jurnalistik.co.id – Naomi Campbell memenangkan banding atas larangan menjadi wali amanat (charity trustee) setelah sebuah tribunal menyatakan ia tidak mengetahui pelanggaran yang terjadi di yayasan Fashion for Relief. Putusan itu membatalkan larangan lima tahun yang sebelumnya dijatuhkan pada 2024.
Menurut tribunal, bagian paling serius dari pelanggaran di yayasan tersebut “were concealed” dari Campbell oleh sesama wali amanat. Dalam putusan tersebut, panel tiga orang menyebut “Ms Campbell was not involved in, and did not know of, that conduct”.
Fashion for Relief didirikan Campbell pada 2005 untuk membantu korban Badai Katrina. Yayasan ini kemudian menutup operasinya pada 2023, dan Campbell bersama dua wali amanat lainnya dilarang pada tahun berikutnya setelah penyelidikan Charity Commission menemukan adanya “serious mismanagement and/or misconduct”. Temuan itu menyebut yayasan tidak menyalurkan sebagian dana yang terkumpul sebagaimana mestinya.
Campbell kemudian mengajukan banding dengan alasan pelanggaran terjadi tanpa sepengetahuannya. Ia menyatakan pengacara sesama wali amanat, Bianka Hellmich, memalsukan tanda tangannya dan meniru dirinya lewat alamat email palsu agar dana yang seharusnya ditujukan ke yayasan justru tersasar.
Campbell menegaskan “Her ‘only mistake’ was trusting Hellmich”. Hellmich sendiri membantah tuduhan tersebut, dan Charity Commission menolak tantangan Campbell dengan pandangan bahwa larangan lima tahun seharusnya tetap dipertahankan.
Putusan tribunal: bukti menyokong klaim Campbell
Dalam pertimbangannya, panel tribunal mengatakan klaim Campbell bahwa ia telah ditipu didukung bukti dokumenter. Panel menyatakan, “For the avoidance of doubt, we accept that both Ms Campbell’s evidence, as well as her conduct during the operation of the Charity, was entirely honest”.
Tribunal juga menilai Campbell tidak mengetahui detail biaya yang dibebankan ke pengeluaran yayasan. Panel menyebut Campbell tidak mengetahui “€4,386 (£3,750)” dari tagihan hotel perjalanan ke selatan Prancis pada 2018, termasuk “€1,298 (£1,100) for dinner room service”, “€1,163 (£990) for spa treatments”, dan “€112 (£95) for cigarettes”.
Panel kemudian menegaskan, “The panel is satisfied that Ms Campbell was not responsible for the inappropriate use of the charity’s resources or any unjustified expenditure, nor did she contribute or facilitate it”. Namun, tribunal menambahkan bahwa Campbell tetap perlu memikul tanggung jawab atas kegagalan menjaga notulen dan pengajuan laporan keuangan yang terlambat, meski hal itu dinilai tidak cukup untuk mencabut kelayakannya sebagai charity trustee.
Berita Terkait
Dalam kesimpulan yang menautkan penyebab inti masalah, tribunal menyatakan “There was serious misconduct and mismanagement in the administration of the charity she founded, Fashion for Relief”. Tetapi putusan menegaskan fitur paling serius “resulted from Ms Hellmich’s conduct and were concealed from Ms Campbell”.
Tribunal juga merinci adanya pembayaran tanpa otorisasi kepada Hellmich. Penyelidikan menemukan “Unauthorised payments of more than £290,000 were made to Hellmich for apparent consultancy fees”. Putusan berlanjut dengan menyebut Hellmich “deceived Ms Campbell, used forged documents and a false email address purporting to belong to her, and also deceived professional advisers and the Commission”.
Panel menegaskan bahwa Campbell tidak terlibat dan tidak mengetahui tindakan tersebut, dengan kutipan: “Ms Campbell was not involved in, and did not know of, that conduct”. Tribunal menilai Campbell tidak punya dasar yang wajar untuk mencurigai ketidakjujuran Hellmich sebelum muncul kekhawatiran regulasi, serta ketika kekhawatiran itu muncul ia mengambil langkah yang dinilai wajar, dengan kalimat: “The Tribunal finds that she had no reasonable basis to suspect Ms Hellmich’s dishonesty before regulatory concerns emerged and, when they did, Ms Campbell took reasonable steps in response”.
Reaksi Campbell dan penolakan Hellmich
Setelah putusan dibacakan, Campbell mengucapkan terima kasih kepada tribunal dan para hakim karena memberi kesempatan mendengar sisi dirinya serta melihat bukti. Ia menyatakan: “Giving back has been part of who I am, so having that questioned hurt deeply”. Campbell juga menambahkan, “Now I can get back to what matters most to me: being there for the people and communities I’ve always wanted to serve”, serta “Thank you to my higher power.”
BBC menyebut telah mencoba menghubungi Hellmich. Pada April 2025, Hellmich mengatakan kepada Financial Times, “It is deeply distressing that Naomi Campbell is making these false accusations.” Ia menambahkan, “Her claims are a device carefully designed to paint her as a victim, while scapegoating a so-called friend.” Hellmich juga menyebut, “This is testament to the sort of behaviour I endured during this difficult and damaging relationship.” Ia mengatakan telah sepenuhnya bekerja sama dengan Charity Commission selama enam tahun, “I have fully co-operated with the Charity Commission over the past six years.” Hellmich pun menyatakan, “I am grateful this challenging period of my life is over. I hope that Naomi finds peace and happiness in her future.”
Posisi Charity Commission
Dalam pernyataan setelah putusan, juru bicara Charity Commission menyatakan: “We made the disqualification order for Ms Campbell based on the evidence available to us at the time.” Juru bicara itu menambahkan bahwa pengadilan mengakui semua pihak—termasuk Charity Commission dan firma hukum terkait—menghadapi penipuan yang canggih oleh salah satu wali amanat lain, dan hal ini “This was referred to the Metropolitan Police when we became aware.” Charity Commission juga menyatakan akan meninjau putusan itu dan mempertimbangkan implikasi yang lebih luas: “We acknowledge and will reflect on the court’s decision and are considering any wider implications for our work.”
Charity Commission juga menyampaikan intervensi mereka memastikan yayasan lain, termasuk Save the Children, menerima hampir “£250,000” yang sempat menjadi hak mereka.


