jurnalistik.co.id – Cuaca Inggris diproyeksikan makin tak menentu pekan ini seiring hujan yang mulai kembali, disertai peluang petir dan risiko banjir lokal. Setelah kecenderungan lebih kering berlanjut hingga Senin di banyak wilayah, perubahan terasa jelas memasuki pertengahan minggu.
Rangkaian hujan diperkirakan makin luas mulai Selasa, namun porsi yang lebih besar dan lebih menetap terutama datang sejak Rabu. Secara umum, hujan pertama kali muncul sebagai kondisi berawan hujan/gerimis di sebagian daerah, lalu berkembang menjadi hujan deras yang lebih sering.
Hujan diprediksi memberi kabar baik bagi wilayah yang sebelumnya mengalami kekeringan, tetapi pemulihannya tidak akan instan. Kondisi kering cenderung membutuhkan waktu agar benar-benar mereda, baik pada tanah maupun sistem perairan.
Mulai Selasa, tekanan rendah bergerak dari barat daya, membawa cuaca berawan hujan untuk bagian-bagian tertentu di Inggris bagian selatan serta Wales selatan. Pada tahap ini, beberapa lokasi masih dapat mengalami pergantian periode basah dan kering, meski tetap berpotensi menghadirkan hujan.
Dari bagian akhir Rabu hingga Jumat, potensi hujan deras yang datang berkali-kali meningkat. Ancaman yang disebutkan meliputi turunnya hujan sangat lebat disertai hujan es serta petir, sehingga beberapa area bisa mengalami gangguan cuaca yang lebih ekstrem pada jam-jam tertentu.
Wilayah yang dinilai paling berisiko adalah Inggris selatan dan Wales. Hujan deras yang jatuh di tanah yang kering dan keras dinilai dapat memicu risiko banjir lokal, terutama pada titik-titik yang drainasenya kurang optimal.
Meski hujan kembali, proses meredanya kondisi kering tidak cukup hanya mengandalkan satu periode curah hujan. Pemulihan wilayah tangkapan air dan cadangan di reservoir membutuhkan waktu untuk kembali normal secara bertahap.
Berita Terkait
Drought (kekeringan) juga tidak biasanya berakhir setelah sekali periode hujan. Menurut definisi resmi, kekeringan akan dinyatakan selesai hanya ketika hujan, kelembapan tanah, level sungai, serta level air tanah kembali ke kondisi normal untuk waktu dalam setahun.
British Geological Survey (BGS) menyebut bahwa diperlukan “significant, cumulative rainfall over a period of time” untuk mengakhiri kekeringan. Karena air bergerak pelan melalui siklus air, termasuk melalui akuifer dan cadangan air tanah, sistem tersebut menunjukkan ketahanan selama periode kekeringan yang sedang berlangsung.
BGS juga melaporkan, dari 35 lokasi air tanah yang baru-baru ini disurvei di seluruh Inggris Raya, hanya delapan lokasi (23%) yang memperlihatkan level rendah secara menonjol. Temuan ini menunjukkan bahwa tidak semua bagian cadangan air tanah langsung melemah secara drastis.
Sementara hujan menguat di pertengahan minggu, udara hangat diperkirakan ikut kembali. Udara hangat yang didorong dari Eropa selatan membuat suhu naik, sehingga pertengahan pekan terasa lebih hangat meski tetap berpotensi diguyur hujan.
Di Skotlandia dan Irlandia Utara, suhu diperkirakan mencapai sekitar 20°C pada Rabu. Di Inggris dan Wales, suhu hingga 28 atau 29°C masih mungkin terjadi, terutama di bagian tenggara.
Meski hangatnya kembali, gelombang panas tidak diperkirakan bertahan lama. Suhu dinilai tidak akan kembali mencapai ambang gelombang panas sebelum akhir Agustus.
Untuk periode setelahnya, beberapa model komputer juga memberi sinyal bahwa tekanan tinggi berpotensi menguat pada minggu kedua September. Jika skenario itu terwujud, udara lebih hangat bisa lagi diarahkan menuju Inggris.
Adapun suhu tertinggi diperkirakan berada di Inggris selatan. Dengan pola hujan yang datang dan menguat pada Rabu hingga Jumat, kombinasi antara kenaikan suhu dan cuaca ekstrem seperti petir tetap perlu diwaspadai—terutama di area yang disebut paling berisiko terhadap banjir lokal.












