jurnalistik.co.id – Seorang pilot India, Capt Smit Machchhar, mengatakan membuka pintu kokpit pesawat Flydubai rute Tel Aviv–Dubai ketika pesawat sedang diserang oleh co-pilotnya. Langkah itu dilakukan agar penumpang bisa masuk dan menghentikan penurunan cepat pesawat.
Menurut Machchhar, ia sedang berada di lantai pesawat dan mengalami luka saat serangan masih berlangsung. Meski demikian, ia menyatakan memaksa diri untuk mengambil satu kesempatan terakhir dari dalam kabin kokpit.
“Saya berbaring di lantai dalam kondisi terluka, tetapi saya bilang pada diri sendiri untuk berusaha sekali lagi membuka pintu dari dalam,” katanya dalam percakapan video dengan Perdana Menteri India, Narendra Modi. Ia menambahkan bahwa setelah pintu terbuka, orang lain ikut masuk dan mengambil peran untuk membantu mengendalikan situasi.
Machchhar juga mengatakan ia tetap bertarung demi keselamatannya sendiri, namun pada saat yang sama ia yakin tidak boleh membiarkan orang lain menjadi korban. Ia menggambarkan upaya tersebut sebagai dorongan yang datang dari kebutuhan untuk menghentikan keadaan agar tidak berakhir tragis.
Dalam kronologi yang disampaikan, pesawat dalam penerbangan menuju Tel Aviv dari Dubai mengalami serangan oleh seorang pilot lain yang berada di dalam pesawat. Serangan tersebut membuat penerbangan terpaksa mengalihkan rute ke Arab Saudi.
Pesawat diketahui sempat terjun lebih dari 17.000 kaki atau sekitar 5.200 meter dua jam setelah perjalanan dimulai pada hari Rabu. Setelah penurunan, penumpang dan awak kemudian mampu mengatasi penyerang dan kembali mengambil kendali hingga pesawat bisa mendarat dengan aman.
Atas langkah Machchhar, Modi menyampaikan apresiasi melalui pernyataan bahwa keberanian, kesabaran, dan keputusan cepat sang kapten telah menyelamatkan banyak nyawa. Menurut Modi, seluruh negara merasa bangga atas tindakan tersebut.
Berita Terkait
Pengakuan juga datang dari Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang menyebut Machchhar sebagai “true hero”. Nama kapten tersebut kemudian dibicarakan sebagai contoh keberanian dalam situasi darurat yang menuntut respons cepat dan tepat.
Dalam penanganan awal medis, Machchhar sempat dirujuk ke rumah sakit di Tabuk, sebuah kota di kawasan barat laut Arab Saudi. Setelah itu, ia dilaporkan diterbangkan dengan pesawat evakuasi ke Abu Dhabi, dan kondisi kesehatannya disebut dalam keadaan stabil.
Pihak Kedutaan India di Uni Emirat Arab menyatakan pada hari Kamis bahwa Machchhar “dalam kondisi baik” dan tengah pulih dengan baik. Duta Besar Deepak Mittal mengatakan ia bangga pada Capt Smit atas keberaniannya dan merasa sangat lega saat bertemu langsung dengan Machchhar.
Machchhar turut menjelaskan cara pandangnya terhadap luka yang dialaminya. Ia mengatakan tidak akan memandang cedera tersebut sebagai “luka” semata, karena menurutnya pendekatan itu akan membuat proses pemulihan menjadi lebih sulit.
Ia menambahkan bahwa ia menilai situasi tersebut sebagai sebuah perjalanan yang berjalan perlahan dan membutuhkan waktu. Machchhar menyatakan tetap yakin pemulihan akan terjadi, serta ia percaya dapat kembali menjadi sehat dan bugar.
Kesaksian Machchhar menyoroti betapa rapuhnya kendali penerbangan ketika terjadi serangan di dalam kabin. Namun, dari uraian yang ia sampaikan, upaya membuka pintu kokpit memberi ruang bagi penumpang untuk mengambil alih peran praktis saat pesawat kehilangan kestabilan.
Dengan demikian, rangkaian peristiwa yang meliputi serangan di atas pesawat, keputusan kapten, hingga kerja sama penumpang dan awak berujung pada pendaratan yang aman. Apresiasi dari Modi dan Netanyahu, serta kabar pemulihan dari pihak kedutaan, kemudian menjadi penanda bahwa kisah tersebut telah berkembang dari insiden darurat menjadi narasi tentang keberanian dan ketahanan.
Bagi keluarga dan publik, bagian yang paling ditekankan adalah pilihan Machchhar untuk bertindak di tengah kondisi yang ia gambarkan sebagai saat terluka dan masih diserang. Ia juga menegaskan niatnya agar orang lain tidak menjadi korban, sekaligus menggambarkan bahwa penanganan bersama menjadi kunci ketika situasi mendesak berlangsung cepat.
