Entertainment

Dame Esther Rantzen Tutup Usia pada Usia 86 Tahun

×

Dame Esther Rantzen Tutup Usia pada Usia 86 Tahun

Sebarkan artikel ini

jurnalistik.co.id – Dame Esther Rantzen, veteran penyiaran yang dikenal luas lewat BBC That’s Life! serta pendirian layanan bantuan Childline, meninggal dunia pada usia 86 tahun.

Kabar duka ini disampaikan oleh anak-anaknya melalui sebuah pernyataan. Dalam pernyataan tersebut, mereka menyampaikan rasa terima kasih dan kesedihan mendalam atas kepergiannya.

“We are grateful she is finally at rest with her beloved husband, Desmond Wilcox, but we will miss her immeasurably.”

Mereka juga berharap warisan cara pikir dan sikapnya tetap mengalir bagi banyak orang yang pernah disapa oleh karya-karyanya.

“We hope the humour, ingenuity and audacity she brought to her work may continue to inspire you as it will do us.”

Sepanjang kariernya, Rantzen menempatkan diri sebagai figur publik yang tidak hanya hadir di layar, tetapi juga aktif membangun percakapan soal isu-isu yang ia anggap penting. Ketika program dan pendekatan penyiarannya dikenal oleh khalayak, pengaruhnya kemudian melebar dari dunia televisi ke ranah aksi sosial yang nyata.

Salah satu hal yang paling melekat dari namanya adalah peran Rantzen dalam program BBC, That’s Life!. Melalui tayangan tersebut, ia menjadi wajah yang familier bagi penonton, sekaligus menghadirkan cara pandang yang jernih dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Rantzen kemudian dikenal pula karena langkah-langkah yang lebih terarah, terutama ketika ia merintis layanan bantuan Childline. Pendirian layanan bantuan itu menjadi tonggak yang memperluas kontribusinya, dari sekadar menyampaikan informasi menjadi upaya menyediakan ruang pertolongan bagi mereka yang membutuhkan.

Dalam beberapa tahun terakhir, perhatian publik kembali tertuju padanya ketika informasi kesehatan terkait dirinya menjadi pembahasan luas. Pada Januari 2023, Rantzen didiagnosis menderita kanker paru-paru stadium empat.

Setelah diagnosis tersebut, ia tetap berada di pusat perhatian, bukan hanya sebagai tokoh yang menghadapi penyakit, tetapi juga sebagai figur yang menggunakan pengalamannya untuk mendorong perdebatan mengenai pilihan hidup dan layanan akhir hayat.

Dari waktu ke waktu, Rantzen disebut sebagai kampanye yang menonjol dalam mendukung assisted dying. Peran ini menunjukkan bahwa ia terus menempatkan isu tersebut sebagai bahan pertimbangan publik, seiring berjalannya proses yang ia alami.

Kisah tentang Rantzen dalam beberapa tahun terakhir menggambarkan bagaimana seorang penyiar dapat mempertahankan keterlibatan sosialnya meski kondisi kesehatan menantang. Ia tetap menjadi rujukan bagi sebagian orang yang mengikuti pemikirannya, terutama dalam diskusi yang menyangkut keputusan di fase akhir hidup.

Meski publik mengenalnya melalui karya-karya di media, pernyataan keluarga juga menekankan bagaimana sikap dan gaya kerjanya menjadi bagian dari ingatan yang akan terus dibawa oleh orang-orang di sekitarnya. Dalam kalimat yang mereka sampaikan, mereka menyoroti bahwa Rantzen dipandang memiliki humor, kecerdikan, serta keberanian mengambil sikap dalam pekerjaannya.

Kepergian Rantzen pada usia 86 tahun sekaligus menutup bab panjang karier penyiaran dan kiprah sosialnya. Bagi banyak orang, sosoknya tidak berhenti pada program televisi atau nama layanan yang ia bangun, melainkan pada dampak yang ia tinggalkan dalam cara publik memandang isu-isu kemanusiaan.

Dengan diagnosis kanker paru-paru stadium empat yang diumumkan sejak Januari 2023, perjalanan Rantzen dalam periode selanjutnya membawa perhatian pada topik assisted dying yang terus menjadi perbincangan. Ia tampil sebagai pendukung yang aktif, dan posisi tersebut ikut membentuk cara sebagian kalangan menilai isu layanan akhir hayat.

Kini, pernyataan anak-anaknya menjadi penutup yang sarat makna: mereka menyebut rasa syukur atas keadaan Rantzen yang akhirnya “at rest” bersama suaminya, Desmond Wilcox, sekaligus menyatakan bahwa mereka akan sangat merindukannya.

Melalui dua kutipan yang mereka pilih untuk disampaikan kepada publik, keluarga Rantzen menegaskan harapan agar kualitas-kualitas yang ia bawa selama berkarya—sebagaimana disebut dalam pernyataan—dapat terus menginspirasi orang lain. Dalam konteks itu, warisan Rantzen tidak hanya dipahami sebagai riwayat peran di layar, tetapi juga sebagai pengaruh yang terus bekerja dalam ruang diskusi dan upaya membantu sesama.

Selamat jalan, Dame Esther Rantzen. Nama dan kontribusinya akan tetap dikenang, dari That’s Life! yang membentuk kedekatannya dengan penonton, hingga Childline yang menandai komitmennya untuk menolong mereka yang membutuhkan.