Politik & Parlemen

Sampah Jakarta Tembus 9.000 Ton Per Hari, DPRD DKI Perkuat Strategi Pengelolaan dari Hulu

0
×

Sampah Jakarta Tembus 9.000 Ton Per Hari, DPRD DKI Perkuat Strategi Pengelolaan dari Hulu

Sebarkan artikel ini
Sampah Jakarta Tembus 9.000 Ton Per Hari, DPRD DKI Perkuat Strategi Pengelolaan dari Hulu News 4 Juni 2026
Ilustrasi: Sampah Jakarta Tembus 9.000 Ton Per Hari, DPRD DKI Perkuat Strategi Pengelolaan dari Hulu

jurnalistik.co.id – DPRD DKI Jakarta berkomitmen memperkuat strategi pengelolaan sampah dari hulu. Langkah ini dinilai penting karena volume sampah yang dihasilkan Jakarta telah mencapai 9.000 ton per hari.

Penguatan pengelolaan diarahkan agar Jakarta bisa bergerak menuju kondisi yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. DPRD juga menekankan bahwa pembenahan perlu dilakukan dari tingkat paling awal, kemudian berlanjut hingga pengelolaan di hilir.

Ketua Panitia Khusus (Pansus) Pengelolaan Sampah DPRD DKI Jakarta Judistira Hermawan mengatakan, pihaknya siap mengurai persoalan pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir. Pernyataan itu disampaikan dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Kamis (4/6/2026).

Empat aspek utama penguatan

Pembenahan akan difokuskan pada empat aspek utama: sarana dan prasarana, regulasi, teknologi, serta manajemen armada. Keempatnya diharapkan saling melengkapi agar upaya pengurangan sampah bisa berjalan lebih efektif.

Judistira menilai, sarana dan prasarana pendukung pemilahan sampah di tingkat rukun warga (RW) masih terbatas. Ia menyebut masyarakat selama ini cenderung hanya menerima imbauan tanpa dukungan fasilitas yang memadai.

“Kami tidak bisa menuntut keterlibatan masyarakat, tetapi sarana prasarananya tidak kami siapkan dengan baik,” ujar Judistira.

Selain aspek fisik di lapangan, Pansus juga menaruh perhatian pada penegakan aturan. Pansus akan mengawasi secara konsisten penegakan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah.

Judistira menekankan pentingnya penerapan sanksi tegas bagi pihak-pihak yang belum mengelola sampah secara mandiri. Menurutnya, perhatian khusus juga perlu diberikan pada kawasan pasar yang dikelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pasar Jaya.

“Jadi, sinergi antarinstansi dan BUMD seperti Pasar Jaya harus berjalan dalam satu visi yang sama, yaitu mulai mengelola sampah secara mandiri,” tegasnya.

Penyesuaian teknologi pengolahan sampah

Terkait teknologi pengolahan sampah, Judistira menilai perlu ada penyesuaian antara kebutuhan dan karakteristik sampah di Jakarta. Karena itu, Pansus mengkaji beberapa opsi teknologi terbarukan.

Opsi yang dipertimbangkan mencakup waste to energy (WTE) atau pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL). Selain itu, Pansus juga menimbang refuse derived fuel (RDF) dan pengolahan biologis.

Untuk pengolahan biologis, Judistira menyebut contoh seperti budi daya maggot dan pengomposan (composting). Pemilihan teknologi yang tepat, menurutnya, dapat mendorong terbentuknya ekosistem ekonomi sirkular di Jakarta.

Dengan arah itu, sampah diharapkan tidak lagi dipandang semata-mata sebagai sumber masalah. Sampah diarahkan agar memiliki nilai ekonomi melalui pengolahan yang sesuai.

“Sampah berubah dari beban menjadi berkah yang bernilai ekonomis,” ungkapnya.

Konsep tersebut juga dinilai selaras dengan target pengurangan sampah secara signifikan di Jakarta. DPRD berharap upaya penguatan dari hulu dapat meningkatkan kualitas lingkungan hidup sekaligus memperbaiki cara pandang terhadap pengelolaan sampah.

Pembenahan manajemen armada

Selain teknologi dan regulasi, Pansus juga akan membenahi manajemen armada pengangkut sampah. Judistira menyebut terdapat banyak kendaraan yang sudah tidak layak beroperasi.

“Hal ini krusial karena kami sudah banyak menerima keluhan langsung dari masyarakat,” tutur Judistira. Ia menegaskan bahwa perbaikan armada menjadi bagian penting agar proses pengangkutan bisa berjalan lebih baik.

Komitmen penguatan pengelolaan dari hulu tersebut pada akhirnya ditujukan untuk menciptakan sistem yang lebih terintegrasi. DPRD DKI menempatkan pemilahan, penguatan aturan, pilihan teknologi yang tepat, dan pengelolaan armada sebagai rangkaian upaya yang saling terkait.

Melalui penguatan strategi ini, DPRD berharap pengelolaan sampah Jakarta dapat bergerak menuju target yang lebih terukur. Pada saat yang sama, upaya tersebut diharapkan memberi dampak pada peningkatan kualitas lingkungan hidup di berbagai wilayah.

Dengan fokus sarana-prasarana, regulasi, teknologi, dan manajemen armada, Pansus berupaya memastikan pengelolaan sampah tidak berhenti pada imbauan. Program yang dijalankan diharapkan juga mendorong praktik pengelolaan sampah secara mandiri, termasuk di lingkungan kawasan pasar yang dikelola BUMD Pasar Jaya.