jurnalistik.co.id – Pilot India, Capt Smit Machchhar, menjadi sorotan setelah diserang sesama kru saat penerbangan menuju Tel Aviv. Serangan itu memaksa pesawat Flydubai beralih rute dan mendarat di Arab Saudi.
Machchhar yang berstatus kapten kemudian dibawa ke rumah sakit di Tabuk, sebuah kota di wilayah barat laut Arab Saudi. Pihak Kedutaan Besar India di Uni Emirat Arab menyatakan bahwa ia “in good health and recovering well”, seraya menegaskan proses pemulihan berlangsung baik.
Amok kejadian diumumkan setelah penerbangan Flydubai menuju Tel Aviv mengalami gangguan serius. PM Israel Benjamin Netanyahu menyebut Machchhar sebagai sosok yang “saved the lives of 174 people” dan mencegah “a catastrophic mid-air disaster”.
Ditikam di dalam pesawat Flydubai
Machchhar ditikam oleh pilot lain di dalam pesawat Flydubai yang terbang menuju Tel Aviv. Insiden tersebut membuat pesawat harus mengalihkan penerbangan ke Arab Saudi.
Perdana Menteri Netanyahu menuliskan di akun X bahwa penanganan di kabin membantu mencegah tragedi yang lebih besar. Menurut narasi yang ia sampaikan, terdapat upaya untuk mengendalikan situasi setelah serangan terjadi.
Atas insiden ini, pemerintah India juga menyampaikan apresiasi. Perdana Menteri Narendra Modi menilai Machchhar menunjukkan “immense courage and an unwavering resolve to protect the lives of others” meski mengalami cedera serius, dan ia menambahkan bahwa ia berharap pilot tersebut segera pulih. Menteri Luar Negeri India S Jaishankar juga memuji “extraordinary courage and remarkable presence of mind, even in the face of grave danger”.
Reaksi keluarga kerja dan catatan pengalaman terbang
Machchhar tumbuh di kota Mumbai, tempat orang tuanya masih tinggal. Ia bergabung dengan Mainland Air di Dunedin, Selandia Baru pada 2008, sebelum kemudian bekerja sebagai pilot komersial di SpiceJet tiga tahun setelahnya.
Ia kemudian pindah ke Dubai dan bergabung dengan Flydubai pada 2022 sebagai pilot berpengalaman. Philip Kean, CEO Mainland Air, mengatakan ia mengingat Machchhar sebagai sosok yang tetap tenang dalam krisis.
Kean menuturkan, “We trained him for forced landing – not this kind of situation, which is very, very rare”. Ia menambahkan, “It was a long time back but he came across as a good and honest worker.”
Menurut profilnya di LinkedIn, Machchhar memiliki lebih dari 9.750 jam terbang, termasuk lebih dari 6.400 jam sebagai pilot-in-command. SpiceJet juga menerbitkan pernyataan yang menggambarkan Machchhar sebagai “hero” yang telah menyelamatkan “countless lives”.
Capt Dharav Gosalia, rekan yang pernah bekerja bersama Machchhar di SpiceJet, menggambarkannya sebagai pribadi yang mudah bergaul. Ia menyebut Machchhar “very jovial” dan mengenang bahwa Machchhar merupakan penerbang yang disiplin, dengan pelatihan panjang termasuk arahan dari mantan pilot Angkatan Udara India yang kemudian berpindah ke penerbangan komersial.
Machchhar, yang memiliki panggilan “Smit Mac”, juga sempat membahas perjalanan kariernya dalam podcast Bona-Fide Banter. Ia mengatakan bahwa dunia penerbangan tidak muncul sebagai impian sejak kecil: “never a childhood dream”. Ketika usianya sekitar 19 tahun, ia mengikuti pendidikan kursus manajemen dengan rencana bekerja untuk bisnis keluarganya.
Berita Terkait
Namun, sebuah seminar penerbangan membuat “the bug bit [him]”. Ia juga menyebut bahwa saat mengenakan seragam pilot, dirinya “no-nonsense” dan memikirkan pekerjaan “100%”. Seiring bertambahnya usia, ia menekankan pentingnya keseimbangan hidup dan waktu bersama keluarga.
