jurnalistik.co.id – Met Office memperkirakan musim panas 2026 di Inggris akan menjadi yang terpanas sejak pencatatan dimulai. Menurut laporan BBC Weather, kondisi rata-rata yang tersisa di bulan Agustus saja sudah cukup untuk melampaui rekor yang baru ditetapkan setahun sebelumnya.
Data sementara Met Office menunjukkan bahwa suhu rata-rata untuk musim panas secara meteorologis—periode 1 Juni hingga 10 Agustus—saat ini berada di angka 16,48°C. Angka itu setara dengan selisih 1,88°C di atas rata-rata 1991–2020.
Jika dibandingkan dengan musim panas tahun 2025, suhu rata-ratanya tercatat 16,10°C (60,98°F). Perbandingan tersebut juga sejalan dengan bukti bahwa musim panas makin hangat sekaligus cenderung lebih kering, dalam konteks perubahan iklim.
Heatwave beruntun dan rekor suhu berulang
Musim panas 2026 sejauh ini sudah menunjukkan pola yang luar biasa. Gelombang panas yang terjadi sejak akhir musim semi lebih dulu menetapkan rekor suhu Mei, lalu disusul gelombang panas lain pada Juni, sebelum kemudian muncul gelombang panas ketiga di bulan Juli yang berlangsung sekitar dua minggu di beberapa wilayah.
Gelombang panas berikutnya terus berlanjut, dan sejumlah tempat mengalami kondisi yang memenuhi ambang heatwave berulang kali sepanjang musim. Dalam musim ini, tercatat ada 37 hari heatwave berurutan di suatu lokasi di Inggris.
Suhu tertinggi sejauh ini mencapai 38°C yang tercatat di Lingwood, Norfolk, pada 26 Juni. Menurut Met Office, ada kemungkinan angka 38°C disamai atau bahkan terlampaui pada pekan ini, seiring peringatan cuaca panas ekstrem tingkat amber yang dikeluarkan untuk sebagian wilayah Inggris pada hari Kamis.
Rekor di bulan Agustus juga menjadi sorotan, karena terakhir kali suhu di atas 36°C pada Agustus terjadi pada 2020. Saat itu, angka 36,4°C tercatat di Heathrow dan Kew Gardens.
Rekor bulan kalender dan “ambang 35°C” dipatahkan
Dalam catatan musim panas kali ini, sejumlah rekor suhu jangka panjang tampak terus tumbang. Tahun 2026 menjadi yang pertama kali tercatat ketika 35°C atau lebih dicapai pada tiga bulan kalender berbeda: Mei, Juni, dan Juli.
Dengan prakiraan bahwa suhu bisa mencapai 38°C pada pekan ini, bulan kalender keempat—Agustus—berpeluang ikut menambah daftar bulan yang melewati ambang tersebut. Selain suhu, musim ini juga menonjol dari aspek kekeringan; Juli tercatat sebagai yang terkering di Inggris dan Wales sejak pencatatan dimulai pada 1836.
Berita Terkait
Lebih jauh lagi, Inggris bagian selatan mengalami bulan kalender terkering yang pernah tercatat. Pada 15 Juli, Inggris juga sudah mencatat jumlah hari dengan suhu di atas 30°C melebihi total seluruh tahun 1976, yang oleh banyak orang diingat sebagai tahun heatwave legendaris dan bertahan lama.
Dampak kekeringan dan pembatasan penggunaan air
Panas yang lama disertai cuaca cerah membuat kekeringan dinyatakan terjadi di lebih dari dua pertiga wilayah Inggris dan seluruh Wales. Mengacu pada National Drought Group, total 45 juta orang kini tinggal di wilayah yang terdampak kekeringan di Inggris.
Dari jumlah itu, lebih dari 27 juta orang menghadapi pembatasan penggunaan air. Dalam beberapa hari ke depan, tidak ada hujan yang diperkirakan turun pada sebagian besar periode minggu ini di Inggris dan Wales.
Untuk hari Minggu, prakiraan menunjukkan ada tanda hujan mulai masuk ke Inggris dari Samudra Atlantik. Pola tekanan rendah yang membawa front cuaca berpotensi bergerak melintasi Wales dan Inggris bagian selatan, sehingga dapat membawa periode hujan untuk sebagian wilayah.
Namun, hujan yang diperkirakan tersebut saat ini tidak tampak akan sangat deras atau menetap. Meski demikian, bagi banyak orang, ini berpotensi menjadi hujan “yang sesungguhnya” pertama dalam hampir dua bulan.
Apa yang membuat musim panas sekeras ini?
Menurut laporan tersebut, faktor yang mendorong panas ekstrem adalah bertahannya sistem tekanan tinggi selama beberapa bulan terakhir. Kondisi semacam ini dinilai tidak lazim, tetapi para ilmuwan telah lama memperingatkan bahwa model musim seperti ini akan semakin sering terjadi akibat perubahan iklim.
Ketika suhu rata-rata meningkat—terutama karena pembakaran bahan bakar fosil di seluruh dunia—cuaca panas menjadi jauh lebih mungkin muncul dan cenderung makin intens. Gelombang panas pada pekan ini juga diperkirakan kembali melampaui 35°C, yang berarti Mei, Juni, Juli, dan Agustus semuanya telah melewati ambang itu pada tahun yang sama.
Dalam catatan abad ke-20 bagian akhir, sangat jarang bagi suhu dalam satu tahun mencapai 35°C bahkan sekali pun. Walau variasi tetap terjadi dari tahun ke tahun, ilmuwan menegaskan musim panas akan terus menghangat secara rata-rata, seiring emisi karbon yang terus memanaskan planet.
Implikasinya, gelombang panas di masa depan berpeluang mencapai suhu lebih tinggi dibanding sistem cuaca serupa di masa lalu. Laporan BBC Weather yang ditulis Rachel Foley, bersama Mark Poynting (Climate and Science reporter), merangkum bahwa rangkaian rekor suhu dan pola kekeringan ini bukan peristiwa tunggal, melainkan bagian dari tren pemanasan yang makin nyata.












