Hukum & Kriminal

Penembakan di luar sinagoge di Kanada disebut bermotif kebencian, menurut pejabat

×

Penembakan di luar sinagoge di Kanada disebut bermotif kebencian, menurut pejabat

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Shooting outside Canadian synagogue was 'hate-motivated', officials say

jurnalistik.co.id – Otoritas Kanada menyebut penembakan di luar sinagoge di Belleville, Ontario, pada malam Yom Kippur sebagai serangan bermotif kebencian yang menargetkan komunitas Yahudi.

Insiden terjadi di luar Sons of Jacob Synagogue pada Minggu malam, tepat ketika Yom Kippur berlangsung, yakni malam paling suci dalam kalender Yahudi.

Kepala Kepolisian Belleville, Murray Rodd, menyampaikan dalam konferensi pers Kamis bahwa serangan tersebut “a deliberate attack directed at members of the Jewish community”.

Menurut keterangan polisi, tindakan itu diarahkan kepada anggota komunitas Yahudi, dan penanganan di sekitar lokasi kemudian dilakukan dengan pengamanan lebih ketat.

Dalam peristiwa itu, petugas yang mengalami luka paling serius adalah Constable Jeff Smith.

Rodd mengatakan Smith terus menghadang penyerang meski ia sudah ditembak beberapa kali.

Polisi menjelaskan Smith mengalami beberapa luka tembak di kepala dan tubuh. Ia masih dirawat di rumah sakit dan diperkirakan menjalani beberapa operasi yang berkaitan dengan “serious head trauma”.

“He’s making progress every day,” kata Rodd, yang menggambarkan kondisi Smith sebagai proses perbaikan harian.

Rodd menyebut Smith ditembak saat berada di mobil, tetapi tetap berupaya melawan serangan di dekat sinagoge sebelum bantuan datang.

Ia menuturkan, “Despite suffering life-threatening injuries, within moments of encountering the armed suspect, Constable Smith exited his vehicle and engaged the attacker,”.

Hampir tiga menit setelah itu, Constable Mike McCurdy tiba di lokasi kejadian untuk bergabung menghentikan serangan.

Dalam keterangan polisi, McCurdy “joined the active gunfight, helping to bring the violent attack to an end”, sementara ia dinyatakan tidak mengalami luka.

Otoritas juga menyatakan kedua petugas melepaskan tembakan selama insiden berlangsung.

Rodd dan kepolisian memperkirakan sekitar 20 sampai 30 tembakan dilepaskan. Setelah penembakan, tersangka berada dalam kondisi mengancam jiwa, sedangkan Smith berada dalam kondisi kritis namun stabil.

Polisi mengidentifikasi pelaku sebagai Sean Ward, 29 tahun, warga Quinte West, sebuah komunitas dekat Belleville yang berjarak sekitar 170 km di sebelah timur Toronto.

Ward dikirim ke rumah sakit dengan luka serius, lalu kemudian meninggal dunia.

Rodd menyebut upaya penyerangan itu sebagai “a hate-motivated crime”. Ia menegaskan motif kebencian menjadi dasar dari tindakan tersebut.

Sehubungan dengan insiden itu, Toronto Police meningkatkan patroli di luar sinagoge dan tempat-tempat ibadah lain sebagai langkah kehati-hatian.

Kecaman juga datang dari pemimpin komunitas Yahudi dan sejumlah pejabat. Perdana Menteri Kanada Mark Carney menyampaikan bahwa warga Yahudi harus dapat beribadah dengan aman.

Carney menulis di X: “Jewish people must be able to worship safely. To live free, open, proud Jewish lives.”

Noah Shack, CEO Centre for Israel and Jewish Affairs, menyampaikan pada Kamis bahwa “if not for the extraordinary bravery of Constable Jeff Smith, Canadians would have experienced the type of mass-casualty terror attack our security services have warned is a realistic possibility”.

Shack juga menilai, tanpa keberanian Constable Jeff Smith, Kanada bisa menghadapi skenario serangan teror dengan korban massal yang sebelumnya telah diperingatkan oleh layanan keamanan.

Menurutnya, para pemimpin Kanada juga diminta “take urgent and concrete actions” terhadap ancaman yang ditujukan kepada komunitas Yahudi.

Hingga saat ini, polisi terus melakukan penyelidikan untuk menelusuri seluruh rangkaian peristiwa di luar sinagoge, termasuk detail kronologi selama penembakan.

Dalam penjelasan lanjutan, pihak berwenang menekankan bahwa rangkaian kejadian terjadi tepat pada malam Yom Kippur, saat umat Yahudi menjalani ibadah paling sakral. Polisi juga menyatakan serangan itu dipahami sebagai tindakan yang didorong kebencian terhadap komunitas Yahudi.

Setelah insiden dimulai, penanganan berlangsung cepat di sekitar area sinagoge. Constable Jeff Smith tetap melawan meski mengalami beberapa luka tembak, sementara Constable Mike McCurdy kemudian tiba dan bergabung untuk menghentikan serangan. Kepolisian menambahkan bahwa tembakan dilepaskan oleh kedua petugas selama peristiwa berlangsung, dan tersangka Sean Ward akhirnya meninggal setelah mendapat perawatan di rumah sakit.

Pasca kejadian, Toronto Police meningkatkan patroli di luar sinagoge dan tempat ibadah lainnya sebagai langkah kehati-hatian. Para pemimpin komunitas dan pejabat juga menyampaikan dukungan serta desakan agar tindakan konkret segera diambil, sementara polisi terus melakukan penyelidikan untuk menelusuri seluruh kronologi insiden dari awal hingga akhir.