jurnalistik.co.id – Polisi Greater Manchester (GMP) mengakhiri insiden siaga yang melibatkan seorang pria buronan di Salford. Ia ditangkap setelah ditemukan tertidur di atas atap rumah, sementara tim kepolisian mencoba mengamankan situasi.
Kejadian itu berawal saat layanan darurat dikerahkan ke sebuah properti di Reservoir Street, Salford. GMP menyebut respon berlangsung selama dua hari, dengan gangguan yang dirasakan oleh warga di sekitar lokasi.
Dalam rekaman yang beredar, terlihat petugas dari unit taktis menempatkan sebuah tangga di bagian atap teras belakang. Setelah memastikan posisi, seorang petugas kemudian mendekati pria tersebut yang saat itu sedang tidur.
Ketika petugas berupaya menarik pria itu dari atas atap, situasi berubah menjadi pergumulan. Pria tersebut kemudian ditarik turun, dan pada proses penanganan di halaman tampak celananya terlihat turun sebelum ia akhirnya ditangkap oleh petugas.
GMP melaporkan bahwa dua polisi mengalami luka ringan selama peristiwa tersebut pada Sabtu. Meski demikian, proses penanganan tetap berlanjut hingga polisi dapat mengamankan pria yang dicari.
Menurut keterangan pihak kepolisian, pria itu diminta untuk ditangkap oleh kekuatan kepolisian lain. Ia merupakan buronan yang diminta kembali karena perkara lain terkait pengingat masa tahanan (recall to prison).
GMP menyatakan seorang pria berusia 37 tahun ditangkap dengan dugaan melakukan tindakan yang menyebabkan keresahan publik. Selain itu, ia juga diduga terlibat dalam kerusakan properti secara pidana, pelanggaran ketertiban umum, pembobolan, serta melakukan kekerasan terhadap dua petugas polisi.
Berita Terkait
Pria tersebut kini berada dalam tahanan kepolisian. Pihak GMP juga menyebut bahwa penanganan insiden ini melibatkan penggunaan sumber daya kepolisian yang luas selama dua hari di lokasi.
Komandan penyelidikan, Det Ch Insp Helen Bagnall, menyampaikan terima kasih kepada warga Salford atas kesabaran selama proses penanganan berlangsung. Ia juga menekankan bahwa operasi semacam ini memperlihatkan risiko yang dihadapi petugas dalam tugas sehari-hari.
“During two days of disruption to the local community, we worked continuously with our partners to bring this matter to a safe conclusion. “This was an extensive use of vital policing resources and clearly demonstrates the dangers our officers face on a daily basis in order to protect the people of Greater Manchester.”
Dalam lanjutan pernyataannya, Det Ch Insp Helen Bagnall menambahkan, “She thanked the people of Salford for their “patience and understanding” while emergency services dealt with the incident, adding some properties had been damaged as a result of the man’s actions.” Ia menyebut polisi akan bekerja sama dengan mitra terkait untuk memastikan dukungan bagi warga yang terdampak.
Insiden ini menunjukkan bahwa penanganan terhadap buronan tidak hanya menuntut strategi pengamanan, tetapi juga upaya menjaga keselamatan petugas dan masyarakat. Dengan adanya gangguan selama dua hari, proses penanganan dilakukan bertahap sampai situasi dinyatakan berakhir secara aman.
Sejauh ini, GMP belum merinci lebih lanjut detail peristiwa yang menjadi dasar dugaan-dugaan tersebut. Namun, dari keterangan resmi yang diterima, fokus utama tetap pada upaya penangkapan pria buronan serta penanganan dampak yang muncul selama operasi berlangsung.
GMP juga mengingatkan bahwa beberapa properti di sekitar lokasi mengalami kerusakan akibat tindakan pria tersebut. Setelah proses penahanan, pihak kepolisian menyatakan akan melanjutkan kerja bersama mitra agar warga yang terpengaruh mendapatkan pendampingan yang diperlukan.
Dengan penangkapan ini, satu rangkaian pencarian buronan yang terkait recall ke penjara dapat diselesaikan. Pria berusia 37 tahun tersebut kini menjadi subjek proses hukum lanjutan sesuai dugaan yang disampaikan GMP.












