Entertainment

Kreator South Park ganti nama serial menjadi “South America”, sindiran ke Donald Trump

×

Kreator South Park ganti nama serial menjadi “South America”, sindiran ke Donald Trump

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: South Park creators rename show 'South America' in apparent dig at Trump

jurnalistik.co.id – Para kreator serial animasi “South Park” mengumumkan bahwa rangkaian penayangan terbarunya akan memakai nama “South America”. Pengumuman ini muncul sebagai sindiran terhadap sejumlah langkah Donald Trump terkait penggantian nama berbagai wilayah di Amerika Serikat.

Dalam pernyataan yang diposting Matt Stone dan Trey Parker, mereka menyebut perubahan itu terinspirasi oleh “keberanian dan semangat patriotik Apple dan Google”. Stone dan Parker menuliskan bahwa nama “South Park” akan diganti menjadi “SOUTH AMERICA”, sebuah pilihan yang langsung bernada satir.

Dalam unggahan resmi akun media sosial acara tersebut, terlihat papan “South Park” dengan kata “Park” diganti menjadi “America”. Format gambar serupa tersebut kemudian menjadi penanda bahwa perubahan nama ini bukan sekadar urusan branding, melainkan bagian dari komentar yang lebih luas.

Sindiran itu mengarah pada upaya Trump yang pernah memunculkan gagasan untuk mengganti nama sejumlah tempat. Pada bulan Agustus, Trump menandatangani sebuah perintah eksekutif untuk mengubah nama Lake Ontario menjadi “Lake America”. Tahun lalu, ia juga menyatakan bahwa Gulf of Mexico seharusnya dikenal sebagai “Gulf of America”.

Gerakan serupa juga sempat tercermin dalam aplikasi peta. Setelah perintah Trump soal Danau Ontario, Apple dan Google kemudian mengubah penamaan di aplikasi Maps mereka untuk pengguna berbasis AS. Namun, gagasan tersebut tidak diterima penuh oleh pihak lain: Meksiko menolak perubahan nama itu dengan alasan bahwa satu negara tidak bisa mengganti nama badan air internasional yang digunakan bersama.

Sehari sebelum pengumuman “South America”, Trump membagikan video buatan berbasis kecerdasan buatan. Dalam video tersebut, ia menampilkan kata “America” ditempatkan di atas “Mexico” pada papan bertuliskan “Welcome to New Mexico”. Lalu, pada bulan Agustus ketika ketegangan perdagangan antara AS dan Kanada meningkat, Trump juga kembali memerintahkan penggantian nama Lake Ontario menjadi “Lake America”.

Pengumuman dari “South Park” datang di tengah momen penting bagi serial yang sudah berjalan sejak 1997 tersebut. Saat ini, acara tersebut memasuki musim ke-29, setelah pada hari Minggu memenangkan Emmy untuk kategori Outstanding Animated Program. Rangkaian kemenangan ini sekaligus menjadi konteks bagi unggahan-unggahan satir yang kembali menyorot figur politik.

Setelah meraih penghargaan itu, “South Park” juga membagikan gambar yang menampilkan sosok Donald Trump versi fiktif dengan kalimat, “You finally got your Emmy.” Sementara itu, pada unggahan perubahan nama, Stone dan Parker menyampaikan ucapan terima kasih kepada perusahaan induknya, Paramount—yang disebut mereka sebagai “a Skydance Capitulation”. Paramount Skydance memang menjadi perusahaan induk acara tersebut.

Di luar ranah budaya pop, langkah-langkah politik Trump tahun ini juga menyentuh industri media. Pemerintahan Trump menyetujui merger bernilai $111bn (£82.8bn) dengan Warner Bros Discovery, meski kemudian kesepakatan itu dijeda hingga Juni 2027. Jeda tersebut terjadi setelah 12 negara bagian AS mengajukan gugatan, khawatir perjanjian itu dapat merusak persaingan dan membuat harga bagi konsumen menjadi lebih tinggi.

Sepanjang dua masa kepresidenan Trump, “South Park” dikenal rutin mengangkat kritik melalui lelucon-labuannya. Baik Stone maupun Parker kerap mendapat sorotan dan kecaman dari Trump, pihak Gedung Putih, serta pendukung MAGA akibat olok-olok yang mereka lontarkan. Pada musim ke-27, Gedung Putih bahkan pernah menyebut “South Park” sebagai acara “fourth-rate” yang “hanging on by a thread with uninspired ideas in a desperate attempt for attention”, setelah sebuah episode menggambarkan Trump telanjang di tempat tidur bersama Satan.

Dengan nama baru tersebut, musim “South Park” yang akan datang dijadwalkan tayang perdana pada 16 September. Keputusan mengganti identitas serial lewat “South America” sekaligus menegaskan bahwa satir acara ini masih akan terus menaut pada isu-isu yang sedang ramai di bawah pemerintahan Trump.