jurnalistik.co.id – Serial drama ruang gawat darurat “The Pitt” sedang bersiap meraih perhatian besar di ajang Emmy. Pencapaiannya bukan hanya soal nominasi, tetapi juga tentang respons nyata dari dokter dan tenaga medis yang menilai penanganan di layar terasa dekat dengan dunia mereka.
“The Pitt” masuk ke putaran nominasi Emmy dengan total 25 pencalonan. Di tengah deretan acara TV lain yang sering dinilai “hanya hiburan”, sejumlah dokter justru mengatakan mereka merasa melihat diri mereka sendiri di dalam cerita.
Dr Tony Cirillo, Presiden American College of Emergency Physicians, merangkum rasa itu melalui kalimat, “We finally feel validated for everything we go through every day.” Menurutnya, apresiasi yang muncul bukan karena kemampuan akting, melainkan karena ada pengakuan terhadap pengalaman kerja yang panjang dan menuntut.
Serial ini berlatar pada Pittsburgh Trauma Medical Centre, sebuah pusat layanan fiktif. Setiap episode dibangun sebagai satu jam perjalanan dalam satu hari, dengan total 15 episode dalam setiap musim, sekaligus menampilkan ritme layanan yang bergerak cepat dan nyaris tanpa jeda.
Di dalam alurnya, prosedur medis dan tindakan penyelamatan nyawa digambarkan secara detail, bahkan dengan pendekatan yang cukup gamblang. Sementara itu, karakter utama Dr Michael Robinavitch—dikenal sebagai Dr Robby—digambarkan sebagai konsultan senior di bidang emergency medicine ala rumah sakit AS.
Dr Robby dimainkan oleh Noah Wyle. Aktor tersebut juga tercatat sebagai eksekutif produser sekaligus bagian dari tim penulis, dan tim penulisnya mencakup dokter yang memiliki kualifikasi. Keikutsertaan ini disebut ikut berkontribusi pada kesan “realistis” yang kemudian membuat para dokter membicarakan serial ini secara positif.
Dari panggung konferensi sampai ruang tunggu IGD
Wyle diundang untuk mengikuti diskusi pada sebuah konferensi bergengsi yang dihadiri lebih dari 6.000 pakar emergency medicine. Dr Tony Cirillo menceritakan respons yang ia lihat langsung dengan kalimat, “People came up to him and, as opposed to actors and athletes where they say they are amazing or love their work, people just said thank you to him,”
Cirillo menambahkan penilaiannya tentang makna serial ini: “The Pitt is more than just a good TV show – the term I use is validation.” Bagi komunitas medis, “validation” itu bukan janji dramatik, melainkan pengakuan bahwa beban kerja, tekanan, dan situasi sulit benar-benar tergambar.
Serial “The Pitt” juga menyentuh isu sosial dan etika yang kerap muncul di layanan darurat. Salah satunya adalah konflik ketika seorang putri yang tengah merawat ibunya yang sakit harus meninggalkan ibunya di IGD dan kemudian tidak bisa ditemukan. Ada pula percakapan penuh kegelisahan dengan orang tua yang berharap anaknya tetap hidup meski dokter menyatakan tak ada harapan.
Kesenjangan layanan turut ditampilkan melalui gambaran pasien yang menghadapi kesulitan pembayaran dalam sistem kesehatan AS. Di saat yang sama, penonton bisa menemukan nuansa yang mengingatkan pada NHS: antrean panjang, frustrasi pasien, dan tekanan pada staf medis saat tuntutan terus berdatangan.
Dr Fiona Hunter, Wakil Presiden Royal College of Emergency Medicine di Skotlandia, mengatakan ia tidak menonton tayangan itu sembarangan setelah bekerja: “I wouldn’t do it straight after a shift.”
Berita Terkait
Ia menjelaskan kebutuhan untuk pemulihan setelah dinas dengan kalimat, “We all need to decompress and debrief what we have experienced.” Namun, saat ada jeda, ia menilai serial ini tetap terasa relevan, “But in between shifts, when I have got downtime, it’s watchable, relatable. It makes me feel other people might get it.”
Di sisi lain, konsultan dari North Wales, Dr Rob Perry, menyampaikan pandangannya tentang representasi profesi medis melalui pernyataan, “I think it is reassuring when you see people portraying doctors and nurses in a similar job to your own and, though its not in the UK, they are doing their level best to give the best care they can,”
Masalah kapasitas dan tantangan kesehatan yang lebih luas
Sejumlah dokter yang diwawancarai menyoroti bahwa tiap episode menggabungkan beberapa kasus trauma mendesak yang lazimnya bisa terjadi dalam rentang waktu 24 jam atau lebih. Namun, Prof Damian Roland—konsultan emergency medicine yang juga bekerja praktik—memandang serial ini sekaligus menampilkan tantangan kesehatan yang bersifat global.
Roland menilai masalah ruang layanan adalah tema yang jamak, “Virtually every emergency department in the world at the moment has not enough space to see patients,” dan ia menyebutnya sebagai pola yang berulang di “The Pitt”. Ia menambahkan, “It’s a very common theme in The Pitt about the central character arguing with hospital management saying ‘I need more flow, you can’t just leave these patients here’ – that’s a very common problem.”
Sarah Tosh, perawat senior NHS yang berperan sebagai penasehat medis serial, menyatakan hubungan kerja sama antaranggota tim sebagai hal yang ia sukai dari representasi acara ini. Ia mengatakan, “In my work in the NHS, its very much we all work for one another and I like that we represent that on the show,”
Ia kemudian merinci fokus cerita medis dalam serial tersebut: “In The Pitt they’ve got a bit about the characters’ day-to-day life, but it’s more about their medicine, which patient they are doing and what they are going to next.”
Persiapan aktor dan nominasi Emmy
Di antara para pemain, Gerran Howell disebut menjalani latihan “medical boot camp” bersama aktor lain untuk mempercepat penguasaan teknik dan istilah medis. Pelatihannya mencakup latihan pada manekin serta praktik CPR.
Dalam wawancara BBC Wales, Howell ditanya apakah ia ingin belajar menjadi dokter. Ia menjawab dengan nada penghargaan, “I have such a newfound respect for the medical profession. It’s maybe made me realise that I don’t know how I would do this. I will stick to acting.”
Howell sendiri masuk nominasi Emmy untuk kategori outstanding supporting actor. Para pemenang akan diumumkan pada 14 September dalam sebuah upacara di Los Angeles.
Di Inggris dan AS, “The Pitt” tersedia untuk ditonton melalui layanan streaming HBO Max. Dengan banyaknya respon dari dokter dan tenaga kesehatan, serial ini seakan membawa diskusi tentang kerja darurat ke ranah publik—melalui cerita yang mereka anggap paling mendekati realitas.












