Internasional

Sebagian laporan penghematan Doge AS $110 miliar dinilai salah atau minim bukti, kata pengawas AS

×

Sebagian laporan penghematan Doge AS $110 miliar dinilai salah atau minim bukti, kata pengawas AS

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Some of Doge's $110bn saving reports are wrong or lack evidence, US watchdog finds

jurnalistik.co.id – Sejumlah laporan penghematan yang dikaitkan dengan program Doge—badan yang dibentuk untuk menekan belanja pemerintah AS—dinilai keliru atau minim dasar pembuktian. Penilaian itu disampaikan dalam tinjauan Badan Pengawas Pemerintah AS (GAO) terhadap klaim Doge mengenai “Wall of Receipts”.

GAO menyebut ada “beberapa masalah” yang membatasi transparansi dan keandalan angka penghematan yang dipublikasikan. Dalam laporannya, GAO menilai klaim Doge terkait nilai penghematan mencapai 110 miliar dolar (setara 82 miliar poundsterling) di berbagai jenis kontrak, hibah, serta sewa.

“Several issues limit the transparency and reliability of these reported savings,” tulis GAO dalam laporannya. Pernyataan itu muncul setelah GAO melakukan penelaahan mendalam terhadap klaim Doge tentang penghematan yang diposting melalui situsnya.

Wall of Receipts sendiri menjadi cara Doge menampilkan dugaan penghematan uang pajak secara daring. Doge, yang disebut sebagai Department of Government Efficiency, bukan departemen pemerintahan resmi. Program ini diluncurkan pada awal masa jabatan kedua Presiden Trump, lalu ditutup bulan lalu.

GAO juga menyoroti bagaimana Doge menjelaskan perhitungan penghematan. Menurut laporan pengawas, Doge tidak memberikan rincian yang memadai untuk memungkinkan pihak lain memverifikasi metode yang digunakan.

“While Doge provided some information about estimated savings, several issues limit the transparency and reliability of these reported savings,” demikian bunyi bagian penilaian GAO. GAO kemudian menekankan bahwa “did not provide sufficient information to verify the method used to calculate 96% of Doge-reported savings”.

Dengan kata lain, GAO menyatakan mayoritas angka penghematan versi Doge tidak disertai informasi cukup untuk memeriksa cara perhitungannya. Temuan ini menjadi salah satu alasan laporan pengawas mempertanyakan kualitas bukti di balik angka-angka yang diumumkan.

Temuan spesifik GAO soal sewa dan kontrak

Salah satu temuan GAO berkaitan dengan sewa yang disebut Doge untuk dihentikan. GAO menyebut 108 dari 264 sewa yang diidentifikasi Doge untuk penghentian ternyata sudah berada dalam proses berakhir sebelum badan itu dibentuk.

GAO menyebut keterkaitan itu setara sekitar 15,3 juta dolar dari total 53,5 juta dolar dalam penghematan sewa yang diklaim Doge. GAO juga menilai penjelasan di Wall of Receipts tidak cukup untuk menerangkan perhitungan pada kasus tersebut.

“The Wall of Receipts does not include an explanation of how the savings from terminated leases were calculated,” tulis GAO. Penilaian ini mengarah pada kesimpulan bahwa klaim angka tetap dipajang tanpa uraian yang bisa dilacak secara metodologis.

GAO juga menilai ada klaim penghematan yang tidak terjadi sesuai narasi Doge. Contohnya, GAO menyebut ada angka 1,7 miliar dolar yang dikaitkan dengan penghentian kontrak Departemen Pertahanan untuk layanan teknologi informasi, tetapi kontrak itu tidak pernah dihentikan.

Dalam laporan itu, GAO menyatakan bahwa karena kontrak tersebut tidak benar-benar berakhir, maka tidak ada penghematan yang dapat dibenarkan sebagai hasil penghentian. Hal ini memperkuat kritik GAO bahwa sebagian klaim tidak selaras dengan status aktual kebijakan atau kontraknya.

