jurnalistik.co.id – LONDON — Kementerian Dalam Negeri Inggris mengatakan penegakan Prancis di Selat Inggris untuk menghentikan penyeberangan menggunakan kapal kecil kian efektif. Dalam laporannya, pemerintah mengaitkan peningkatan itu pada taktik baru serta dukungan pendanaan dalam kesepakatan perbatasan Inggris-Prancis.
Menurut Home Office, pihak berwenang Prancis telah mencegat 185 upaya penyeberangan yang berpotensi terjadi musim panas ini. Total ada 4.300 migran yang terlibat dalam 185 upaya tersebut, dan rangkaian penindakan berlangsung dalam empat pekan berbeda.
Selain mencegat upaya penyeberangan, Inggris menyebut Prancis juga menghentikan 12 kapal di laut dengan teknik baru. Home Office merilis bahwa intervensi itu mencakup tindakan cepat di lokasi dan perubahan pendekatan dibanding pola sebelumnya.
Tindakan baru di lapangan
Cuplikan yang dirilis polisi Prancis menunjukkan petugas berlari melintasi pantai dengan kendaraan jeep untuk menghentikan sebuah kapal yang akan berangkat. Ketika kapal ditinggalkan, seorang petugas menorehkan sayatan memanjang pada bagian kapal menggunakan pisau.
Dalam rekaman tersebut, migran terlihat melempar benda ke arah petugas. Salah satu petugas juga tampak merespons menggunakan semprotan merica (pepper spray).
Pemerintahan Konservatif menyatakan pengumuman itu sebagai “joke” dan menilai upaya pencegahan penyeberangan di Selat Inggris “down by half over the past year” atau turun setengah dibanding setahun sebelumnya. Kendati demikian, Home Office menegaskan bahwa angka penyeberangan masih turun sekitar 40% dibanding tahun lalu.
Meski penyeberangan turun, laporan yang sama menyebut masih ada ribuan orang yang berhasil menembus upaya pencegahan. Disebutkan pula bahwa 250 orang tiba pada Senin.
Di akhir Juli, Inggris mencatat adanya penyeberangan dengan jumlah sangat besar. Home Office menyebut rekor 165 migran mencapai Inggris dalam satu kapal pada 23 Juli, ketika kapal itu tiba di Dover dan perintah penegakan disebut melibatkan Border Security Command yang mengevakuasi kapal berukuran besar.
Media setempat menggambarkan “mega dinghy” yang ditarik itu dengan panjang 13 meter (42ft) dan perkiraan ukurannya setara bus standar. Home Office menggunakan contoh tersebut untuk menunjukkan bahwa meski jumlah penyeberangan menurun, risiko tetap tinggi dan jaringan penyelundupan dapat mengadaptasi cara mereka.
61% kapal kecil dicegat dan nilai kesepakatan
Dalam rilisnya, Home Office mengatakan sejak kesepakatan dengan Prancis ditandatangani tiga bulan lalu—yang mencakup pendanaan tambahan untuk otoritas setempat—61% kapal kecil telah dicegat. Angka itu disebut meningkat 5% dibanding tahun sebelumnya.
Menteri Dalam Negeri Inggris Shabana Mahmood menilai dampak kerja sama itu nyata. Ia menyebut, “The UK-France deal is already having a real impact”.
Kesepakatan Border Security Inggris-Prancis yang disepakati pada April di masa pemerintahan Starmer mencakup ÂŁ501m selama tiga tahun untuk memperkuat operasi di Prancis utara, serta ÂŁ161m untuk pendekatan baru. Home Office menekankan bahwa program itu menjadi dasar penguatan tindakan di lapangan.
Sebelumnya, otoritas Prancis membiarkan sebagian besar perahu karet menuju Inggris setelah diluncurkan. Alasan yang disebut adalah risiko mencegat kapal di perairan dalam ketika kapal sudah berisi penumpang.
Namun untuk 12 kapal yang dihentikan sejauh ini di laut, Inggris menyebut ada tiga penindakan yang terjadi dalam dua pekan terakhir. Teknik yang digunakan tidak diungkapkan oleh Inggris maupun Prancis.
Charlie Eastaugh, direktur bidang maritim dan kapal kecil pada Border Security Command, mengatakan hasil penindakan di lapangan menunjukkan perbedaan. Ia menyampaikan kepada BBC, “last Thursday alone, the French prevented all three of the boats that tried to cross”.
Eastaugh menambahkan bahwa dua upaya dicegah di laut dan satu lainnya dicegah di darat. Pernyataan itu disampaikan saat ia berbicara kepada BBC di Western Jetfoil facility di Dover, yang digunakan untuk memproses migran.
Statistik penyeberangan dan konteks suaka
Berita Terkait
Dalam data yang disebut, antara 1 Januari hingga 8 Agustus 2026 terdapat 14,819 orang yang menyeberang Selat Inggris dengan kapal kecil dari Prancis. Angka itu turun 43% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Home Office juga menyebut penyeberangan kapal kecil menjadi cara paling umum untuk terdeteksi saat masuk ke Inggris secara ilegal sejak 2020. Hampir semua orang yang tiba melalui kapal kecil menyatakan permohonan suaka.
