Peristiwa

Amazon Menghentikan Operasi Bareng 21 Air setelah Kecelakaan Maut Pesawat Kargo di Miami

×

Amazon Menghentikan Operasi Bareng 21 Air setelah Kecelakaan Maut Pesawat Kargo di Miami

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Amazon pauses operations with cargo carrier after fatal Miami crash

jurnalistik.co.id – Amazon mengumumkan penghentian kerja sama dengan perusahaan operator pesawat kargo 21 Air setelah kecelakaan fatal yang terjadi di Miami pada awal September lalu.

Keputusan itu disampaikan setelah Amazon menyatakan telah mendukung proses penyelidikan dan meninjau sejumlah keadaan di sekitar insiden. “After the tragic incident last weekend, we’ve spent time supporting the investigation and reviewing some of the surrounding circumstances, and we’ve decided to pause our operations with 21 Air,” kata seorang juru bicara Amazon.

Pada 6 September, pesawat Boeing 767-300 yang dioperasikan oleh 21 Air dilaporkan mengalami overshoot landasan di Miami International Airport. Insiden tersebut berujung tumbukan dengan beberapa kendaraan di sekitar area bandara.

Dalam kecelakaan itu, lima orang meninggal dunia. Lima orang lainnya juga disebut mengalami luka-luka, sementara otoritas terkait tetap melanjutkan pemeriksaan terhadap rangkaian kejadian.

Amazon menyatakan pihaknya terus berkomitmen memberi dukungan bagi proses penyelidikan. Juru bicara Amazon Kelly Nantel menegaskan, “Safety has always been our top priority, whether in our own operations or when we’re working with partners.”

Ia menambahkan, “We’ll continue working to support the investigation and everyone affected,” sebagai lanjutan respons perusahaan terhadap insiden tersebut.

Sementara itu, 21 Air menyebut telah berduka atas kecelakaan yang terjadi dan mengatakan sedang bekerja sama dengan pihak berwenang untuk melakukan investigasi. BBC juga melaporkan bahwa mereka telah menghubungi 21 Air untuk meminta komentar terkait keputusan Amazon.

Investigasi kecelakaan dipimpin oleh Badan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (NTSB). Kepala NTSB, Jennifer Homendy, menggambarkan lokasi kejadian sebagai “utter devastation”.

Dalam keterangan yang disebutkan, Boeing 767-300 itu mengalami kecelakaan setelah lepas landas dari Luis Muñoz Marín International Airport di San Juan, Puerto Rico. Setelah upaya pendaratan, pesawat overshot landasan, kemudian menghantam kendaraan di dekat bandara sebelum akhirnya tergelincir dan berhenti.

Untuk mengetahui kondisi sebelum dan selama insiden, penyelidik menyatakan telah memulihkan flight recorders. Perangkat perekam penerbangan tersebut akan dianalisis guna memahami faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kecelakaan.

Otoritas Miami pada pekan sebelumnya merilis identitas lima korban yang meninggal. Mereka adalah Rolando Aleman Leon (55), Yoel Rodriguez Naranjo (53), Julio C Pineda (75), Carlos Acosta Fajardo (53), serta Javierkys Reyes Quevedo (47).

Selain korban jiwa, laporan juga menyebut ada lima orang lain yang mengalami cedera akibat kecelakaan tersebut.

Profil operator 21 Air

21 Air digambarkan sebagai maskapai khusus angkutan kargo. Perusahaan ini beroperasi untuk sejumlah perusahaan besar, termasuk Amazon dan DHL, melalui penerbangan pengangkutan barang.

Dengan keputusan Amazon untuk menghentikan operasionalnya bersama 21 Air, perusahaan kini menunda kerja sama sembari penyelidikan NTSB berjalan. Langkah tersebut juga menempatkan aspek keselamatan sebagai fokus utama, sesuai pernyataan juru bicara Amazon yang menekankan bahwa prioritas perusahaan mencakup keselamatan dalam operasi internal maupun ketika bermitra dengan operator lain.

Pengumuman tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa proses investigasi belum selesai, sehingga evaluasi terhadap “circumstances” di sekitar insiden tetap menjadi bagian dari pertimbangan perusahaan sebelum melanjutkan kerja sama di masa mendatang.

Rangkaian kejadian yang sedang ditelusuri penyelidik bermula dari keberangkatan Boeing 767-300 dari Luis Muñoz Marín International Airport di San Juan, Puerto Rico. Usai melakukan upaya pendaratan di Miami International Airport, pesawat melampaui landasan hingga akhirnya menghantam kendaraan di sekitar area bandara sebelum berhenti.

Dalam proses investigasi, NTSB juga menempatkan analisis bukti teknis sebagai bagian penting. Otoritas menyebut flight recorders sudah berhasil dipulihkan, dan rekaman tersebut akan ditelaah untuk memahami faktor apa saja yang berkontribusi terhadap kecelakaan dan bagaimana peristiwa berkembang dari waktu ke waktu.

Sementara penyelidikan berjalan, dampak insiden tetap menjadi perhatian utama. Otoritas Miami sebelumnya merilis identitas lima korban yang meninggal, sedangkan lima orang lainnya dilaporkan mengalami cedera. Di sisi lain, Amazon memilih menghentikan operasionalnya sementara dengan 21 Air, sedangkan pihak 21 Air menyatakan berduka serta terus bekerja sama dengan pihak berwenang.