Hukum & Kriminal

Petani Dipenjara atas Kasus Pembunuhan “Body in Barrel” di Barnsley

×

Petani Dipenjara atas Kasus Pembunuhan “Body in Barrel” di Barnsley

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Farmer jailed for 'body in barrel' murder in Barnsley

jurnalistik.co.id – Christopher Wright divonis 35 tahun penjara karena membunuh dan menghilangkan jasad Richard Dyson, yang sempat menghilang dari kawasan pedesaan dekat Barnsley. Vonis tersebut dijatuhkan setelah pengadilan mendengar bahwa Dyson dibunuh sebelum jasadnya disembunyikan dalam bentuk yang sangat mengerikan.

Richard Dyson, 55 tahun, dinyatakan hilang pada November 2019. Namun, jenazahnya baru ditemukan hampir enam tahun kemudian, tersimpan di dalam sebuah tong yang diisi beton, yang berada di trailer sebuah truk di area pertanian dekat Barnsley.

Di persidangan Pengadilan Crown Sheffield, terungkap bahwa Christopher Wright (73) membunuh Dyson ketika Dyson mencoba mengambil senjata milik Wright. Jaksa juga menyampaikan bahwa penanganan lanjutan atas jasad Dyson dilakukan dengan bantuan teman masa kecil Wright, Karl Schwalbe.

Wright dan Schwalbe masing-masing dinyatakan bersalah dalam persidangan yang terpisah. Bulan lalu, Wright dinyatakan bersalah atas pembunuhan, sementara Schwalbe (72) dinyatakan bersalah karena perverting the course of justice.

Selain hukuman untuk dakwaan utama, pengadilan juga menemukan bahwa Wright bersalah atas sejumlah pelanggaran lain. Wright dinyatakan bersalah karena conspiracy to pervert the justice, mencegah pemakaman yang sah, serta enam dakwaan terkait kepemilikan senjata api.

Saat menjatuhkan hukuman, Mr Justice Cotter menegaskan beratnya tindakan yang dilakukan. Ia menyampaikan: “You had worked as a butcher and were skilled enough to do such a terrible thing, something few ordinary people would have the stomach for.”

Bagi Karl Schwalbe, pengadilan menetapkan hukuman tiga tahun penjara untuk perbuatannya dalam perkara perverting the course of justice. Putusan ini mengikuti rangkaian proses hukum setelah jenazah Dyson akhirnya dapat ditemukan.

Dukungan dan tanggapan keluarga Dyson tidak mereda meski bertahun-tahun berlalu. Bethany Dainty, putri Dyson, menyatakan bahwa hidupnya berubah menjadi “living nightmare” selama masa Dyson menghilang dan upaya pencarian dilakukan berulang kali.

Dalam victim impact statement yang dibacakan di pengadilan, Bethany Dainty menyampaikan: “Someone watched me suffering for years and said nothing. That level of cruelty is impossible for me to understand.”

Pengadilan juga menyingkap gambaran hubungan Dyson dengan Wright dalam periode sebelum kasus ini meledak. Sebelumnya, Dyson diketahui tinggal di dalam mobil di luar rumah Wright di Sheffield Road, Hoyland, dan sering membantu berbagai pekerjaan, mulai dari memotong pagar hingga memperbaiki traktor serta mengantar seseorang ke janji temu.

Di persidangan, Wright digambarkan sebagai sosok yang sangat menyukai senjata, sekaligus pengolektor. Pengadilan mendengar Wright memiliki sejumlah senjata api vintaj, mesin pertanian tua, serta instrumen musik.

Seorang mantan pasangan Dyson menceritakan bahwa beberapa bulan sebelum Dyson menghilang, Dyson menemukan sebuah senapan mesin di lahan pertanian milik Wright dan menyimpannya. Menurut kesaksian, Dyson mempertahankan senjata itu karena “worth a lot of money”.

Jaksa menyebut bahwa Wright menjadi “greatly angered” ketika mengetahui ada upaya pencurian tersebut. Wright lalu dikatakan membunuh Dyson dengan shotgun yang “immediately to hand”.

Catatan waktu menunjukkan telepon Dyson terakhir kali dilakukan pada 17 November 2019, sebelum kemudian ia dilaporkan hilang. Dalam bulan-bulan setelah itu, Wright dan Schwalbe diwawancarai polisi, tetapi keduanya membantah mengetahui apa yang terjadi.

Dalam persidangan, muncul rincian mengenai keterlibatan Schwalbe dalam upaya menyembunyikan jasad. Pengadilan mendengar Wright meminta bantuan teman masa kecilnya untuk membantu menyembunyikan tubuh Dyson.

Titik penting lain diungkap melalui pemeriksaan data telepon seluler pada Juli 2025. Peninjauan tersebut menemukan bahwa Wright menghubungi pemilik Alderthwaite Farm di Hoyland tiga hari setelah Dyson menghilang.

Petani Ian Ollerenshaw yang memberi keterangan di pengadilan menyampaikan bahwa Wright menanyakan apakah ia dapat menyimpan livestock trailer di tanahnya saat Wright “tidying up” farm miliknya. Ollerenshaw juga mencatat kejadian hari tersebut di buku diary.

Ollerenshaw, yang menurut persidangan sama-sama menjadi penyewa di Wentworth Estate seperti Wright, menyebut trailer itu ditarik ke lahannya menggunakan Fordson traktor vintage. Namun, ia mengatakan tidak memeriksa isi trailer setelah kendaraan tersebut diparkir.

Baru setelah itu jenazah Dyson ditemukan. Pengadilan menyatakan Dyson ditemukan di dalam tong berbahan beton di dalam trailer yang dikunci gembok, dan jenazah tersebut berada di samping identitas milik Wright.

Setelah putusan, pernyataan dari keluarga Dyson menggambarkan enam tahun penuh ketidakpastian dan penderitaan. Mereka menyampaikan: “For six long years, we have lived through a nightmare.”

Mereka menambahkan: “Every day was marked by questions, pain and thoughts that brought constant torment.” Keluarga itu menyatakan dunia mereka “world shattered all over again” ketika sisa-sisa Dyson ditemukan, serta menggambarkan rasa kehilangan yang tidak terbayangkan.

Keluarga juga menegaskan ketidakmampuan untuk melepaskan pikiran tentang penderitaan Dyson. Mereka menyampaikan: “We cannot escape the thoughts of what he endured,” dan menambahkan bahwa pihak yang bertanggung jawab “didn’t just take his life” melainkan “destroyed an entire family”, sekaligus “stole years from us we’ll never get back.”

Di luar sidang, Det Ch Insp Andy Knowles dari South Yorkshire Police menyampaikan apresiasi kepada keluarga Dyson. Ia mengatakan penyelidikan telah berlangsung lama, kompleks, serta melelahkan secara emosional.

Knowles menyatakan: “Wright and Schwalbe knew what happened to Richard and even with the evidence against them, they continued to deny accountability, making Richard’s family endure a trial, listen to harrowing evidence and distressing testimonies.” Ia juga menambahkan: “The strength and dignity in confronting each moment of this process has been nothing short of extraordinary.”