Internasional

Donald Turrell, veteran Normandy asal Frinton yang berbohong soal usia, wafat di usia 101

×

Donald Turrell, veteran Normandy asal Frinton yang berbohong soal usia, wafat di usia 101

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Frinton Normandy veteran who lied about age to enlist dies

jurnalistik.co.id – Donald Turrell, veteran Perang Dunia II yang bertempur dalam Kampanye Normandia setelah berbohong soal usia saat mendaftar, telah meninggal dunia pada usia 101 tahun.

Turrell lahir di London pada tahun 1925 dan saat hendak bergabung, ia baru berusia 17 tahun. Ia kemudian memalsukan surat dari orang tuanya agar tertulis usia 18 tahun, supaya bisa ikut mendaftar sebagai tentara.

Menurut keterangan yang disampaikan melalui organisasi veteran, unitnya menyeberang ke Prancis pada bulan Juni 1944, pada hari-hari setelah pendaratan Sekutu di D-Day. Dalam perjalanan tersebut, Turrell mendarat di Sword Beach sebelum terlibat dalam pertempuran sengit.

Pengabdian dan perjalanan masa perang

Dalam prosesnya, Turrell bergabung dengan Cameronians (Scottish Rifles). Setelah beberapa tahap penempatan, ia juga disebut pernah bertugas di Bury St Edmunds, Newquay, Newcastle, dan Fort William.

Pihak Taxi Charity for Military Veterans menyampaikan kabar duka melalui unggahan di Facebook. Organisasi itu menyatakan bahwa mereka “deeply saddened” untuk berbagi bahwa Turrell, yang belakangan tinggal di Frinton-on-Sea, Essex, meninggal pada Jumat, dikelilingi keluarganya.

Vice president Taxi Charity for Military Veterans, Dick Goodwin, memuji sosok Turrell dengan nada yang sangat personal. Goodwin menyebut, “Don was incredibly special.” Ia menambahkan bahwa kehadiran Turrell seperti menyalakan suasana di setiap ruangan dan menyentuh hidup banyak orang, serta menggambarkan Turrell sebagai representasi dari generasi yang berani dan melayani.

Goodwin juga mengatakan, “As a World War Two veteran, Don represented a generation whose courage and service we will never forget.” Ia menutup pernyataan dengan kalimat, “It was a privilege for the taxi charity to know him, and he will be remembered with enormous affection and gratitude,” sebelum menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan semua orang yang menyayangi Turrell.

Dari sebuah wawancara yang ia sampaikan tahun lalu, Turrell mengakui keputusan untuk menaikkan usia saat mendaftar. Ia mengatakan, “I did lie about my age. I pushed it up a bit, gave all the right answers, and I was in. I was happy.” Turrell menjelaskan bahwa ia memang selalu ingin menjadi seorang prajurit, dan seperti “all the young lads” ia ingin mengambil bagian dalam mempertahankan negaranya.

Tentang pengalaman penyeberangan menuju pantai Normandia, Turrell menggambarkan perasaannya sebagai campuran antusias dan cemas. Ia menyebut dirinya “excited and apprehensive” saat melewati perjalanan, serta menjelaskan bahwa “introduction” ke medan perang baginya adalah melihat mayat dari pertempuran sebelumnya yang mengapung kembali ke pantai setelah ia mendarat.

Perjalanan militernya berakhir beberapa minggu kemudian. Pada 10 Juli, Turrell mengalami cedera serius ketika bertempur di dekat kota Eterville, dan setelah itu ia kemudian diberhentikan secara medis.

Dalam kisahnya, Turrell juga mengingat teman-teman dekat yang ia kehilangan selama kampanye. Beberapa di antaranya ia kuburkan di lapangan, dan kini mereka dimakamkan di Commonwealth war cemeteries di benua tersebut.

Turrell juga kehilangan kakak yang lebih tua, Leslie. Leslie bekerja sebagai telegraphist di HMS Penelope dan meninggal ketika kapal tersebut tenggelam di lepas pantai Italia dekat Napoli pada Februari 1944.

Dalam berbagai ungkapan belasungkawa, Taxi Charity for Military Veterans menempatkan Turrell sebagai sosok yang bukan hanya berpengalaman, tetapi juga dekat dengan banyak orang. Vice president Dick Goodwin menuturkan bahwa kehadiran Turrell mampu “menyalakan suasana” dan meninggalkan jejak yang hangat di ingatan, sekaligus menjadi pengingat bahwa keberanian dan pengabdian dari generasinya akan selalu dikenang.

Turrell sendiri pernah mengulas pilihannya untuk mengubah usia demi bisa mendaftar. Ia menggambarkan bahwa ia berbohong tentang usianya, “mendorongnya” sedikit, lalu memberikan jawaban yang dianggap tepat sampai akhirnya ia diterima. Menurut penuturannya, ia bahagia karena sejak awal ia memang ingin menjadi prajurit dan turut menjaga negaranya bersama “para pemuda” lain seusianya.

Saat proses penyeberangan menuju Normandia, Turrell juga menggambarkan pertarungan batin antara semangat dan rasa cemas. Bagi dirinya, pengenalan langsung pada medan perang datang melalui pemandangan yang sangat menyakitkan: mayat dari pertempuran sebelumnya yang kembali mengapung setelah ia mendarat. Pengalaman itu menjadi bagian dari perjalanan yang kemudian berujung pada cedera serius pada 10 Juli, sebelum ia diberhentikan secara medis.

Dalam kisahnya, Turrell menegaskan bahwa kampanye tersebut tidak hanya soal operasi dan tugas, melainkan juga kehilangan. Ia mengenang beberapa teman dekat yang gugur dan ia kuburkan di lapangan, lalu kini mereka dimakamkan di Commonwealth war cemeteries. Ia juga kehilangan kakak, Leslie, telegraphist di HMS Penelope, yang meninggal ketika kapal itu tenggelam di lepas pantai Italia dekat Napoli pada Februari 1944.