jurnalistik.co.id – Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Suharso Monoarfa (SUMO) Award 2026. Ia hadir pada penganugerahan yang digelar oleh SUMO Foundation bekerja sama dengan Elnino center.
Kegiatan tersebut berlangsung di Grand Sumber Ria, Kota Gorontalo, pada Kamis 20 Agustus 2026. Gusnar Ismail juga memberikan dukungan kepada para tokoh inspiratif yang dinilai berkontribusi bagi daerahnya.
SUMO Foundation merupakan yayasan yang digagas oleh Suharso Monoarfa. Yayasan ini memberi penghargaan kepada tokoh-tokoh inspiratif dari berbagai latar, mulai dari tokoh desa, guru, mahasiswa, hingga siswa, yang dinilai turut memajukan wilayah sekaligus menginspirasi banyak orang.
Secara lini masa, penganugerahan SUMO Award telah berjalan sejak tahun 2008, 2010, 2012, lalu dilanjutkan pada 2020, 2022, hingga 2024. Pada penyelenggaraan tahun ini, anugerah diberikan kepada 10 orang penerima yang mewakili beberapa kategori.
Tahun ini, penerima SUMO Award terdiri atas enam tokoh desa, tiga mahasiswa pejuang, dan satu siswa kreatif. Tokoh desa yang dianugerahi adalah Ading Suhana, Olan Kadir, Razak Umar, Arlan Latif, Sulastri Sude, serta Rizka Duduti.
Sementara itu, kategori mahasiswa pejuang diberikan kepada Suhendra Djafar, Ridha Yansa, dan Fajar Susilo. Untuk kategori siswa kreatif, penganugerahan diberikan kepada Fahry Mohammad.
Gusnar Ismail menilai forum penghargaan seperti ini penting karena banyak realitas kehidupan masyarakat yang selama ini belum mendapat perhatian yang memadai dari pemerintah. Menurutnya, melalui forum tersebut berbagai hal yang luput dari pantauan dapat terungkap, sehingga dapat membantu proses penyusunan kebijakan.
Berita Terkait
Dalam sambutannya, Gusnar menyampaikan terima kasih kepada SUMO Foundation dan Elnino center atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Pernyataan itu juga disertai penghormatan Gusnar terhadap peran wartawan yang turut menghadirkan gambaran nyata dari situasi yang terjadi di lapangan.
“Oleh sebab itu saya berterima kasih kepada SUMO Foundation dan Elnino center yang sudah tentu dilapangan diamati oleh teman-teman wartawan yang sudah memotret lansung, menyajikan realita-realita yang memerlukan perhatian kita semua” ujar Gusnar. Ia juga tidak lupa menyampaikan apresiasi kepada para pewarta sebagai ujung tombak dalam menyajikan realitas tentang masyarakat yang membutuhkan dukungan dari pemerintah.
Gusnar menempatkan penghargaan ini sebagai ruang pertemuan informasi yang dapat memperkuat kepedulian serta mendorong perhatian yang lebih tepat sasaran. Penghargaan SUMO Award juga, sebagaimana disebut dalam kegiatan, telah memiliki jejak penerima yang terus bertambah; total penerima sejak 2008 hingga sekarang berjumlah 116 peraih.
Melalui penganugerahan SUMO Award 2026, para penerima—baik tokoh desa, mahasiswa pejuang, maupun siswa kreatif—mendapat pengakuan atas kontribusi yang dinilai memberi dampak dan inspirasi. Pada saat yang sama, Gusnar melihat peran pengamatan di lapangan dan peliputan langsung sebagai bagian penting agar perhatian publik dan pemerintah dapat lebih terkonsentrasi pada kebutuhan nyata di masyarakat.
Penghargaan Suharso Monoarfa (SUMO) Award 2026 yang digelar di Grand Sumber Ria Kota Gorontalo ini juga menjadi momen untuk mempertemukan beragam pihak, mulai dari penyelenggara hingga penerima yang mewakili kategori berbeda. Kehadiran Gusnar Ismail dalam penganugerahan tersebut mempertegas bahwa perhatian terhadap tokoh inspiratif perlu disandingkan dengan upaya nyata dalam menampung aspirasi dari masyarakat.
Gusnar menekankan bahwa forum penghargaan semacam ini memberi ruang agar berbagai kondisi yang sebelumnya tidak banyak tersorot dapat terdokumentasi dan dipahami lebih baik. Melalui pengamatan di lapangan serta peliputan langsung, gambaran yang muncul tidak hanya berhenti pada pengakuan, tetapi juga menjadi bahan pertimbangan dalam merumuskan langkah-langkah kebijakan yang lebih sesuai kebutuhan.
Dalam konteks perjalanan penganugerahan yang telah berlangsung sejak 2008 dan terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya hingga 2024, SUMO Award juga memperlihatkan konsistensi dalam mengakui kontribusi para tokoh. Dengan total penerima yang disebut mencapai 116 peraih dari 2008 hingga sekarang, penganugerahan tahun ini menambah daftar apresiasi bagi tokoh desa, mahasiswa pejuang, serta siswa kreatif yang dinilai telah memberi dampak dan inspirasi.












