Peristiwa

Leah Stewart Korban Serangan Hiu di Sydney Berterima Kasih atas “Kesempatan Kedua untuk Hidup”

×

Leah Stewart Korban Serangan Hiu di Sydney Berterima Kasih atas “Kesempatan Kedua untuk Hidup”

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Leah Stewart: Australian shark attack victim grateful for 'second chance at life'

jurnalistik.co.id – Leah Stewart, perempuan asal Australia yang menjadi korban serangan hiu di Sydney, menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang mendukung pemulihannya. Dalam unggahan daring yang ia tulis pada Senin, Stewart menyebut dirinya merasa memperoleh “second chance at life”.

Menurut laporan, Stewart berusia 35 tahun dan mengalami serangan hiu pada Juni saat berenang pagi di Pantai Coogee, Sydney. Ia mengalami beberapa gigitan pada lengan dan kaki, di tengah rangkaian serangan hiu yang terjadi di sejumlah wilayah Australia pada periode tersebut.

Setelah kejadian, Stewart ditempatkan dalam kondisi koma yang diinduksi untuk membantu proses medis. Ia menjalani beberapa operasi, termasuk pemotongan salah satu lengannya.

Dalam pernyataannya yang merupakan komentar pertama setelah serangan, Stewart menekankan bahwa pemulihannya tidak mudah, tetapi ia menunjukkan kemajuan yang ia nilai luar biasa. Ia menulis, “After what has been an incredibly difficult few months, I’m so happy that I’ve progressed enough to build some independence, and I can finally see some light after all of this,” Stewart wrote, in her first comments since the attack.

Ia melanjutkan dengan kalimat yang menjadi inti pesan kepada para pendukungnya. “I want you to know that I feel like I’ve been given a second chance at life, and I’m not going to waste it.” Stewart juga menyampaikan rasa terharu atas dukungan yang datang dari berbagai pihak, baik dari keluarga, teman, maupun “even strangers”.

Stewart menggambarkan bahwa respons yang ia terima membuatnya merasa tersentuh. Ia menambahkan bahwa dukungan tersebut memberinya dorongan untuk pulih dengan sikap yang lebih kuat: “you’ve inspired me to get better, not bitter”.

Sejumlah donasi yang terkumpul melalui penggalangan dana daring juga menjadi bagian penting dari kisah pemulihannya. Dalam unggahan itu, Stewart menyatakan bahwa dukungan yang berhasil dikumpulkan telah melewati AU$550,000 (US$394,000; £289,000). Ia menyebut pemulihannya “incredibly difficult”, namun ia kini melihat progres yang “remarkable”.

Ia menuliskan bahwa penggalangan dana yang ditujukan untuknya akan ditutup. Stewart menjelaskan bahwa dana yang terkumpul akan memberinya kesempatan untuk menjalani pemulihan di rumah sekaligus menyediakan “options for further medical treatment down the road”. Dengan demikian, dukungan finansial yang terkumpul tidak hanya membantu tahap pemulihan awal, tetapi juga menyiapkan ruang untuk kebutuhan perawatan medis berikutnya.

Stewart juga menegaskan masih ada perjalanan panjang di depan. Namun ia menilai bahwa hasil yang ia capai saat ini berkaitan erat dengan dukungan berkelanjutan yang ia terima. “I still have a long way to go, but my recovery has been remarkable, and a huge part of that is because of the absolute army of love, support, prayers and encouragement surrounding my family and I from all over the world.”

Serangan hiu terhadap Stewart terjadi pada bulan Juni di Coogee Beach, Sydney. Pada saat yang sama, Australia juga sedang menghadapi beberapa kejadian serangan hiu dalam rentang waktu yang berdekatan. Dalam catatan peristiwa tahun ini, disebutkan ada empat serangan dalam periode dua hari pada bulan Januari, termasuk serangan terhadap seorang anak laki-laki berusia 12 tahun yang kemudian meninggal akibat luka-lukanya.

Rangkaian kejadian lain juga muncul pada bulan Mei. Seorang pria dikabarkan tewas akibat serangan hiu di Queensland saat sedang melakukan spearfishing. Sementara itu, di Australia Barat, seorang ayah dari dua anak meninggal setelah diserang oleh hiu sepanjang 4m (13ft).

Di tengah latar itu, pernyataan Stewart memberikan gambaran tentang sisi manusiawi dari dampak serangan hiu dan proses pemulihan pascakejadian. Pesan yang ia tulis berfokus pada rasa syukur, kemajuan yang telah dicapai, serta komitmen untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan baru yang ia maksud.

Lewat unggahannya, Stewart menempatkan dukungan sosial sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari proses bertahap menuju kemandirian. Ia menyebut bahwa ia kini telah “progressed enough to build some independence” dan dapat melihat “some light” setelah beberapa bulan yang berat.

Dengan demikian, kisah Stewart pada akhirnya tidak hanya terkait dengan insiden yang dialaminya pada Juni di Coogee Beach, tetapi juga menyoroti fase pemulihan yang panjang, termasuk intervensi medis besar. Ia menutup pesan dengan menegaskan bahwa ia merasa diberi “second chance at life” dan akan mengusahakan agar kesempatan itu digunakan untuk pemulihan dan langkah berikutnya.