Menurut hukum internasional, mereka berhak tinggal di negara tersebut selama proses pertimbangan permohonan suaka. Dalam periode April 2025 hingga Maret 2026, penyeberangan kapal kecil menyumbang 42% dari seluruh aplikasi suaka.
Berdasarkan rentang 9 Agustus 2025 hingga 8 Agustus 2026, kapal-kapal yang tiba membawa rata-rata 67 orang. Angka itu disebut lebih dari dua kali lipat dibanding sejak 2021.
Para ahli menilai kepadatan di dalam kapal membuat penyeberangan semakin berisiko. Dalam konteks keselamatan, laporan lain menyebut sedikitnya 84 orang meninggal saat mencoba menyeberang Selat Inggris pada 2024, menurut PBB (UN).
Jika dilihat dari skala, jumlah kedatangan dengan kapal kecil disebut sekitar 5% dari besarnya total imigrasi ke Inggris pada Januari 2025 sampai Desember 2025. Pemerintah juga menyatakan bertekad “smash the gangs” di balik penyeberangan ini agar jumlahnya turun.
Siapa yang tiba dan langkah pencegahan berlapis
Terkait profil, orang dari Eritrea disebut menyumbang 18% dari seluruh kedatangan pada April 2025 hingga Maret 2026. Untuk periode Januari 2025 hingga Desember 2025, Home Office menyatakan setidaknya 2.000 orang yang tiba dengan kapal kecil diduga sebagai calon korban perdagangan manusia atau bentuk lain dari perbudakan modern.
Selain itu, disebut ada 4.535 orang yang terdeteksi masuk ke Inggris tanpa izin melalui cara lain, termasuk bersembunyi di kendaraan, menumpang feri, atau melalui bandara, pada April 2025 hingga Maret 2026. Angka itu turun 22% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Rilis juga menyinggung bahwa ada orang yang datang secara legal, misalnya lewat visa kerja atau studi, lalu melebihi batas tinggal. Home Office menyatakan jumlah total mereka yang tinggal secara ilegal setelah datang secara legal tidak diketahui.
Eastaugh mengatakan sebagian pihak mengaitkan penurunan penyeberangan tahun ini dengan cuaca buruk. Ia menyampaikan, “But what that demonstrates is absolutely that the French are being effective in preventing a number of these small boats”.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga konsistensi tindakan. “Clearly, every single day that one slips through the net and crosses, it’s one too many, and that’s why it’s absolutely critical to us to not take our foot off the gas and to keep working hard with our French partners and stop this from happening.”
Dalam pekan terakhir, disebutkan 425 migran berhasil menyeberang Selat Inggris dengan lima kapal selama tiga hari cuaca baik. Pemerintah menilai itu menjadi pengingat bahwa jaringan penyelundupan tetap berupaya.
Inggris menyebut penghentian perdagangan peralatan penyeberangan sebagai lapis pertama taktik yang digunakan bersama negara lain. Dinghies, mesin tempel, dan pelampung hidup disita polisi di Jerman, sementara di dekat garis pantai, kapal juga ditemukan terkubur di pantai maupun di mobil menuju area pesisir.
Dengan berkurangnya peralatan, penyelundup disebut beralih menggunakan kapal yang lebih besar. Laporan menyebut beberapa waktu lalu sebuah “mega-dinghy” dengan 230 orang di dalamnya dicegat di Selat Inggris.
Lapisan kedua adalah mencegah migran meluncurkan kapal dari pantai. Pada Juli tahun lalu, tim BBC menyaksikan polisi menorehkan kapal karet tiup menggunakan pisau untuk mencegah dipakai. Eastaugh menyebut teknik itu kini digunakan lebih sering.
Pencegatan di laut disebut menjadi tantangan paling sulit. Inggris menyatakan bahwa bila kapal dicegah masuk ke perairan Inggris, Inspektorat Perbatasan (Border Force) memiliki kewajiban hukum untuk menjemput mereka, sehingga insentif untuk mencoba menyeberang dapat berkurang. Namun kekhawatiran tetap ada bahwa jaringan akan mengadaptasi metode.
Eastaugh menilai perubahan cara kerja penyelundup memperlihatkan betapa sulitnya bagi mereka menjalankan operasinya. “That’s why the numbers we’re seeing are so successful, and we’re absolutely not complacent, and we must keep working this way to keep the numbers down,” ujarnya.
Dari kubu oposisi, Shadow home secretary Chris Philp menyatakan dibutuhkan pencegahan yang lebih tegas. Ia mengatakan, “The only way we can stop the crossings is by having a proper deterrent. If people know they can stay in the UK, get put up in a hotel and claim benefits then they will keep risking these dangerous journeys”.
Sebelumnya, Reform UK juga menyatakan bahwa jika berkuasa mereka akan mencegat kapal yang menyeberang Selat Inggris dan mengembalikan migran ke pelabuhan Prancis, meski Prancis tidak setuju. Kementerian Dalam Negeri Prancis merespons bahwa tindakan itu “constitute a violation of French sovereignty”.












