jurnalistik.co.id – Setelah hampir dua abad meninggalkan kota yang menjadi inspirasi, lukisan terkenal karya seniman lanskap Inggris William Turner kembali hadir di Roma. Kembalinya karya ini datang menjelang momen lelang yang dipersiapkan untuk Desember.
Lukisan tersebut berjudul “Rome, from Mount Aventine” dan menampilkan pemandangan panoramik ibu kota Italia. Visual yang disajikan memperlihatkan bentang kota dari posisi Mount Aventine, memberi penonton cara pandang yang luas dan khas.
Selama tiga hari ke depan, karya itu dipamerkan di Palazzo Rondinini. Periode tampilan singkat ini menjadi kesempatan terakhir bagi publik untuk melihat langsung kondisi permukaan lukisan sebelum memasuki tahap penawaran di London.
Turner membuat karya ini pada abad ke-19. Di balik tampilannya yang megah, pelukisan tersebut berangkat dari sketsa yang dibuat Turner di Roma, sehingga hubungan antara tempat dan hasil akhir terasa kuat.
Bagian yang menonjol adalah tingkat kelestariannya. Lukisan ini disebut sangat terawat, bahkan diyakini belum pernah menjalani proses restorasi, sehingga karakter visual aslinya tetap terjaga.
Keunikan lainnya muncul pada detail jejak tangan sang seniman. Pada permukaan lukisan, masih terlihat bekas sidik jari serta helai rambut sikat, tanda yang membuat karya terasa “hidup” dan dekat dengan proses pembuatannya.
Menurut laporan BBC, karya Turner ini memiliki riwayat lelang yang sangat terbatas. Lukisan “Rome, from Mount Aventine” hanya pernah dibawa ke lelang satu kali sebelumnya, dan pada kesempatan tersebut terjual dengan nilai lebih dari £30 juta.
Berita Terkait
Kali ini, perhatian pasar diarahkan pada kisaran harga yang diperkirakan. Pihak Sotheby’s menyatakan mereka berharap lukisan ini bisa mencapai sekitar £50 juta saat dilelang di London pada Desember.
Proyeksi nilai tersebut sekaligus mencerminkan reputasi Turner sebagai salah satu figur penting dalam seni lukis lanskap. Dengan kondisi yang dinilai prima dan bukti-bukti proses pengerjaan yang masih tampak jelas, karya ini memiliki daya tarik tersendiri bagi kolektor.
Dalam kunjungan ke Roma, koresponden BBC untuk Eropa Selatan dan Timur, Sarah Rainsford, sempat melakukan peninjauan dekat terhadap lukisan tersebut. Fokus pengamatannya menyoroti detail-detail yang biasanya tidak selalu terlihat pada pandangan pertama.
Para pengunjung Palazzo Rondinini, karenanya, memperoleh pengalaman yang lebih dari sekadar melihat pemandangan kota dari kejauhan. Mereka dapat menyaksikan bagaimana Turner membangun komposisi panoramik, sekaligus merasakan bahwa karya ini menyimpan jejak fisik pembuatnya.
Menjelang lelang di London, pameran tiga hari ini menjadi semacam transisi dari ruang apresiasi publik menuju arena perdagangan. Setelah masa tampilan berakhir, lukisan ini akan memasuki fase penawaran yang menentukan, dan Sotheby’s menyiapkan harapan agar nilainya mendekati angka sekitar £50 juta.
Dengan kombinasi sejarah pembuatan abad ke-19, sumber sketsa langsung di Roma, serta kondisi yang diyakini belum tersentuh restorasi, “Rome, from Mount Aventine” kembali memperlihatkan daya tariknya baik dari sisi artistik maupun dari sisi nilai pasar. Semua itu kini terkumpul dalam jangka waktu pameran yang singkat di Palazzo Rondinini—sebelum Desember membawa karya ini ke meja lelang.
Kunjungan kembali karya Turner ke kota asal inspirasinya juga mempertegas keterkaitan antara proses kreatif dan lanskap yang ditangkapnya. Panoramik dari Mount Aventine bukan sekadar latar, melainkan menjadi kerangka yang membuat detail kota terasa terukur dan menyatu dalam satu pandangan luas.
Bagi calon pembeli, momentum pameran di Palazzo Rondinini memberi ruang untuk menilai kualitas permukaan lukisan sebelum pertarungan harga dimulai. Dalam sorotan media, jejak pembuatannya yang masih tampak dan catatan riwayat lelang yang tidak terlalu sering muncul menjadi faktor yang ikut membentuk ekspektasi Sotheby’s menjelang lelang Desember di London.