Dalam podcast itu, ia memberi nasihat: “Give personal life equal importance – it will help you fly longer”. Ia menyinggung tantangan di kabin, termasuk situasi ketika seorang penumpang mengalami persalinan lebih awal dan kru bekerja sama memastikan bayi lahir dengan aman.
Ia juga menyatakan, “In aviation terms, I was lucky to grow up with people who helped me be the pilot that I am today,” dengan mengakui peran pilot senior yang mengajarkannya menghadapi situasi penuh tekanan. Pada saat percakapan, ia mengatakan tidak ada pesawat yang pernah ia terbang butuh pendaratan darurat.
Meski demikian, ia mengaku pernah menghadapi keadaan medis dan persoalan teknis pesawat yang menyebabkan penundaan. Ia menegaskan sikap terhadap keterlambatan: “not my problem. As long as you’re walking out of the aircraft [safely], that’s what I want.”
Rangkaian kejadian penerbangan dan respons darurat
Insiden terjadi pada penerbangan Flydubai FZ1073 yang lepas landas dari Dubai International Airport, Uni Emirat Arab, pada 03:05 GMT (07:05 waktu setempat), menuju Ben Gurion Airport di Israel. Pesawat membawa setidaknya 150 orang, dan Netanyahu menyatakan “almost all” penumpang adalah warga Israel.
Data pelacakan dari Flightradar24 menunjukkan pesawat mengalami penurunan cepat di wilayah Arab Saudi sekitar dua setengah jam setelah lepas landas. Pesawat turun lebih dari 17.000 ft (5.000 m) dalam kurang dari dua menit pada sekitar pukul 05:21.
Beberapa menit kemudian, pesawat mengirim kode darurat “squawk 7700” sebelum beralih ke “squawk 7500” yang mengindikasikan pembajakan. Pada pukul 05:40, pesawat sempat memasuki wilayah udara Yordania sebelum kembali ke Arab Saudi, lalu memulai penurunan manual untuk mendarat.
Kira-kira kurang dari satu jam setelahnya, pesawat kembali ke “squawk 7700”. Laporan awal dari media lokal menyebut adanya pertikaian antara dua pilot berdasarkan keterangan pejabat Israel.
Namun, saat berbicara pada hari kejadian, Netanyahu mengonfirmasi laporan lanjutan bahwa satu pilot menikam pilot lain sebelum “apparently trying to crash” pesawat. Netanyahu menuturkan bahwa seorang penumpang Israel memberitahunya “the plane went into a spin and began to descend”, sebelum penumpang dan seorang kru menerobos kabin kokpit serta menundukkan “pilot who had carried out the stabbing”.
Pesawat kemudian dialihkan ke Tabuk Airport di Arab Saudi bagian barat laut. Pesawat mendarat pada 06:58 menurut data lokasi. Kedutaan Besar India di Arab Saudi menyampaikan bahwa pilot yang ditikam berada dalam kondisi stabil, sebelum kemudian diidentifikasi sebagai Machchhar.
Pujian dari pejabat India dan AS
Atas insiden tersebut, Modi menyatakan bahwa keberanian Machchhar membantu menyelamatkan ratusan nyawa dan menghindari tragedi besar. Ia menambahkan harapan agar pemulihan Machchhar berjalan cepat.
Trump juga memberikan keterangan kepada wartawan di Gedung Putih. Ia menyebut “the pilot was in very bad shape”, tetapi Machchhar memiliki kehadiran pikiran untuk membuka pintu kabin kokpit selama serangan. Trump menambahkan, “Amazing, in a way he was a hero, to open the door. He was able to fall back and get the door open.”
Sejumlah pihak kemudian menyoroti kembali pengalaman dan ketenangan Machchhar di dunia penerbangan, sekaligus memperkuat citra tentang ketahanan kru dalam situasi yang jarang terjadi.
