Politik & Parlemen

Di Hadapan 12.000 Penggerak MBG, Prabowo Perkenalkan Tony Robbins, Pengusaha AS yang Dulu Sangat Miskin

0
×

Di Hadapan 12.000 Penggerak MBG, Prabowo Perkenalkan Tony Robbins, Pengusaha AS yang Dulu Sangat Miskin

Sebarkan artikel ini
Di Depan 12.000 Penggerak MBG, Prabowo Bawa Pengusaha AS Kaya yang Dulu Sangat Miskin News 4 Juni 2026
Ilustrasi: Di Depan 12.000 Penggerak MBG, Prabowo Bawa Pengusaha AS Kaya yang Dulu Sangat Miskin

jurnalistik.co.id – Presiden RI Prabowo Subianto menghadirkan pengusaha asal Amerika Serikat (AS) Tony Robbins untuk berdialog dengan 12.000 penggerak dan mitra program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sentul, Bogor, pada Rabu (3/6/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo menyampaikan bahwa Tony Robbins adalah sahabatnya yang kini sukses menjadi pengusaha. Prabowo juga meminta Tony untuk menyampaikan pandangannya mengenai kepemimpinan serta cara menghadapi kesulitan dan tantangan.

Menurut Prabowo, banyak pandangan Tony sejalan dengan pandangannya. Ia menuturkan bahwa Tony berasal dari latar belakang yang sangat miskin dan harus menghadapi berbagai tantangan sejak kecil.

“Banyak pandangan-pandangan beliau sama dengan pandangan saya. Beliau berasal dari keluarga yang sangat miskin. Dari kecil beliau menghadapi tantangan karena berasal dari keluarga yang sangat miskin,” ujar Prabowo.

Prabowo kemudian memaparkan gambaran awal Tony Robbins di Amerika. Ia menyebut orangtua Tony Robbins hanya bekerja sebagai tukang parkir, meski pada akhirnya Tony tumbuh menjadi sosok yang sukses.

“Tapi, bukan soal kaya materi atau uang. Beliau juga salah satu yang memelopori pemberian makan kepada orang-orang yang kelaparan di seluruh dunia, tidak hanya di negaranya sendiri. Saya jumpa beliau karena beliau dengar tentang program kita,” ujar dia.

Prabowo menegaskan bahwa keberhasilan Tony Robbins tidak berhenti pada pencapaian kekayaan. Ia menekankan adanya perhatian Tony terhadap persoalan kelaparan, yang menjadi bagian dari kontribusi Tony Robbins di tingkat global.

Pertemuan dengan program MBG

Prabowo menyampaikan bahwa ia bertemu Tony Robbins karena pengusaha tersebut mendengar tentang program MBG yang dijalankan. Dalam penjelasan itu, Prabowo menggambarkan momen yang menurutnya menjadi titik berangkat pemikiran Tony Robbins dalam soal memberi makan orang yang tidak memiliki makanan.

Prabowo mengatakan, pada suatu malam Thanksgiving ketika Tony Robbins masih kecil, keluarganya tidak memiliki makanan sama sekali di meja. Ia menuturkan bahwa kemudian ada orang yang memberikan makanan karena mendengar keluarga Tony Robbins tidak punya makanan.

“Tiba-tiba ada orang yang datang, mungkin mendengar dari tetangga-tetangga bahwa keluarga ini tidak punya makan. Orang itu memberi makan. Dan bapaknya waktu itu marah, mungkin malu, tidak mau terima makanan. Tapi, dipaksa untuk terima. Dari situlah beliau berkembang sampai pada saat beliau jadi orang, beliau selalu mikir orang-orang yang tidak makan,” kata Prabowo.

Menurut Prabowo, proses pemberian makanan itu tidak langsung diterima sepenuhnya oleh ayah Tony. Ia menyebut bapaknya marah karena barangkali merasa malu, tetapi pada akhirnya terpaksa menerima bantuan tersebut.

Prabowo lalu merangkum inti pelajaran yang ditarik Tony Robbins dari kejadian itu. Ia menyatakan bahwa pengalaman tersebut membuat Tony terus berpikir tentang orang-orang yang tidak sanggup membeli atau memperoleh makanan.

Ia menyebut bahwa nilai, pandangan, dan filosofi yang berkembang pada diri Tony Robbins turut menciptakan titik temu. Prabowo menilai adanya kesamaan dalam cara pandang yang kemudian berhubungan dengan arah program yang ia jalankan.

“Jadi, di situ mungkin ada berjumpanya nilai, berjumpanya pandangan, dan berjumpanya filosofi,” imbuh dia.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menempatkan pesan Tony Robbins dalam konteks diskusi mengenai kepemimpinan dan ketangguhan menghadapi tantangan. Ia menghubungkan kisah latar belakang Tony dengan pemaknaan tentang kerja untuk membantu pihak yang membutuhkan.

Perbincangan di Sentul ini dilakukan di hadapan 12.000 penggerak dan mitra MBG, sehingga sambutan dan arahan Prabowo menjadi bagian dari rangkaian komunikasi program. Kehadiran Tony Robbins dihadirkan sebagai penyampai pandangan sekaligus penguat pesan bahwa kepedulian pada persoalan kelaparan dapat diwujudkan melalui tindakan nyata.

Prabowo menyatakan bahwa Tony Robbins merupakan sahabatnya yang telah menunjukkan keberhasilan sebagai pengusaha. Ia menekankan bahwa kesuksesan Tony Robbins juga terkait dengan inisiatif pemberian makan bagi orang-orang yang kelaparan di seluruh dunia, serta menjadi alasan Prabowo dapat menjalin pertemuan dan menghadirkan Tony dalam forum MBG.

Dengan latar belakang tersebut, pertemuan bersama Tony Robbins menjadi bagian dari upaya penyampaian pesan program kepada para penggerak. Prabowo menutup dengan penegasan adanya keselarasan nilai antara pandangan yang dimiliki Tony dan arah yang dijalankan dalam program MBG.