jurnalistik.co.id – Balikpapan— Polisi mengungkap jenis senjata air gun yang diamankan dari seorang pria berinisial AH (25), terduga pelaku penembakan di kawasan Terminal Kampung Baru, Balikpapan Barat, Kalimantan Timur.
Pengamanan itu dilakukan sebagai tindak lanjut atas kejadian yang disebut terjadi pada Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 17.30 Wita.
Menurut Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Tedy Sopandi, air gun yang diduga digunakan merupakan pistol jenis Glock 22 Gen 4.
“Benar, terkait kejadian yang beredar di media sosial tersebut, tim gabungan Polda Kaltim dan Polresta Balikpapan telah mengambil langkah cepat. Yang bersangkutan sudah diamankan dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan.”
Polisi menyatakan AH telah diamankan dan kini masih menjalani pemeriksaan untuk mendukung proses penyelidikan.
“Senjata jenis air gun yang diduga digunakan dalam kejadian tersebut juga telah kami amankan untuk kepentingan pemeriksaan,” jelas Tedy.
Barang bukti yang disita
Dalam penelusuran barang bukti, polisi mencatat air gun tersebut memiliki nomor pabrik GUW422.
Senjata itu juga dilaporkan berwarna hitam abu-abu serta bertuliskan made in Austria.
Selain air gun, tim gabungan turut mengamankan satu tabung gas COâ‚‚ dalam kondisi kosong, satu magazine, serta tiga butir peluru berbahan metal.
Rangkaian pemeriksaan dilakukan untuk memastikan identitas serta karakteristik senjata yang ditemukan dan keterkaitannya dengan peristiwa yang sedang ditangani.
Pemeriksaan legalitas dan balistik
Berita Terkait
Tedy menambahkan bahwa penyidik masih mendalami seluruh rangkaian kejadian, termasuk memeriksa legalitas dan peruntukan air gun tersebut.
“Tim sedang mendalami secara menyeluruh rangkaian peristiwa tersebut, termasuk meminta keterangan para pihak dan saksi, memeriksa rekaman video yang beredar, serta melakukan pengecekan terhadap legalitas dan peruntukan air gun tersebut,” lanjutnya.
Untuk memastikan keterkaitan barang bukti dengan peristiwa penembakan, air gun tersebut juga akan diperiksa lebih lanjut, termasuk pemeriksaan balistik.
Saat ini, AH masih menjalani pemeriksaan polisi seiring proses penyelidikan dan penyidikan berjalan.
“Peristiwa ini tentunya akan kami proses secara tegas, profesional dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Tedy.
Di sisi lain, seorang saksi mata, Muhammad Nur Fadli alias Sadli, mengaku sempat menjadi sasaran tembakan saat berupaya melerai keributan di Terminal Kawasan Pelabuhan Speedboat Baru Tengah, Balikpapan Barat.
Sadli menyebut kejadian itu berlangsung pada Rabu (12/8/2026) sore, saat suasana pelabuhan dan terminal setempat sedang terjadi keributan.
Polisi terus menindaklanjuti keterangan pihak-pihak terkait, saksi, serta rekaman video yang beredar untuk melengkapi gambaran peristiwa dan memastikan langkah hukum yang diambil sesuai ketentuan.
Dalam proses pengumpulan keterangan, penyidik juga berfokus pada penelusuran kronologi awal yang beredar, mulai dari rangkaian peristiwa di area terminal hingga respons cepat tim gabungan. Fokusnya adalah mencocokkan pernyataan para saksi dengan bukti yang berhasil diamankan, termasuk identitas serta spesifikasi senjata yang disebut digunakan.
Pemeriksaan terhadap perangkat yang turut disita dilakukan secara bertahap. Selain memastikan fungsi dan komponen yang ada pada air gun, penyidik meneliti tabung gas COâ‚‚ yang diamankan dalam kondisi kosong, magazine, serta tiga butir peluru berbahan metal agar diketahui keterkaitannya dengan kejadian yang sedang diselidiki.
Untuk memperkuat hasil pemeriksaan, polisi juga menitikberatkan pada verifikasi karakteristik senjata, seperti nomor pabrik GUW422 dan keterangan “made in Austria”, termasuk penyesuaian detail warna hitam abu-abu. Dari pemeriksaan ini, penyidik kemudian menilai apakah seluruh temuan tersebut sesuai dengan informasi yang telah didapat dari pihak-pihak terkait.
Rekaman video yang beredar di media sosial turut menjadi bahan pendalaman. Dengan memadankan rekaman tersebut terhadap keterangan saksi, tim bermaksud mendapatkan gambaran yang utuh mengenai situasi saat kejadian, peran masing-masing pihak, serta memastikan bahwa langkah penanganan hukum berjalan sesuai prosedur yang berlaku.












