Entertainment

Zainab Jiwa: momen viral saat Zendaya terkesan di premiere The Odyssey

×

Zainab Jiwa: momen viral saat Zendaya terkesan di premiere The Odyssey

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Zainab Jiwa: My viral moment with Zendaya at The Odyssey premiere

jurnalistik.co.id – Seorang kreator asal Inggris mencuri perhatian di karpet merah London ketika Zendaya menaruh fokus penuh pada penampilannya. Momen itu cepat menyebar, hingga menghasilkan lonjakan perhatian publik yang luar biasa.

Kisah itu bermula saat Zainab Jiwa, yang berusia 29 tahun, bersiap berangkat ke premiere film The Odyssey. Ia diundang sebagai tamu, namun yang terjadi justru melampaui ekspektasinya sendiri.

Jiwa mengaku sempat mencari bantuan karena kesulitannya mengencangkan busana. Saat merekam konten “get-ready-with-me” untuk TikTok, ia melontarkan, “I can’t zip this! Mummm?” ketika mencoba memasukkan ritsleting pada korset buatannya.

Bagian itu terdengar akrab bagi banyak orang seusianya—terutama mereka yang masih terbiasa mengandalkan keluarga di rumah. Bedanya, pada hari itu Jiwa bukan sedang berada di ruang tamu, melainkan menuju salah satu premier besar musim panas di London.

Daya tarik utamanya terletak pada penampilan khusus yang ia kenakan: gaun emas dengan tudung. Jiwa mengatakan Zendaya “melihatnya” tepat saat berjalan melewati area karpet merah.

“She just walked past, and she saw me there. Her jaw just dropped, so did mine,” ujar Jiwa. Ia menambahkan bahwa keduanya sempat saling menatap selama beberapa saat sebelum Zendaya berlalu.

Menurut Jiwa, Zendaya kemudian seperti berujar, “Oh my god, amazing, amazing,” sebelum melanjutkan langkah. “It was just a stare-off for a minute,” kata dia, menggambarkan situasinya dengan nada tak menyangka.

Ia mengaku masih berada dalam kondisi “shock”. “The thought of her noticing my outfit blew my mind,” tambahnya.

Interaksi itu kemudian menjadi viral. Video tersebut tercatat mendapat 19m views di TikTok, dan membuat ponsel Jiwa “blew up” begitu banyak pesan masuk.

Reaksi Zendaya dan dampak viral di media sosial

Jiwa menilai momen itu menunjukkan betapa kuatnya daya tarik visual ketika konsep busana selaras dengan suasana acara. Ia tidak hanya tampil menonjol, tetapi juga membawa elemen yang membuatnya terlihat “on theme”.

Ia menekankan bahwa meski mengenakan hijab, ia tetap bisa menemukan cara agar gaya yang dipakai tetap sesuai dengan tema besar. “Even though you’re covered, you can still find a way to be on theme.”

Menurut cerita Jiwa, ia termasuk salah satu dari sedikit orang yang menutup rambutnya saat acara karpet merah. Ia menyebut bahwa memasukkan busana yang sopan dalam penampilan tetap menjadi bagian yang menyenangkan dari proses kreatifnya.

Pada saat wawancara di BBC Broadcasting House, ia tiba dengan gaya yang rapi namun tetap penuh karakter. Ia mengenakan kemeja zaitun, dasi, serta pin dan bros.

“I put in effort today,” katanya, sambil menyatakan bahwa ia memang menikmati dunia fashion dan menjadikannya bagian dari identitas.

Ketika ditanya kapan gairah itu dimulai, ia menjawab, “From the womb.” Ia juga menyebut bahwa kecintaannya pada film adalah hal lain yang ia simpan—meski awalnya lebih seperti hobi.

Namun, hobi itu berkembang menjadi kebiasaan membuat konten. Jiwa mulai mengunggah video tentang film favoritnya dan gaya yang terinspirasi dari film-film tersebut, awalnya untuk kesenangan semata.

Dari hobi ke karier: wawancara A-listers di karpet merah

Tak lama kemudian, perhatian industri datang. Ia menceritakan bahwa Disney adalah yang pertama kali menawarkan kesempatan, berupa wawancara junket untuk serial Moon Knight, yang memberinya akses untuk berbicara dengan para bintang.

Namun, ia sempat meragukan niat baik tawaran itu. “I thought it was a scam,” ujarnya. “I can’t watch that back. I was NOT good.”

