrico, tiba dari Berlin, Jerman, pada hari Jumat untuk menghadiri penghormatan dan layanan pada Senin. Enrico mengatakan ibunya juga penggemar Tyler dan ia mulai mendengarkan musik Tyler sejak kecil.

Enrico menuturkan, “It’s so special to be here with my mother.” Ia juga menambahkan, “My mother has seen her live all across Germany, but I never got the chance to which is why this was even more special for me.”

Monika Macleod-Elliott dari Basingstoke mengatakan ia tumbuh dengan musik Tyler, tetapi tidak pernah sempat menyaksikannya tampil. “coming here today was a way of saying goodbye and paying my respects,” ujarnya, seraya menambahkan, “I think it’s going to be emotional but we’re celebrating and she’d want us to be singing along and happy.”

Tyler lahir dengan nama Gaynor Hopkins, tumbuh di rumah dewan (council house) di Neath, dan meninggalkan suaminya Robert Sullivan yang telah hidup bersama lebih dari 50 tahun.

Ia pertama kali ditemukan oleh pencari bakat Roger Bell di sebuah klub di Swansea. Tyler merilis singel pertamanya, “Lost in France”, pada 1977, kemudian merilis “It’s a Heartache” pada tahun yang sama.

“It’s a Heartache” mencapai peringkat empat di tangga lagu singel Inggris, serta menempati peringkat tiga di Billboard Hot 100 Amerika Serikat. Enam tahun kemudian, pada 1983, Tyler merilis lagu terbesarnya yang lebih rockier, “Total Eclipse of the Heart”.

Lagu itu menempati posisi puncak tangga lagu di kedua sisi Atlantik. Dengan capaian tersebut, Tyler menjadi orang Wales pertama yang meraih nomor satu di AS.

Ia menerima nominasi Grammy untuk lagu tersebut, serta dua nominasi lanjutan untuk album “Faster Than the Speed of Night” dan singel “Here She Comes”.