jurnalistik.co.id – Pilot FlyDubai, Smit Machchhar, menceritakan detail penyerangan yang dialaminya di kokpit. Ia menyampaikan kronologi tersebut dalam sambungan telepon kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Dalam ceritanya, Machchhar menjelaskan bahwa situasi di kokpit bermula dari permintaan yang terdengar tidak biasa namun tetap ia anggap wajar. Kopilot saat itu meminta agar Machchhar berdoa di kokpit.
Machchhar tidak langsung mencurigai permintaan tersebut. “Karena menghormatinya, saya tidak menoleh ke belakang,” kata dia, sebagaimana dikutip dari Euronews, Minggu (4/10/2026).
Setelah momen tersebut, ia merasakan adanya benturan keras. Rangkaian benturan kembali terjadi, dan barulah Machchhar menyadari bahwa ia sedang diserang.
Pesawat penerbangan FZ1073 kemudian melibatkan upaya dari Machchhar sebagai kapten untuk mengendalikan akses ke kokpit. Ia menyebut kapten pesawat berusaha membuka ruang kokpit, tetapi pelaku menutupnya kembali.
Machchhar menggambarkan keadaan itu dengan kalimat yang menunjukkan keterkejutan sesaat sebelum kontrol pulih. “Saya membuka pintu kokpit sekali, namun dia menutupnya. Dan saya jatuh ke lantai,” ucapnya.
Ketika ia jatuh ke lantai, penglihatannya mulai kabur. Ia juga merasakan pesawat melakukan penurunan tajam, sebuah kondisi yang membuat situasi di kokpit semakin genting.
Meskipun berada dalam keadaan yang menekan, Machchhar tetap berupaya membuka pintu kokpit. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil pada tahap awal.
Dalam kondisi tersebut, Machchhar menyebut ada penumpang yang mencoba masuk ke kokpit dengan kode akses. Pintu kokpit dapat dibuka dari luar dengan kode.
Berita Terkait
Ia menuturkan bahwa ia berupaya meraih pegangan pintu bagian dalam. Akhirnya, pintu kokpit berhasil dibuka dari luar, dan penumpang masuk untuk menaklukkan kopilot.
Setelah insiden di kokpit terkendali, pesawat tetap bisa stabil. Pesawat kemudian mendarat dengan selamat di Arab Saudi.
Netanyahu kemudian menyebut Machchhar sebagai pahlawan atas keberanian luar biasa yang ia tunjukkan selama insiden berlangsung. Dalam percakapan itu, Netanyahu mengungkap harapannya agar Machchhar segera pulih.
Netanyahu juga mengaitkan pengakuan tersebut dengan dukungan yang diberikan oleh pemimpin India dan Israel. “Anda merupakan pahlawan sejati dari rakyat India dan Israel yang pemberani, Anda adalah pahlawan seluruh dunia. Saya harap Anda segera pulih,” kata Netanyahu dalam percakapan itu.
Machchhar disebut berkewarganegaraan India, sehingga pengakuan ini juga dihubungkan dengan perayaan Hari Kemerdekaan Israel. Netanyahu menyampaikan bahwa Narendra Modi akan menyalakan obor dalam perayaan tersebut.
Menurut keterangan dalam percakapan itu, obor biasanya hanya diberikan kepada warga lokal. Namun, Machchhar diundang untuk menerima kehormatan serupa dalam rangkaian perayaan.
Pesawat yang mengalami insiden tersebut membawa 172 penumpang dan awak. Sebagian besar penumpang disebut sebagai warga Israel.
Setelah insiden, perhatian juga datang dari lingkungan kepemimpinan Dubai dan UEA. Machchhar mendapat kunjungan dari Putra Mahkota Dubai dan Menteri Pertahanan UEA, Sheikh Hamdan bin Mohammed bin Rashid, di rumah sakit.
Sheikh Hamdan bin Mohammed kemudian menyampaikan pujian atas keberanian Machchhar. “Dari kami dan dari kepemimpinan negara, kami menyampaikan apresiasi dan pujian sepenuhnya kepadanya. Kami bangga dia adalah bagian dari tim kami, bagian sejarah bangsa kami dan apa yang diwakili UEA, sebuah bangsa penuh kasih sayang, cinta damai dan menjunjung tinggi kehidupan,” kata Sheikh Hamdan bin Mohammed.
Melalui rangkaian pengakuan tersebut, Machchhar diposisikan bukan hanya sebagai pilot yang berhasil menjaga keselamatan penerbangan, tetapi juga sebagai figur yang berani mengambil tindakan di tengah situasi yang sangat tidak terduga. Cerita yang disampaikannya kepada Netanyahu menjadi salah satu penanda bagaimana insiden di kokpit dapat berujung pada keselamatan penumpang ketika kontrol dipulihkan dan akses ke ruang kokpit dikelola dengan tepat.












