Internasional

Warga Inggris Selatan Berburu “coolcations” ke Skotlandia saat Musim Panas Terasa Terik

×

Warga Inggris Selatan Berburu “coolcations” ke Skotlandia saat Musim Panas Terasa Terik

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Sweltering southerners head to Scotland for 'coolcations'

jurnalistik.co.id – Di sebuah sea loch dekat Glencoe, angin terasa tenang dan permukaan air tampak kalem. Sejumlah anjing laut terlihat di sekitar lokasi, namun tidak sedang berjemur, sementara wisatawan yang datang untuk berkayak memilih suasana yang tidak terlalu menyengat.

Di tengah musim panas yang membuat banyak wilayah Eropa serta sebagian besar Inggris dan Wales mengalami panas ekstrem, kondisi di kawasan ini justru cenderung mendung dan relatif sejuk. Bagi sebagian pelancong, justru temperatur seperti itulah yang dicari—bukan untuk berjemur, melainkan untuk mencari jeda dari rasa panas.

Fenomena yang belakangan dibicarakan sebagai “coolcations” (liburan untuk mencari udara lebih dingin) membuat Skotlandia semakin sering jadi tujuan. Istilah tersebut berangkat dari perubahan persepsi: cuaca yang dulu sering ditertawakan kini dipandang sebagai bagian penting dari rencana liburan, bahkan karena harapan akan hujan.

Bisnis rumah liburan melihat permintaan meningkat

Esther dan Nick Cochrane, pengelola penginapan self-catering bernama Beside the Loch, mengatakan mereka mulai melihat lonjakan pengunjung yang datang karena suhu yang lebih rendah dan lebih mudah ditoleransi. Pada awalnya, tamu banyak berasal dari benua Eropa, termasuk Prancis, Italia, dan Spanyol.

Namun, seiring waktu, arus “coolcations” bergeser. Tahun ini, selain kedatangan dari luar Inggris, Nick menyebut ada tamu yang datang dari arah selatan Inggris, sesuatu yang membuat mereka terkejut: “That has been a real surprise,” tambahnya.

Pasangan ini kemudian menangkap peluang dari citra musim panas Skotlandia yang kerap tidak menentu. Esther mengatakan mereka mulai memasarkan rumah liburan mereka sebagai destinasi pelarian dari panas.

Beberapa waktu lalu, Esther menceritakan ada tamu yang bertanya langsung soal hujan saat kedatangan. Mereka meminta kepastian: “is it going to rain at any point because this is what we came up for.”

Menurut Esther, ketika sampai di stasiun kereta, tamu tersebut justru berdiri di bawah hujan lebih dulu. Esther menggambarkan momen itu dengan kalimat, “The first thing they did when they arrived at the train station was to stand in the rain,” sebelum menambahkan bahwa mereka tidak merasakan hujan dalam dua atau tiga bulan di wilayah selatan Inggris.

Ia mengatakan, pengalaman cuaca yang lebih basah itu membuat para wisatawan merasa senang. Bahkan, ketika ditanya soal penerimaan terhadap “cuaca Skotlandia”, Esther menegaskan perubahan sikap yang kini terasa serius: “At one point we were apologising for the Scottish weather but people now want it. It’s no longer a joke. It’s quite a serious part of their holidays.”

Ia juga merangkum pergeseran kebiasaan lama dengan kutipan, “They say you don’t come to Scotland for the weather. Some do now.”

Turis dari selatan Inggris mencari kenyamanan untuk beraktivitas

Caroline dan Christian Grant beserta anak-anaknya tinggal di selatan Inggris. Mereka datang untuk berlibur dan menetap di salah satu kabin selama masa liburan, membawa alasan yang sama: menghindari panas berlebih.

Christian menjelaskan dampak suhu tinggi pada aktivitas harian: “When it get to plus thirty you tend to just sitting around really can’t do too much here you can go back to normality, doing things.” Ia menekankan bahwa perubahan suhu membuat mereka bisa kembali menjalani rutinitas seperti biasa, termasuk melakukan aktivitas liburan yang lebih realistis.

Caroline menambahkan suasana yang mereka rasakan di tempat tersebut. Ia berkata, “We get to sleep under a duvet here, it is quite nice,” sebuah ungkapan sederhana tentang kenyamanan ketika cuaca terasa lebih sejuk.

Dari sudut pandang riset dan data perjalanan, tren ini dinilai tidak sekadar mode sesaat. Chris Greenwood, dari Moffat Centre for Travel and Tourism di Glasgow Caledonian University, menyebut data awal untuk tahun ini menunjukkan peningkatan pada pencarian penerbangan menuju Skotlandia.

