jurnalistik.co.id – Timnas Futsal U17 Indonesia memulai VI Nations Futsal Tournament 2026 dengan hasil pahit saat menghadapi Spanyol. Pada laga perdana di Castro del Rio, Cordoba, Rabu (24/6/2026) malam WIB, Indonesia kalah 0-4.
Hasil tersebut membuat Spanyol tampil efektif sejak awal, sementara Indonesia harus menerima empat gol bersarang ke gawangnya. Keempat gol Spanyol dicatat oleh Pablo Cardona, Arnau Pareja, Albert Soleto, dan Roger Llorente.
Pelatih Timnas Futsal Indonesia U17, Hector Souto, sebelumnya menyiapkan anak asuhnya melalui pemusatan latihan di ANFA Arena, Kelapa Gading, Jakarta. Program itu digelar sebagai persiapan menghadapi VI Nations Futsal Tournament 2026 di Spanyol yang berlangsung pada 24-28 Juni 2026.
Di klasemen Grup A, Timnas Futsal U17 Indonesia untuk sementara menempati posisi ketiga. Spanyol, dengan kemenangan ini, memuncaki klasemen grup.
Spanyol unggul cepat, Indonesia kesulitan menembus pertahanan
Sejak laga berjalan sekitar lima menit, Spanyol langsung mengambil kendali permainan. Pablo Saez Cardona sukses mencetak gol pertama dan membawa timnya memimpin 1-0.
Setelah membuka keunggulan, Spanyol terus melancarkan tekanan ke lini pertahanan Indonesia. Indonesia menghadapi situasi yang menuntut ketelitian ekstra dalam menjaga ruang tembak dan mengantisipasi serangan balik.
Peluang sempat muncul melalui Leo Cuartero Iglesias, namun tembakannya masih bisa diamankan oleh kiper Indonesia, Azmi Anugrah. Azmi kemudian kembali menunjukkan penampilan gemilang ketika menepis peluang berbahaya yang diciptakan Xavier Moust Sala.
Spanyol juga mencoba memperbesar jarak melalui upaya Arnau Cobos Pareja. Namun, bola yang dilepaskan belum tepat sasaran dan melebar dari gawang Indonesia.
Indonesia sempat memiliki kesempatan, tetapi gagal mengubah momentum
Di tengah tekanan, Indonesia memperoleh kesempatan untuk memperkecil ketertinggalan. Muhammad Alfayyadh sempat melakukan tendangan, tetapi upayanya dihentikan oleh kiper Spanyol, Adrian Martin Rodriguez.
Upaya Indonesia itu belum cukup mengubah pola pertandingan. Spanyol justru kembali menemukan jalan untuk menambah gol, yang membuat pertandingan semakin berat bagi kubu Garuda Muda.
Memasuki menit ke-34, Spanyol memperbesar keunggulan menjadi 2-0 setelah Arnau Pareja mencatatkan namanya di papan skor. Mendekati akhir babak pertama, Albert Miguel Soleto turut menambah gol sehingga skor berubah menjadi 3-0.
Babak kedua: agresivitas Indonesia belum membuahkan gol
Memasuki paruh kedua, Indonesia mencoba tampil lebih agresif dengan mengambil alih inisiatif serangan. Meski demikian, berbagai upaya yang dilakukan belum mampu menghasilkan gol bagi tim.
Spanyol lalu memanfaatkan kurang rapatnya pertahanan Indonesia. Roger Galego Llorente kemudian menutup pertandingan dengan gol yang membuat keunggulan Spanyol melebar menjadi 4-0.
Dengan demikian, pertandingan berakhir sesuai skor 0-4 untuk kemenangan Spanyol. Bagi Timnas Futsal U17 Indonesia, laga ini menjadi pelajaran penting menjelang agenda berikutnya.
Pada pertandingan selanjutnya, Timnas Futsal U17 Indonesia akan menghadapi Brasil. Setelah hasil perdana ini, fokus tim dipusatkan untuk memperbaiki efektivitas serangan dan menutup celah pertahanan agar tidak kembali kebobolan di tempo tinggi.
Kekalahan 0-4 di laga pembuka memberi gambaran yang jelas tentang tantangan yang harus dihadapi Timnas Futsal U17 Indonesia. Ketika Spanyol sudah unggul sejak awal, tempo pertandingan cenderung berjalan sesuai ritme lawan, sehingga Indonesia harus lebih sering bekerja keras dalam aspek bertahan dan disiplin menjaga ruang.
Meski demikian, pertandingan tetap memperlihatkan sejumlah momen yang bisa dijadikan bahan evaluasi. Peluang yang sempat datang dapat ditekan dengan baik oleh kiper Indonesia, termasuk ketika Azmi Anugrah menghentikan peluang-peluang berbahaya, sementara upaya Leo Cuartero Iglesias dan juga tendangan Muhammad Alfayyadh menjadi sinyal bahwa Indonesia masih memiliki kesempatan jika momen serangan dikelola dengan lebih matang.
Dengan posisi sementara di Grup A yang menempatkan Indonesia di peringkat ketiga, fokus tim pada agenda berikutnya menjadi semakin penting. Setelah pemusatan latihan di ANFA Arena sebagai persiapan turnamen 24-28 Juni 2026, laga ini dapat dimaksimalkan untuk menyusun perbaikan taktik menjelang menghadapi Brasil, terutama terkait efektivitas serangan serta penutupan celah agar tidak kebobolan dalam tempo tinggi.












