Hukum & Kriminal

Tangis Ayah Tian Ngantung Terurai, Cerita Kondisi Kristian Usai Tragedi Drag Race Kotamobagu

×

Tangis Ayah Tian Ngantung Terurai, Cerita Kondisi Kristian Usai Tragedi Drag Race Kotamobagu

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Tangis Ayah Tian Ngantung Pecah, Ungkap Kondisi Anaknya Usai Insiden Drag Race Kotamobagu

jurnalistik.co.id – Danny Ngantung mengaku terpukul ketika pertama kali mengetahui putranya, Kristian Ngantung, terlibat dalam insiden maut drag race di Kotamobagu. Tangisnya pecah saat menyampaikan kondisi anaknya yang masih menjalani perawatan medis di Rumah Sakit pada Jumat (14/8/2026).

Insiden itu terjadi di Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara, pada Minggu (9/8/2026). Danny mengatakan, kabar awal yang diterima keluarga berkaitan dengan kecelakaan yang melibatkan anaknya.

Saat menceritakan detik-detik awal yang ia terima, Danny menekankan bahwa yang paling pertama muncul adalah kekhawatiran terhadap keselamatan Kristian. Menurutnya, informasi yang datang pada saat itu langsung membuat pikiran keluarga terarah pada kemungkinan terburuk.

Danny menyampaikan, “Begitu kami mendengar bahwa ada kecelakaan, maka yang terjadi adalah bahwa kami merasa sangat khawatir. Sebab kalau kecelakaan, ya… bagaimana nasib dia pada waktu itu,” kata Danny, Jumat (14/8/2026).

Rasa cemas tersebut bertambah berat ketika keluarga mengetahui insiden itu menimbulkan korban meninggal dunia. Danny menyebut pukulan yang mereka terima menjadi berlapis, karena baginya, nyawa manusia adalah hal yang tidak bisa dianggap remeh.

Danny mengatakan, “Ini satu hal yang merupakan pukulan ya, sangat besar bagi kami, karena bagaimanapun ini adalah nyawa manusia,” ujarnya. Dalam penuturannya, ia menegaskan dampak peristiwa itu bukan hanya mengenai sang anak, melainkan juga menyangkut kemanusiaan yang turut tersentuh oleh tragedi.

Di tengah proses pemulihan, komunikasi Kristian dengan keluarga belum berjalan banyak. Danny menjelaskan bahwa anaknya masih dalam kondisi sakit, sehingga ketika berinteraksi, ekspresi yang terlihat lebih banyak menunjukkan kesedihan.

“Walaupun mungkin ada ketika kami mencoba untuk bertanya tentang hal-hal yang sebenarnya terjadi, masih belum sanggup untuk kemudian bisa menceritakan,” katanya. Danny menggambarkan bahwa saat keluarga berusaha memahami situasi, Kristian belum mampu menyampaikan penjelasan terkait apa yang terjadi.

Lebih lanjut, Danny menceritakan bahwa Kristian telah mengenal dunia otomotif sejak duduk di kelas 1 SMA. Ia menyebut Kristian selama menekuni olahraga otomotif diketahui mengikuti sejumlah perlombaan dan meraih berbagai prestasi.

Menurut Danny, sejumlah trofi yang berhasil diperoleh Kristian bahkan tersimpan dan dipajang di rumah keluarga. Ia menggambarkan hal tersebut sebagai bagian dari perjalanan panjang anaknya di bidang otomotif, yang selama ini menjadi salah satu bentuk kerja keras dan ketekunan.

Terkait keikutsertaan Kristian dalam drag race di Kotamobagu, Danny menuturkan bahwa informasi mengenai rencana tersebut diketahui keluarga melalui ibu Kristian. Danny juga menyatakan bahwa keluarga saat ini belum ingin memikirkan proses hukum secara jauh, karena fokus utama mereka tetap pada pemulihan kondisi Kristian.

“Yang menjadi harapan kami di sini adalah bahwa kami merasa bahwa anak kami juga kan sudah dalam keadaan kecelakaan dan kemudian ada… ya kami merasa bahwa itu adalah dia juga adalah korban,” kata Danny. Ia menyampaikan harapan agar keluarga bisa memandang Kristian sebagai pihak yang mengalami dampak langsung dari tragedi tersebut.

Danny melanjutkan, “Kami sekarang ini masih berusaha untuk memulihkan dia dulu, baik dari segi keadaan fisiknya maupun dari sisi mentalnya,” lanjutnya. Dalam kalimat itu, ia menekankan pemulihan tidak hanya dilihat dari kondisi tubuh, tetapi juga dari kondisi psikologis Kristian yang turut menjadi perhatian.

Sejauh ini, Danny menggambarkan bahwa yang paling penting bagi keluarga adalah memastikan Kristian bisa kembali stabil, menjalani perawatan, serta perlahan pulih untuk kembali beraktivitas. Hingga kabar lanjutan dari pihak medis, keluarga tetap berada pada tahap menjaga kondisi Kristian dan menunggu perkembangan yang mereka harapkan dapat segera membaik.