Internasional

François-Philippe Champagne: Inggris dan Kanada ‘team up’ dalam aliansi Eropa baru

×

François-Philippe Champagne: Inggris dan Kanada ‘team up’ dalam aliansi Eropa baru

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: UK should 'team up' with Canada in new Europe alliance, Canadian minister says

jurnalistik.co.id – Inggris disebut perlu “team up” dengan Kanada dalam aliansi ekonomi baru bersama Eropa, menurut pernyataan Menteri Keuangan Kanada François-Philippe Champagne.

Menurut Champagne, gagasan itu berangkat dari kebutuhan untuk membangun kerja sama yang lebih kuat menghadapi perubahan global. Ia menegaskan, “This is all about the substance, to build an alliance of the future.”

Ia menambahkan bahwa dunia, termasuk Amerika Serikat, telah berubah. “The world has changed. America has changed. So we need to change,” katanya dalam wawancara dengan BBC.

Champagne juga menyinggung perang dagang Kanada dengan Amerika Serikat yang sedang berlangsung. Ia menyatakan Ottawa mengambil langkah setelah kesepakatan gagal pada bulan lalu.

Ia menggambarkan sikap Kanada sebagai pembelaan untuk industri dan pekerja. “stood up for our industries, our workers, our country” menjadi frasa yang ia gunakan untuk menjelaskan alasan pemberlakuan tarif.

Rangkaian komentar itu muncul di tengah usulan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen untuk “opening the door” bagi Kanada agar bisa menjadi anggota asosiasi UE. Champagne menyebut langkah tersebut sebagai sesuatu yang tidak biasa bagi blok Eropa.

Perdana Menteri Kanada Mark Carney disebut melakukan kunjungan ke Strasbourg untuk membahas hal serupa. Champagne mengatakan, kunjungan itu bertujuan “to build the alliance of the future.”

Carney, mantan Gubernur Bank of England, sebelumnya berbicara mengenai aliansi “middle powers” yang bekerja sama demi pertumbuhan ekonomi, ketahanan, dan keamanan.

Dalam percakapannya dengan BBC, Champagne menekankan bahwa Inggris dan Kanada memiliki nilai yang sejalan. Ia mengatakan “We need to look at partnership in a different way,” lalu menilai kedua negara “share the same values” dan “very aligned in our vision of the world.”

Ia kemudian melontarkan pertanyaan langsung terkait potensi kerja sama. “Why don’t we team up?” ujarnya.

Champagne menambahkan bahwa meski keduanya “independent and sovereign,” kerja sama akan membuat mereka “stronger together.”

Pernyataan ini juga terkait perubahan dinamika perdagangan setelah Presiden AS Donald Trump menerapkan tarif global yang luas. Ia menyebut tarif itu termasuk terhadap mitra lama seperti Inggris.

Di sisi lain, Inggris menjalani negosiasi ulang kesepakatan dagang dengan AS pada bulan Juni tahun sebelumnya. Namun, menurut narasi dalam laporan tersebut, muncul pula pertanyaan baru terkait posisi Inggris pasca-Brexit di hadapan Eropa, sekaligus relasinya dengan AS.

Perkembangan tersebut disebut menyinggung perubahan nada retorika kepresidenan dalam beberapa minggu terakhir terkait isu Kepulauan Falklands dan persatuan Irlandia.

Dalam kunjungan Carney, ia disebut bertemu Perdana Menteri Andy Burnham di Liverpool pada pertengahan perjalanan ke Brussel dan Strasbourg. Pada Jumat yang sama, Champagne hadir dalam pertemuan menteri keuangan UE di Dublin bersama Kanselir John Healey.

“Enough is enough” dalam perang dagang

Diskusi yang berkembang mengenai kedekatan hubungan UE dan Kanada terjadi saat Kanada masih terjebak dalam eskalasi perang dagang dengan AS. Kedua pihak disebut saling membalas dengan tarif setelah pembicaraan terhenti mendadak pada akhir bulan Agustus.

