jurnalistik.co.id – Polwan Polda Gorontalo mengikuti pembukaan IAWP Annual Training Conference 2026 di Bali, sebagai bagian dari keterlibatan dalam forum kepolisian internasional. Kegiatan pembuka dilaksanakan di Mangapura Hall, The Westin Resort Nusa Dua, pada Minggu (20/9/2026) dengan jadwal mulai pukul 09.00 WITA.
Dalam rangkaian pembukaan, hadir sejumlah tokoh penting, mulai dari Kapolri hingga Ibu Asuh Polwan RI, Ibu Titik Soeharto. Turut hadir Veronika Tan, Puan Maharani, Presiden IAWP, serta Gubernur Bali.
Konferensi ini mempertemukan Polisi Wanita dari berbagai negara dan Indonesia untuk memperkuat jejaring sekaligus menjadi ruang pertukaran pengalaman dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Acara diikuti sekitar 100 Polisi Wanita dari 43 negara dan 364 Polwan Republik Indonesia.
Keikutsertaan Polda Gorontalo ditunjukkan oleh Brigadir Putri Baby Juliet yang berasal dari Biro SDM Polda Gorontalo. Ia terpilih melalui seleksi panitia pusat yang menilai kemampuan bahasa Inggris serta kemampuan sebagai Master of Ceremony (MC).
Rangkaian pembukaan dimulai dari proses registrasi dan absensi. Setelah itu, acara memasuki sesi pembukaan oleh MC yang dilanjutkan dengan doa sebagai pengantar kegiatan.
Selanjutnya, panitia menampilkan Polisi Cilik. Seusai bagian penampilan tersebut, ketua panitia menyampaikan laporan, yang menjadi penghubung sebelum memasuki agenda sambutan utama dari Presiden IAWP dan Kapolri.
Di tengah jalannya acara, panitia juga menyertakan penyerahan cenderamata serta sesi foto bersama. Setelah rangkaian tersebut, diberikan penghargaan kepada pihak-pihak yang terlibat dalam berbagai agenda konferensi.
Berita Terkait
Pengukuhan suasana kegiatan berlanjut ke makan siang sebelum menutup rangkaian pembukaan dengan Parade of Nation. Susunan acara tersebut menjadi penanda dimulainya rangkaian pelatihan dan agenda pertemuan selama konferensi berlangsung.
Melalui keterlibatan di forum internasional ini, Polwan Polda Gorontalo diharapkan dapat memberikan kontribusi sebagai bagian dari dukungan terhadap agenda kepolisian. Di saat yang sama, kehadiran dalam konferensi juga membuka kesempatan memperluas pengalaman serta jejaring kerja sama antar Polwan di tingkat internasional.
Usai registrasi dan absensi, rangkaian pada hari pembukaan berjalan berurutan sesuai alur yang telah disiapkan panitia. Kehadiran perwakilan dari berbagai unsur kepolisian dan pihak terkait menjadi bagian dari penegasan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum pertemuan yang mempersatukan peserta dalam satu agenda besar pelatihan.
Melalui susunan acara yang menghadirkan doa, sambutan, hingga rangkaian penampilan, konferensi memberi ruang bagi peserta untuk memahami arah pelaksanaan kegiatan sejak awal. Pada sesi-sesi tersebut, ketua panitia menyampaikan laporan sebagai penghubung sebelum memasuki agenda sambutan utama dari Presiden IAWP dan Kapolri, sehingga alur informasi tersampaikan secara sistematis kepada seluruh yang hadir.
Bagian penampilan Polisi Cilik juga menjadi salah satu momen yang melengkapi suasana pembukaan. Setelah segmen tersebut, rangkaian diteruskan dengan penyerahan cenderamata serta sesi foto bersama, lalu diikuti dengan pemberian penghargaan kepada pihak-pihak yang terlibat dalam berbagai agenda konferensi. Secara keseluruhan, tahapan ini menunjukkan keterlibatan banyak pihak yang saling mendukung terselenggaranya pertemuan internasional.
Dalam agenda pembukaan, makan siang hadir sebagai jeda sebelum acara kembali berlanjut ke Parade of Nation. Parade of Nation kemudian menandai dimulainya rangkaian pelatihan dan agenda pertemuan selama konferensi berlangsung. Dengan adanya urutan kegiatan seperti ini, peserta dapat mengikuti dinamika konferensi secara penuh dari pembukaan hingga tahapan pelatihan berikutnya.
Bagi Polwan Polda Gorontalo, kehadiran perwakilan menunjukkan keterlibatan langsung dalam forum kepolisian internasional tersebut. Brigadir Putri Baby Juliet, yang berasal dari Biro SDM Polda Gorontalo dan terpilih melalui seleksi panitia pusat berdasarkan kemampuan bahasa Inggris serta kapasitas sebagai Master of Ceremony (MC), diharapkan mampu membawa pengalaman forum ini kembali dalam konteks tugas dan peran kepolisian.
Konferensi ini juga menegaskan tujuan penguatan jejaring antar Polwan dari berbagai negara dan Indonesia. Dengan komposisi peserta sekitar 100 Polisi Wanita dari 43 negara serta 364 Polwan Republik Indonesia, interaksi yang terbentuk membuka kesempatan pertukaran pengalaman dalam pelaksanaan tugas. Pada saat yang sama, keterlibatan dalam kegiatan internasional memberi ruang perluasan pengalaman serta memperkuat kerja sama di tingkat internasional.