Seiring perjalanan, Jiwa kini menjadi kreator dan presenter penuh waktu. Ia mewawancarai tokoh-tokoh A-listers, termasuk Denzel Washington, Paul Mescal, Tom Hiddleston, dan Zendaya sendiri.

Ia melakukan itu sambil tampil dari ujung kepala hingga ujung kaki dengan outfit yang memberi penghormatan pada film-film yang sedang dibahas. Ia disebut termasuk bagian dari ekosistem kreator konten digital di karpet merah, bersama nama-nama seperti Amelia Dimoldenberg dari Chicken Shop Date, Reece Feldman, dan kepribadian media sosial Jake Shane.

Meski demikian, pekerjaannya tidak selalu mudah. Jiwa mengaku kadang menerima undangan premier pada malam sebelum acara berlangsung, sehingga ia harus “mad rush” menyiapkan penampilan sebelum perjalanan.

Ia sering bertolak menggunakan transportasi publik, dan mengomentari proses itu dengan jujur: “and I look ridiculous”.

Dalam hal produksi gaya, Jiwa bekerja dengan berbagai desainer dan merek. Ia juga berusaha menekan biaya dengan menggunakan ulang item yang masih bisa dipakai, bukan selalu memulai dari nol.

Gaya yang ia pilih cenderung berani agar mudah “break the ice” dengan para bintang. Ia mencontohkan beberapa penampilannya yang terhubung dengan film atau serial tertentu.

Untuk House of the Dragon musim dua, Jiwa mengenakan gaun merah dari seorang desainer mahasiswa yang menampilkan tiga wajah dengan hijab. “I’m a bit extra, but I like to add culture in everything I do,” katanya.

Saat merujuk ke Spider-Man: Brand New Day, ia menyesuaikan penampilannya dengan henna bercorak jaring laba-laba. Untuk Gladiator II, ia memilih mengenakan “gold armour”.

Keyakinan, tantangan, dan dukungan keluarga

Jiwa mengakui sempat khawatir bahwa merancang busana yang sopan akan membuatnya lebih sulit sukses di industri ini. Namun ia justru merasakan sisi menyenangkan dari tantangan tersebut.

Ia berkata, “I have a fun time working around the fact that I cover my hair or I cover my arms.” Ia kemudian menyebut konsepnya sendiri dengan istilah “halalify”. “I’d always say, ‘’but how do I halalify this?'”

Bagi Jiwa, itu justru menjadi bagian yang paling ia nikmati karena memberi pesan bahwa tidak ada pembatasan yang mutlak. “I enjoy that bit the most because it shows there’s no restriction really here.”

Di luar sorotan karpet merah, kehidupan rumahnya sangat berbeda. Ia tinggal di Harrow, London barat laut, dan menyebut kondisi rumahnya tidak jauh dari “chaos”.

Ia menuturkan bahwa ruang penyimpanan terbatas, sehingga outfit sering kali “shoved somewhere”. Di rumahnya ada seekor kucing, serta saudara yang sesekali ikut muncul, sementara orang tuanya sering diminta menolong saat darurat penataan pakaian.

Meskipun jalur kariernya tidak sama dengan yang dulu mereka bayangkan untuk anak perempuan mereka, Jiwa mengatakan orang tuanya sekarang justru “so supportive”.

Dengan 660,000 followers di TikTok dan hampir 400,000 di Instagram, ia berkembang menjadi figur konten yang semakin berpengaruh. Namun ia juga menghadapi kritik, termasuk dari sebagian orang yang menilai outfitnya tidak cukup modest.

Ia menanggapi kritik itu dengan sikap tetap tenang. “There’s always hate in this industry,” ujarnya, lalu menambahkan: “For every negative comment, there’s so many positive ones.”

“If I’m doing it to inspire other people, or entertain other people, or educate other people, if that’s still happening, then I really don’t care about the rest.”

Sementara itu, Jiwa masih menikmati rangkaian film blockbuster yang tengah berjalan. Ia mengatakan musim panas terasa baik untuk film, dan ia melihat banyak judul lain menunggu.

“The summer’s felt good for film – I think it’s exciting,” katanya. “And there’s loads more coming. We’ve got Dune. We’ve got Doomsday,” tambahnya.

Ia juga menekankan bahwa film dan televisi baginya adalah cara untuk membangun komunitas. “I think it’s a really fun way to build community,” ucapnya.

Di balik semua sorotan, ia menyimpulkan dengan posisi yang sederhana: “I’m just a fan. At the end of the day, I’m just a fan.”