jurnalistik.co.id – Mykhailo Fedorov, mantan Menteri Pertahanan Ukraina yang dicopot, mengatakan kepada BBC bahwa Presiden Volodymyr Zelensky perlu diminta menjawab dugaan korupsi di lingkaran pemerintahannya.
Fedorov dikenal sebagai figur yang memodernisasi militer dan memperintahkan pengembangan strategi berbasis drone. Ia diberhentikan bulan lalu, setelah diberitakan terjadi konflik dengan pimpinan angkatan bersenjata Ukraina.
Dalam wawancara dengan BBC, Fedorov merujuk pada penyelidikan pencucian uang yang diumumkan pekan lalu. Ia menilai, seharusnya Zelensky yang menjawab sejauh mana pengetahuan presiden tentang kemungkinan korupsi yang melibatkan orang-orang dekatnya, meski Fedorov menyatakan dirinya tidak pernah menyaksikan tindakan korupsi yang dilakukan Zelensky.
Fedorov menegaskan bahwa selama ia bekerja dengan Zelensky, ia tidak pernah menerima tugas atau penugasan yang berseberangan dengan hukum maupun ukuran integritas pribadi. Pernyataan itu ia gunakan untuk menunjukkan bahwa ia tidak memiliki bukti tentang keterlibatan langsung presiden.
Selain isu korupsi, mantan menteri itu kembali mengajukan seruan agar pemilu tetap digelar di tengah perang. Ia menilai demokrasi tidak seharusnya “menjadi sandera” terhadap Vladimir Putin, dan menyebut bahwa ia memiliki hak moral untuk memulai pembicaraan mengenai pemilu.
“Jika kami tidak dapat membagikan gagasan dan bersikap terbuka di hadapan masyarakat sendiri, untuk apa sebenarnya kami berjuang?” ujar Fedorov. Ia juga menambahkan, bila pemilu tidak pernah dilakukan, maka Ukraina tidak lagi bisa menyebut dirinya sebagai demokrasi.
Seruan pemilu Fedorov disampaikan beberapa hari setelah ia merilis video yang menyerukan agar Ukraina menggelar pemungutan suara saat masih berstatus perang. Dalam versi yang kemudian dikoreksi, BBC menyatakan video tersebut dirilis sehari sebelum pengumuman penyelidikan pencucian uang diumumkan.
Sementara itu, Zelensky menyatakan pemilu dalam situasi perang saat ini dinilai terlalu berbahaya. Ia menilai pemilu berpotensi menjadi “tsunami” bagi negara karena dapat memecah Ukraina.
Sejumlah pakar juga pernah menyoroti hambatan yang bisa muncul bila pemilu dipaksakan berjalan, termasuk bagaimana prajurit, jutaan pengungsi dari Ukraina, serta warga dari wilayah yang berada di bawah pendendalian akan memberikan suara. Ancaman disinformasi dari Rusia juga disebut sebagai persoalan yang dapat memengaruhi proses politik.
Fedorov mengaitkan pertanyaan mengenai korupsi dengan peristiwa sebelum pengumuman kasus pencucian uang. Menurut keterangan yang ia sampaikan, ada alasan untuk menilai sejauh mana presiden mengetahui kemungkinan keterlibatan pihak-pihak di lingkaran pemerintahan.
Ia juga menyebut bahwa ia tidak melakukan asumsi, dan menyerahkan jawaban sepenuhnya kepada presiden untuk menjelaskan apakah presiden menyadari seluruh informasi yang relevan. Di sisi lain, juru bicara Zelensky sebelumnya mengatakan bahwa karena Fedorov merupakan bagian dari pemerintahan sejak 2019, ada kejanggalan bila mantan menteri itu seolah memposisikan periode pemerintahan yang berbeda tanpa mengakui keterlibatannya sebelumnya.
Berita Terkait
Fedorov mengatakan ia telah berupaya menyingkirkan unsur-unsur korupsi dalam pengadaan pertahanan. Namun, ia memperingatkan bahwa masalah semacam itu tetap dapat memengaruhi kemampuan Ukraina di garis depan.
Ia juga menjelaskan bahwa ia tidak berhubungan langsung dengan Zelensky selama “beberapa minggu”, dan menyatakan tidak menemukan bukti bahwa presiden sendiri terlibat secara pribadi dalam dugaan korupsi.
Ketika menyinggung pencopotannya, Fedorov mengatakan ia tidak merasa merindukan pekerjaan lamanya. Ia menuturkan bahwa memimpin perubahan di Kementerian Pertahanan sambil mengelola perang dengan Rusia adalah beban stres yang terus-menerus, dan ia menggambarkan hal itu sebagai alasan utama.
Di tengah reaksi publik setelah pencopotan tersebut, terjadi demonstrasi yang awalnya marah. Namun, dukungan terhadap Fedorov disebut menurun dan demonstrasi berakhir pada Rabu, setelah penggantinya dikonfirmasi.
Selain urusan politik, Fedorov menegaskan komitmennya pada inovasi pertahanan. Ia menyebut kemajuan yang mengandalkan “pasukan drone” untuk menggantikan peran prajurit secara tertentu, sebagai cara untuk menyelamatkan nyawa dan mendukung serangan jarak jauh ke target militer maupun fasilitas seperti kilang minyak dan gudang distribusi.
Fedorov juga mengonfirmasi rencana berkunjung ke Amerika Serikat dalam beberapa minggu mendatang, dengan harapan bertemu Elon Musk. Ia berharap teknologi komunikasi satelit Starlink dapat diperluas penggunaannya hingga wilayah ruang udara Rusia, dengan tujuan membantu serangan Ukraina tanpa pihak Kremlin memperoleh akses yang setara.
Menurut Fedorov, perusahaan teknologi besar mendukung Ukraina dan akan berinvestasi pada upaya mengakhiri perang. Ia menilai dukungan semacam itu perlu dijaga tanpa bergantung pada jabatan politik yang sedang ia pegang.
Dalam bagian lain, ia menyinggung persoalan birokrasi terkait pasokan persenjataan. Ia mengaku berterima kasih atas dukungan Inggris, termasuk penggunaan drone buatan Inggris untuk menyerang target di Rusia yang dikonfirmasi pekan lalu, tetapi ia menyalahkan “birokrasi dan peraturan berbelit” yang menyebabkan keterlambatan pengiriman peralatan yang telah dijanjikan.
Ia menilai negara-negara pendukung tertinggal dari realitas di lapangan. Fedorov menyebut keterlambatan tidak hanya menjadi masalah Inggris, tetapi juga dialami negara lain yang mengumumkan bantuan namun belum diterima sampai akhir tahun.
Fedorov mendorong pendanaan langsung untuk produksi drone Ukraina yang paling mutakhir, alih-alih menghabiskan sumber daya untuk perbaikan peralatan lama. Ia berargumen bahwa pengiriman yang tepat waktu bukan hanya soal efisiensi, melainkan untuk menyelamatkan nyawa, sementara pengalaman tempur Ukraina di medan perang juga dapat menjadi manfaat bagi negara-negara yang memberi dukungan.
Terakhir, Fedorov menyangkal memiliki ambisi politik segera. Namun, ia tidak menutup kemungkinan untuk kembali maju memimpin negara, tergantung pada seberapa cepat proses pemilu demokratis dapat digulirkan, seberapa besar energi yang tersisa, apakah timnya dapat dipertahankan, dan apakah ia bersedia serta mampu menjawab pertanyaan yang muncul dari masyarakat.
Ia menekankan bahwa hal paling penting adalah apakah masyarakat benar-benar memberikan kepercayaan bahwa ia layak menangani posisi tersebut.