Trump juga disebut mengancam tarif lanjutan terhadap UE bila rencana keanggotaan asosiasi dianggap “hostile” terhadap kepentingan AS. Dalam konteks itu, ia menyebut gagasan tersebut “laughable” dan melabeli Kanada sebagai “terrible trading partner”.

Champagne menyatakan bahwa perang dagang ini bukan konflik yang dipilih Kanada. “We responded because at some stage you have to say ‘Enough is enough’. No one can infringe on our economic sovereignty… the world took notice,” katanya.

Menurutnya, Kanada tidak berupaya memperpanjang eskalasi setelah respons yang ia sebut “measured, targeted and strategic… dollar for dollar, tariff for tariff.”

Ia menegaskan bahwa Kanada akan “reengage at the right time” dengan tetangganya di selatan. Ia juga menambahkan bahwa industri yang terdampak akan mendapat dukungan “as long as it takes and whatever it takes.”

Champagne juga berargumen bahwa posisi fiskal yang kuat membantu menopang ketahanan Kanada. Ia menilai perselisihan dengan AS sekaligus memberi “golden opportunity” untuk melakukan diversifikasi.

Dalam kerangka itulah, gagasan “alliance of the future” antara Kanada dan UE disandingkan dengan ide bahwa Inggris juga bisa ikut “teaming up.”

Lapisan kebijakan itu dinilai menjadi latar dari pernyataan Carney mengenai kedekatannya dengan UE. Pada kunjungan yang disebut berlangsung, strategi itu digambarkan sebagai cara memperkuat hubungan yang sudah ada.

Arti keanggotaan asosiasi dan arah kerja sama

Di bagian lain laporan, disebutkan bahwa detail tawaran UE untuk merundingkan “associate membership” bagi Kanada masih belum diformalkan. Champagne menyebutnya sebagai momentum yang membawa peluang besar.

Ia mengatakan ini adalah “a moment of great opportunities” untuk memperkuat hubungan Kanada dengan UE yang sudah berjalan. Carney, menurut laporan itu, menyinggung berbagai skema yang melibatkan universitas, riset ilmiah, pendanaan untuk AI, serta skema pertahanan di UE.

Carney juga menekankan aspek kesempatan bagi anak muda Kanada dan Eropa. Ia menyebut tujuan agar “cross the ocean and be able to study and live.”

Lebih lanjut, laporan tersebut menyebut Kanada dapat memasok mineral kritis dan gas. Dalam arah yang sama, Kanada disebut berupaya memperoleh akses terhadap teknologi Eropa yang lebih maju.

Dijelaskan pula bahwa baik Kanada maupun UE melihat peluang bagi proses yang memungkinkan negara-negara sehaluan untuk bekerja sama tanpa menjadi anggota penuh. Sebagai contoh, disebut Australia.

Dalam periode perjalanan ke Eropa, Carney juga disebut pernah mengundang Raja Charles untuk membuka Parlemen Kanada di Ottawa setelah ia terpilih. Langkah itu dipandang sebagai respons yang menolak berulangnya saran Trump agar Kanada di bawah Commonwealth dapat menjadi bagian dari AS.

Rangkaian agenda lain yang disebut dalam laporan adalah rencana Burnham bertemu Trump untuk pertama kali minggu ini di New York, saat Konferensi Umum PBB. Detail pertemuan itu disebut menjadi bagian dari dinamika hubungan lintas kawasan saat isu tarif dan posisi strategis negara-negara berkembang di Eropa–Amerika terus bergeser.

Keseluruhan pernyataan Champagne kemudian mengaitkan tiga benang: usulan “opening the door” bagi keanggotaan asosiasi Kanada di UE, respons Kanada dalam perang dagang dengan AS, serta dorongan agar Inggris mengambil bagian dalam “alliance of the future” yang ia gambarkan sebagai kerja sama yang lebih kuat dan lebih relevan dengan perubahan dunia.