jurnalistik.co.id – Timnas Bosnia-Herzegovina menutup fase grup Piala Dunia 2026 dengan kemenangan 3-1 atas Qatar dan mengunci finis di peringkat ketiga Grup B. Hasil ini membuat Bosnia menjaga peluang untuk melaju ke babak knockout, menyusul hasil pertandingan lain di grup yang memengaruhi klasemen akhir.
Pertandingan Bosnia vs Qatar berlangsung di Seattle Stadium, Washington, Amerika Serikat, pada Kamis (25/6/2026) dini hari WIB. Dalam laga penutup Grup B tersebut, Bosnia keluar sebagai pemenang dengan skor 3-1.
Bosnia memulai pertandingan dengan tempo tinggi dan cepat menekan pertahanan Qatar. Anak-anak asuh Sergej Barbarez hampir membuka keunggulan ketika laga belum genap berjalan dua menit, lewat Ivan Sunjic yang memenangkan duel perebutan bola lalu mengirim umpan kepada Ermedin Demirovic. Namun, tembakan Demirovic masih belum menemui sasaran.
Sejak awal, permainan cenderung berjalan sesuai skenario Bosnia. Dalam 10 menit pertama, Bosnia mendominasi penguasaan bola hingga 85 persen, sementara Qatar terlihat kesulitan untuk merebut bola dan lebih banyak menyesuaikan diri dengan ritme serangan yang dibangun lawan.
Meski beberapa kali menekan, Bosnia belum mampu mengubah kendali permainan menjadi gol hingga memasuki menit ke-20. Qatar memang jarang menguasai bola, tetapi tetap bisa bertahan dan membuat upaya Bosnia tidak langsung membuahkan hasil.
Pembeda datang menjelang jeda
Gol pertama akhirnya tercipta pada menit ke-29. Kerim Alajbegovic membuka keunggulan Bosnia dengan gol cantik dari luar kotak penalti.
Setelah keunggulan itu, Bosnia tetap melanjutkan proses serangan sampai akhirnya menambah dua gol lagi. Kerim Alajbegovic menjadi pencetak gol pertama, disusul gol bunuh diri Sultan Al Brake, serta gol Ermin Mahmic yang melengkapi kemenangan 3-1.
Qatar hanya mampu membalas melalui Hassan Al Haydos. Dengan demikian, skor akhir bertahan 3-1 untuk Bosnia, sekaligus menjadi tiga poin pertama yang mereka kumpulkan di Piala Dunia 2026.
Di sisi klasemen, kemenangan Bosnia membawa dampak langsung pada posisi akhir mereka di Grup B. Bosnia finis di peringkat ketiga, sementara Kanada berada di atas mereka setelah hasil pertandingan di laga lain berjalan sesuai yang dibutuhkan. Kanada sendiri kalah selisih gol dari Bosnia, mengingat sebelumnya Kanada sempat mencukur Qatar 6-0, namun pada akhir fase grup posisi akhir tetap menempatkan Bosnia di tangga ketiga.
Bosnia juga memperoleh gambaran peluang yang lebih terbuka karena Kanada di pertandingan lain tumbang dari Timnas Swiss dengan skor 1-2. Sementara itu, Qatar harus mengakhiri kiprah di fase grup sebagai juru kunci dengan koleksi 1 poin.
Kemenangan 3-1 atas Qatar pun menjadi penutup fase grup yang menentukan bagi Bosnia, sekaligus memastikan mereka membawa modal penting menuju babak berikutnya dari Piala Dunia 2026.
Setelah ancaman awal lewat kombinasi Sunjic dan Demirovic, Bosnia terus membangun serangan dengan intensitas yang tidak cepat turun. Ritme permainan yang ditopang penguasaan bola membuat Qatar lebih sering bertahan di area sendiri, sementara ruang gerak untuk membalas serangan terasa sempit karena tekanan yang datang berulang.
Menjelang jeda, perubahan besar terlihat saat Alajbegovic mencetak gol pembuka pada menit ke-29. Sejak saat itu, Bosnia tidak berhenti pada satu gol saja, tetapi menjaga kesinambungan serangan sampai akhirnya menambah angka melalui gol bunuh diri Sultan Al Brake dan ditutup oleh gol Ermin Mahmic. Dengan keunggulan yang makin tebal, Bosnia mampu mengatur tempo agar Qatar tidak mendapatkan momen untuk memperkecil jarak secara lebih leluasa.
Hassan Al Haydos menjadi satu-satunya respons yang bisa didapat Qatar sebelum pertandingan berakhir. Namun, setelah gol balasan tersebut, laga kembali kembali mengarah pada dominasi Bosnia. Hasil akhir 3-1 sekaligus menegaskan bahwa momentum yang dibangun sejak awal pertandingan benar-benar bertahan hingga peluit panjang, baik saat mengelola pertandingan maupun saat mencari peluang untuk memperbesar keunggulan.
Bagi Grup B, kemenangan ini mengunci posisi Bosnia di peringkat ketiga, dengan Kanada berada di atas mereka. Kondisi klasemen yang turut dipengaruhi hasil laga lain membuat Bosnia tetap memperoleh gambaran bahwa peluang mereka lebih terbuka sepanjang fase grup berjalan. Di sisi lain, Qatar harus menerima nasib juru kunci dengan koleksi 1 poin, sehingga laga penutup menjadi penentu yang memisahkan arah langkah kedua tim menuju rangkaian pertandingan berikutnya.