Greenwood juga menyoroti indikator ekonomi lain, termasuk kenaikan penggunaan kartu kredit internasional. Ia mengaitkannya dengan pergeseran preferensi pelancong yang ingin melarikan diri dari panas dan memilih tempat dengan iklim yang lebih nyaman.

Menurut trip.com, pencarian destinasi liburan yang lebih sejuk meningkat sebesar 74% sejak empat bulan pertama tahun 2025. Penjelasan yang dikutip menyebut bahwa “as travellers seek to escape the heat, shifting their attention to places that offer more comfortable climates and less overcrowding experiences.”

Aktivitas luar ruang makin diminati karena cuaca lebih ramah

Bagi Rob Kingsland dari perusahaan petualangan luar ruang Rugged Coast di Glencoe, iklim yang lebih sejuk dan lebih nyaman membuat Skotlandia semakin menarik untuk wisatawan yang ingin menghabiskan waktu di luar ruangan. Saat berkayak di perairan Loch Leven, ia menyampaikan penilaian langsung tentang hari itu.

Ia mengatakan, “It’s a cracking day to be out. We’ve got very little wind, some nice temperatures. It’s perfect.” Menurutnya, kombinasi angin yang lemah dan temperatur yang nyaman menjadikan aktivitas lebih menyenangkan.

Ia juga melihat pola kedatangan dari beberapa tahun terakhir: “We’ve found the last few years we’ve getting more and more Europeans and North Americans saying they have come to the West coast of Scotland exactly for the milder climate, with a little bit of rain, not too hot.”

Menurut Kingsland, wisatawan datang bukan hanya untuk pemandangan, tetapi juga untuk fleksibilitas beraktivitas. Ia menambahkan, “They can do activities, they can put on a sweatshirt, not have the air conditioning on.”

Ekonomi pariwisata dan tantangan kepadatan

Pariwisata merupakan bagian besar dari ekonomi Skotlandia. Berdasarkan keterangan VisitScotland, sektor ini menyumbang sekitar 5% dari GPD Skotlandia secara keseluruhan dan menyediakan sekitar seperempat juta lapangan pekerjaan.

Pengeluaran bernilai besar juga datang dari jutaan wisatawan yang datang dan tinggal. Meski begitu, di sejumlah wilayah muncul kekhawatiran soal terlalu banyak pengunjung, terutama di tempat-tempat populer.

Beberapa waktu terakhir, Edinburgh menerapkan levy 5% untuk penginapan semalam. Kebijakan tersebut dimaksudkan untuk membantu menyeimbangkan serta mengelola dampak dari banyaknya wisatawan yang datang ke ibu kota.

Namun, Greenwood berpandangan masih ada ruang pertumbuhan bagi sektor ini. Ia menjelaskan bahwa tempat favorit seperti Skye memang banyak pengunjung, tetapi wilayah lain punya potensi yang belum sepenuhnya terserap: “But there’s Moray, there’s Aberdeenshire, there’s also the Scottish Borders, Dumfries and Galloway, Angus.”

Ia menambahkan bahwa wilayah-wilayah tersebut menawarkan akomodasi berkualitas, aktivitas, serta warisan budaya, sehingga dapat ikut merasakan manfaat belanja wisata: “These areas that have got quality accommodation, activities, heritage. There are lots of areas and communities that could benefit from tourism spend.”

Skotlandia tetap merasakan dampak perubahan iklim

Sementara itu, Skotlandia juga tidak kebal dari pemanasan global. Data Met Office menunjukkan kenaikan suhu jangka panjang yang jelas, serta musim panas kali ini diwarnai cuaca hangat-kering dan sinar matahari yang cukup.

Tahun ini juga ada kebakaran hutan besar di Cairngorms yang menyebabkan puluhan orang harus mengungsi sementara. Meski demikian, negara itu—menurut laporan tersebut—terhindar dari kondisi panas ekstrem berkepanjangan yang memicu kebakaran besar, kekeringan, dan merusak rumah di tempat lain.

Tudor Davies, warga London yang sedang berlibur bersama keluarganya di Glencoe, menggambarkan perbedaan yang ia rasakan. Ia mengatakan suhu di London kini sudah mencapai tingkat yang membuat mereka berpikir ulang untuk keluar rumah, sedangkan: “in Scotland you don’t get that kind of unbearable heat.”

Ia menilai perjalanan mereka berjalan baik: “It’s been great. The weather has been kind,” katanya.

Secara historis, danau-danau (lochs) serta pegunungan Skotlandia memang sudah menarik minat wisatawan. Kini, iklim yang lebih sejuk disebut ikut menjadi daya tarik tambahan, selaras dengan cara pandang baru para pelancong yang datang untuk “coolcations”.