Selain itu, GAO menyatakan bahwa meski Wall of Receipts memuat sebagian informasi mengenai data dan sumber yang mendasari klaim penghematan, keterbatasannya tidak diungkapkan secara memadai. “While the Wall of Receipts includes some information about the data and sources underlying reported savings, it does not sufficiently disclose limitations affecting data quality,” tulis GAO.

Periode yang dicakup audit mencakup data penghematan yang dilaporkan sejak 20 Januari 2025 hingga 7 Juli 2026. Artinya, GAO menilai rentang waktu pelaporan yang menjadi bahan klaim publik Doge dalam periode tersebut.

Elon Musk, janji awal Doge, dan respons Gedung Putih

Elon Musk—pimpinan miliarder Tesla dan SpaceX—pernah memimpin Doge sebelum kemudian meninggalkan program tersebut pada Mei 2025. Pada tahap awal, Musk sempat menjanjikan penghematan hingga 2 triliun dolar per tahun melalui pemangkasan jumlah pekerjaan pemerintahan federal dan penutupan program-program pemerintah, di samping sejumlah langkah pemotongan biaya lainnya.

Namun, bahkan menurut estimasi Doge sendiri, target tersebut tidak terpenuhi. Situs Doge mengklaim mereka telah menghemat 214 miliar dolar. GAO menilai klaim besar tersebut tetap bermasalah karena keterbatasan transparansi metode dan kualitas pembuktian.

Ketika diminta tanggapan, seorang pejabat Gedung Putih menyampaikan bahwa administrasi menyatakan semua karyawan diharuskan menyelesaikan pelatihan etika serta mengikuti ketentuan pelaporan keterbukaan finansial. Pernyataan itu menjadi respons terhadap pertanyaan yang diajukan terkait temuan GAO.

Menurut GAO, Doge juga gagal menunjukkan informasi yang cukup untuk menilai keandalan penghematan yang dipublikasikan. Kritik itu terhubung dengan gagasan bahwa penghematan yang diklaim seharusnya bisa diverifikasi, terutama bila nilainya disebut besar dan berasal dari proses pengambilan kebijakan yang kompleks.

Kritik politik dan dinamika kebijakan pemotongan

Audit GAO dilakukan atas permintaan Senator Demokrat Gary Peters dan Richard Blumenthal. Dalam pernyataan pada Kamis, Peters menyatakan bahwa publik masih memerlukan upaya yang serius untuk menekan pemborosan, penipuan, dan penyalahgunaan di pemerintahan federal, tetapi cara Doge dinilai tidak layak.

“Everyone supports rooting out waste, fraud, and abuse in the federal government, but Doge was a slapdash and deceptive effort that misled the American people while doing real damage to the government’s ability to serve them,” ujar Peters.

Di bawah kepemimpinan Musk, Doge mendorong pengurangan besar-besaran pada tenaga kerja federal. Program ini juga menargetkan penutupan program serta bahkan lembaga, termasuk US Agency for International Development (USAID).

Sejumlah langkah Doge menghadapi perlawanan hukum atau kemudian dibalik. GAO menyebut contoh ketika kebijakan pemotongan biaya menyebabkan pejabat terkait flu burung di Departemen Pertanian AS diberhentikan, lalu administrasi Trump berupaya untuk menghidupkan kembali perekrutan beberapa hari kemudian.

Adapun ketika Doge mengumumkan penutupan resminya di media sosial bulan lalu, Doge menyampaikan: “While the formal mission of Doge has come to an end, the mission to eliminate waste, fraud, and abuse will continue. Good stewardship of taxpayer dollars and accountable government are not temporary initiatives.”

Dalam konteks tersebut, laporan GAO menjadi penanda bahwa klaim penghematan yang dipublikasikan Doge tidak hanya dinilai tidak konsisten pada sebagian kasus, tetapi juga dibatasi oleh kurangnya keterbukaan untuk memverifikasi metode perhitungan. Bagi GAO, transparansi dan dasar bukti yang dapat diuji adalah syarat penting agar angka penghematan dapat dipertanggungjawabkan.